Angin Kencang Jember Terjang Lima Kecamatan, Tujuh Warga Terluka Akibat Pohon Tumbang

Angin kencang Jember menerjang lima kecamatan, mengakibatkan tujuh warga terluka dan sejumlah rumah rusak. BPBD Jember imbau masyarakat waspada cuaca ekstrem yang masih akan terjadi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Angin Kencang Jember Terjang Lima Kecamatan, Tujuh Warga Terluka Akibat Pohon Tumbang
Angin kencang Jember menerjang lima kecamatan, mengakibatkan tujuh warga terluka dan sejumlah rumah rusak. BPBD Jember imbau masyarakat waspada cuaca ekstrem yang masih akan terjadi. (AntaraNews)

Angin kencang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Sabtu, 24 Januari 2026, menyebabkan tujuh warga mengalami luka-luka. Peristiwa ini terjadi secara tiba-tiba dan berdampak pada lima kecamatan berbeda di Jember. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Edi Budi Susilo, mengonfirmasi insiden tersebut.

Dampak dari angin kencang ini meliputi pohon-pohon yang tumbang, menimpa badan jalan, dan bahkan merusak rumah-rumah warga. Beberapa korban terluka akibat tertimpa pohon yang roboh ke arah tempat tinggal mereka. Tim medis dari puskesmas terdekat segera memberikan penanganan kepada para korban.

BPBD Jember telah melakukan rekapitulasi data daerah terdampak, mencatat kerusakan di tujuh desa yang tersebar di lima kecamatan. Selain korban luka, bencana ini juga mengakibatkan kerusakan pada bangunan dan gangguan jaringan listrik. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih akan berlanjut.

Dampak dan Sebaran Angin Kencang di Jember

Angin kencang yang melanda Jember pada Sabtu lalu menyisakan berbagai kerusakan di sejumlah lokasi. Berdasarkan data yang dihimpun BPBD Jember, lima kecamatan terdampak parah meliputi Tanggul, Ledokombo, Wuluhan, Silo, dan Balung. Kerusakan ini tersebar di tujuh desa, menunjukkan luasnya cakupan bencana.

Kejadian ini tidak hanya mengganggu akses jalan akibat pohon tumbang, tetapi juga menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur. "Satu rumah mengalami rusak berat, satu rumah rusak sedang dan empat rumah rusak ringan, jaringan listrik PLN juga terdampak," kata Edi.

Di Desa Suren, Kecamatan Ledokombo, dampak angin kencang sangat terasa dengan robohnya satu tiang PLN dan kabel wifi. "Angin kencang juga menyebabkan 1 tiang PLN roboh dan kabel wifi, serta menyebabkan pohon tumbang di Desa Suren," tambahnya. Kejadian ini menambah kesulitan bagi warga setempat yang juga harus menghadapi pohon-pohon tumbang di area permukiman mereka.

Tujuh Warga Terluka, Satu Alami Patah Tulang

Insiden angin kencang di Jember menyebabkan tujuh warga mengalami luka-luka, dengan tingkat keparahan yang bervariasi. "Tujuh korban luka ringan karena tertimpa pohon yang tumbang ke rumah mereka dan sudah mendapatkan perawatan dari tim medis puskesmas terdekat," tutur Edi.

Enam korban luka ringan tercatat di Desa Suren, Kecamatan Ledokombo, akibat tertimpa pohon tumbang yang menimpa rumah mereka. Para korban tersebut antara lain Rika (20) dengan lecet di dada, Nanda Fitriyani (20) dengan luka gores di kepala, Ismawati (43) dengan lebam di wajah, Kelvin (38) dengan lecet di kaki, Riko Abrori (25) dengan luka di kaki, dan Vita (25) juga dengan luka lecet di kaki.

Namun, di Desa Sempolan, Kecamatan Silo, seorang warga bernama nenek Busiya (69) mengalami luka yang lebih serius. Beliau menderita patah tulang tangan kanan setelah tertimpa pohon tumbang yang merusak rumahnya secara berat. "Satu rumah rusak berat milik nenek Busiya (69) dan korban juga terluka mengalami patah tulang tangan kanan, kemudian dibawa ke Puskesmas Silo 1 dan yang bersangkutan sudah kembali ke rumah," ujar Edi.

Respons Cepat BPBD Jember dan Imbauan Kewaspadaan

Menanggapi bencana angin kencang Jember, BPBD Jember bergerak cepat untuk menanggulangi dampak yang ditimbulkan. Edi Budi Susilo menjelaskan bahwa timnya telah melakukan pemotongan pohon-pohon tumbang yang menghalangi akses jalan warga. Langkah ini krusial untuk memastikan mobilitas masyarakat tidak terganggu dan mempercepat proses pemulihan.

Selain itu, BPBD Jember juga telah mendistribusikan bantuan kepada warga yang terdampak langsung oleh angin kencang. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang rumahnya rusak atau mengalami kerugian lainnya. Upaya tanggap darurat ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam melindungi warganya.

Mengingat cuaca ekstrem yang diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan, BPBD Jember mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati. "Masyarakat agar mewaspadai dan berhati-hati terhadap cuaca ekstrem yang masih akan terjadi beberapa hari ke depan serta mewaspadai pohon yang berpotensi rawan tumbang," tutur Edi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi