Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokes Polda Sulsel belum bisa memastikan jenis kelamin dan identitas Body Part atau potongan tubuh korban ketiga pesawat Indonesia Air Transport ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep. Tim DVI masih melakukan pemeriksaan data potongan tubuh korban ketiga tersebut yang sudah diserahkan oleh Basarnas.
Kepala Biddokes Polda Sulsel Komisaris Besar dr Muh Haris mengatakan sudah menerima jenazah ketiga dari Basarnas. Saat ini, tim DVI masih bekerja melakukan identifikasi terhadap jenazah tersebut.
"Hari ini kami lakukan pemeriksaan dan bekerja maksimal untuk menentukan identifikasi korban yang sudah kami terima," kata dia.
Advertisement
Primer dan Sekunder
Ia menegaskan proses identifikasi dilakukan dengan dua metode yakni primer dan sekunder. Ia menjelaskan pemeriksaan primer dilakukan dengan memeriksa sidik jari, gigi geligi, dan DNA.
"Kemudian kalau tidak sebenarnya bisa dari data-data properti, ciri-ciri khusus termasuk ciri-ciri umum yang ditubuh korban seperti bekas operasi dan sebagainya," kata dia.
Sebelumnya diberitakan, Tim SAR gabungan akhirnya mengevakuasi Body Part atau potongan tubuh korban ketiga kecelakaan pesawat Indonesia Air Transport (IAT) ATR 42-500 dari lereng Gunung Bulusaraung. Basarnas pun menyerahkan potongan tubuh ke tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokes Polda Sulsel, Rabu (21/1) malam.
Advertisement
Hasil Penyisiran Intensif
Kepala Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, menyampaikan bahwa penemuan tersebut merupakan hasil penyisiran intensif yang dilakukan oleh beberapa Search and Rescue Unit (SRU) darat di sekitar lokasi badan dan ekor pesawat.
"Pada hari kelima operasi, tim SAR gabungan menemukan bagian tubuh korban berupa tulang serta sejumlah barang pribadi korban di beberapa titik pencarian. Seluruh temuan langsung diamankan sesuai prosedur," ujar Arif Anwar.
Ia menjelaskan, body part korban yang ditemukan selanjutnya diserahkan kepada tim DVI Biddokes Polda Sulsel untuk dilakukan proses identifikasi lebih lanjut.
“Penyerahan body part kepada tim DVI dilakukan guna proses identifikasi secara medis dan forensik. Sehingga dapat dipastikan identitas korban secara akurat,” jelasnya.
Advertisement
Barang Milik Korban
Selain body part, tim SAR gabungan juga menemukan sejumlah barang milik korban, di antaranya laptop, telepon genggam, paspor, flash disc, kacamata, pouch, dokumen pribadi, serta beberapa barang lainnya. Barang ini ditemukan di sekitar bangkai pesawat dan jalur evakuasi.
“Seluruh barang temuan korban telah didata, diamankan, dan akan diserahkan kepada pihak berwenang sesuai mekanisme yang berlaku,” tambah Arif.