Banjir Kiriman Ciliwung Rendam Kebon Pala hingga 130 Cm, Warga Bertahan di Lantai Dua

Kawasan Kebon Pala, Jatinegara, Jakarta Timur, kembali diterjang Banjir Kiriman Ciliwung dengan ketinggian mencapai 130 sentimeter, memaksa warga bertahan di rumah dan belum ada pengungsian resmi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Banjir Kiriman Ciliwung Rendam Kebon Pala hingga 130 Cm, Warga Bertahan di Lantai Dua
Kawasan Kebon Pala, Jatinegara, Jakarta Timur, kembali diterjang Banjir Kiriman Ciliwung dengan ketinggian mencapai 130 sentimeter, memaksa warga bertahan di rumah dan belum ada pengungsian resmi. (AntaraNews)

Banjir kiriman dari Sungai Ciliwung kembali merendam kawasan Kebon Pala, Jatinegara, Jakarta Timur, sejak Kamis (22/1) sore. Ketinggian air sempat mencapai 130 sentimeter, menyebabkan gangguan signifikan bagi warga setempat. Peristiwa ini merupakan tahap kedua dari banjir yang terjadi di wilayah tersebut.

Camat Jatinegara, Endang Kartika, menjelaskan bahwa kenaikan debit air Sungai Ciliwung dan status Siaga 3 Bendung Katulampa Bogor menjadi pemicu utama. Meskipun sempat surut, air kembali naik pada Jumat dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Peningkatan ini dipicu oleh naiknya kembali status Katulampa.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat bahwa banjir masih menggenangi 125 Rukun Tetangga (RT) dan 14 ruas jalan di Jakarta pada Jumat pagi. Sebagian warga Kebon Pala memilih bertahan di lantai dua rumah mereka atau mengungsi ke sanak saudara, belum ada pengungsian resmi yang terisi.

Kondisi Terkini dan Penyebab Banjir Kiriman Ciliwung

Kawasan Kebon Pala di Jatinegara, Jakarta Timur, kembali diterjang Banjir Kiriman Ciliwung dengan ketinggian air mencapai 130 sentimeter. Banjir ini terjadi sejak Kamis (22/1) sore dan merupakan tahap kedua setelah sempat surut sebelumnya. Peningkatan debit air Sungai Ciliwung dan status Siaga 3 Bendung Katulampa Bogor menjadi penyebab utama.

Camat Jatinegara, Endang Kartika, menjelaskan bahwa air sempat surut sebelum kembali naik pada dini hari Jumat sekitar pukul 02.00 WIB. Kenaikan ini dipicu oleh status Katulampa yang kembali meningkat, menunjukkan adanya peningkatan volume air dari hulu.

Endang Kartika juga menambahkan bahwa kondisi Bendung Katulampa masih berada pada status Siaga 3. Meskipun demikian, pihaknya telah siap siaga membantu warga di wilayah terdampak. Saat ini, ketinggian air di Kebon Pala sudah mulai surut, berada di angka sekitar 125 sentimeter.

Jajaran Kecamatan Jatinegara terus melakukan pemantauan dan siaga di area rawan banjir. Mereka juga mengantisipasi kemungkinan kenaikan air susulan apabila debit air di hulu kembali meningkat.

Dampak dan Upaya Penanganan Banjir di Jakarta

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan bahwa banjir masih menggenangi 125 Rukun Tetangga (RT) dan 14 ruas jalan pada Jumat pagi. Sebelumnya, pada Kamis (22/1) malam, banjir sempat merendam 132 RT, kemudian surut menjadi 106 RT pada Jumat dini hari.

Namun, pada Jumat pagi, banjir kembali meluas, menerjang 125 RT di Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur. Selain pemukiman, sebanyak 14 ruas jalan juga terdampak dengan ketinggian air antara 10 hingga 65 sentimeter.

Meskipun terjadi genangan, belum ada warga Kebon Pala yang mengungsi ke tempat pengungsian resmi. Sebagian warga memilih untuk tetap bertahan di rumah masing-masing dengan menempati lantai dua. Sementara itu, sebagian lainnya memilih mengungsi ke rumah sanak saudara.

Camat Jatinegara menegaskan bahwa di beberapa titik Jatinegara memang terdampak, namun warga telah mempersiapkan diri menghadapi situasi ini. Pihak kecamatan terus berkoordinasi dan memantau kondisi di lapangan.

  • 125 Rukun Tetangga (RT) tergenang banjir di Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur.
  • 14 ruas jalan terdampak banjir dengan ketinggian 10-65 cm.
  • Ketinggian air di Kebon Pala sempat mencapai 130 cm, kini mulai surut ke 125 cm.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi