Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bergerak cepat merespons bencana banjir yang melanda sejumlah wilayahnya sejak Kamis malam. Ribuan karung berisi pasir atau kisdam telah didistribusikan ke berbagai lokasi rawan, termasuk Ciledug, sebagai upaya antisipasi tanggul jebol dan penanganan genangan air. Langkah proaktif ini diambil mengingat intensitas hujan yang terus meningkat dan menyebabkan limpasan air dari sungai, kali, serta saluran air.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, menyatakan bahwa petugas gabungan telah disiagakan dan langsung bekerja di lapangan. Distribusi kisdam akan terus bertambah sesuai kebutuhan mendesak di lokasi terdampak. Kesiapsiagaan ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Tangerang untuk melindungi warganya dari dampak cuaca ekstrem.
Hingga Jumat (23/1), Pemkot Tangerang terus memantau perkembangan kondisi di seluruh wilayah, baik di bagian timur maupun barat kota. Berdasarkan pemantauan terkini, satu lokasi tanggul jebol telah teridentifikasi di Garden City Periuk dan telah ditangani langsung oleh petugas. Situasi ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mengelola krisis banjir.
Advertisement
Advertisement
Respons Cepat Pemkot Tangerang Hadapi Banjir
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang telah mengambil langkah responsif terhadap banjir yang terjadi di beberapa wilayah sejak Kamis malam. Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, mengonfirmasi bahwa ribuan karung kisdam telah didistribusikan untuk mengatasi potensi tanggul jebol di Ciledug dan sekitarnya. Petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat.
Distribusi kisdam diperkirakan akan terus berlanjut menyesuaikan kondisi di lapangan, mengingat curah hujan yang tinggi dan berkelanjutan. Pemkot Tangerang juga menerjunkan tim gabungan untuk memantau secara intensif perkembangan situasi banjir. Pemantauan ini mencakup seluruh area terdampak, baik di bagian timur maupun barat kota.
Taufik Syahzaeni menambahkan bahwa banyak titik banjir terjadi akibat limpasan air dari sungai, kali, dan saluran air. Namun, hingga saat ini, hanya satu tanggul yang dilaporkan jebol, yaitu di Garden City Periuk, dan telah berhasil ditangani oleh petugas di lapangan. Upaya cepat ini bertujuan meminimalkan dampak kerusakan dan gangguan terhadap aktivitas warga.
Advertisement
Advertisement
Titik Banjir dan Imbauan Kewaspadaan di Tangerang
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Mahdiar, melaporkan bahwa curah hujan tinggi menyebabkan banjir dan genangan di sejumlah kecamatan. Wilayah yang terdampak meliputi Cibodas, Periuk, Jatiuwung, Karang Tengah, dan Benda. Ketinggian air di beberapa lokasi bervariasi antara 30 hingga 80 sentimeter, mengganggu mobilitas warga dan arus lalu lintas.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Dinas PUPR, Dinas Sosial (Dinsos), serta aparatur wilayah telah diterjunkan untuk penanganan genangan. Mereka juga bertugas mengatur pintu air dan memantau debit sungai secara berkala. Koordinasi antarinstansi ini memastikan penanganan bencana berjalan efektif dan terpadu.
Hingga laporan ini disusun, belum ada korban jiwa yang dilaporkan akibat banjir. Namun, petugas tetap siaga penuh untuk mengantisipasi potensi banjir susulan, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. BPBD Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, mengikuti informasi resmi dari pemerintah, dan segera melaporkan kondisi darurat atau banjir di lingkungan masing-masing untuk penanganan lebih lanjut.
Advertisement
Sumber: AntaraNews