Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) akan mengoperasikan satu Sekolah Manusia Unggul (Maung) Jabar mulai tahun ajaran 2026/2027. Sekolah ini akan berlokasi di Tajug Gede Cilodong, Kabupaten Purwakarta, dan ditetapkan sebagai proyek percontohan. Sekolah Maung Jabar dirancang khusus untuk mencetak talenta profesional di bidang olahraga dan sektor produktif lainnya.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat, Purwanto, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di Tajug Gede didasari oleh ketersediaan fasilitas penunjang yang sudah sangat lengkap. Fasilitas tersebut mencakup infrastruktur olahraga hingga laboratorium alam yang memadai. Lahan hibah seluas 9 hektare dari Pemerintah Kabupaten Purwakarta juga dimanfaatkan untuk pengembangan sekolah ini.
Pengembangan Sekolah Maung Jabar ini diharapkan dapat menjadi pusat pendidikan unggulan. Tujuannya adalah untuk menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap bersaing di berbagai sektor. Inisiatif ini menunjukkan komitmen Pemprov Jabar dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan menciptakan talenta lokal yang berdaya saing.
Advertisement
Advertisement
Tajug Gede Purwakarta, Lokasi Strategis Sekolah Maung Jabar
Pemilihan Tajug Gede Cilodong, Purwakarta, sebagai lokasi pertama Sekolah Maung Jabar bukan tanpa alasan kuat. Kawasan ini dinilai memiliki fasilitas penunjang yang sudah sangat lengkap dan siap untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Infrastruktur yang tersedia sangat memadai untuk sebuah institusi pendidikan yang berfokus pada pengembangan talenta.
Purwanto menyebutkan, di lokasi tersebut sudah tersedia lapangan olahraga yang bagus, masjid, dan diorama. Selain itu, untuk jurusan pertanian, sudah ada tempat praktik seperti greenhouse dan fasilitas lainnya. Kelengkapan fasilitas ini menjadi modal utama dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan praktis bagi siswa.
Lahan seluas 9 hektare yang dihibahkan oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta juga menjadi salah satu faktor penentu. Luasnya lahan memungkinkan pengembangan sarana dan prasarana sekolah secara lebih komprehensif di masa mendatang. Ini mendukung visi sekolah untuk menjadi pusat keunggulan dengan fasilitas modern.
Advertisement
Kawasan Tajug Gede juga memiliki nilai historis dalam melahirkan pesepak bola nasional. Contohnya adalah Fajar Faturrahman serta beberapa pemain yang kini merumput di Liga 1 bersama Persijap. Hal ini memberikan inspirasi dan motivasi tambahan bagi siswa yang akan mengambil jurusan olahraga di Sekolah Maung Jabar.
Advertisement
Kurikulum Unggulan dan Seleksi Ketat Sekolah Maung Jabar
Sekolah Maung Jabar dirancang untuk mencetak talenta profesional di bidang olahraga dan lima jurusan strategis lainnya. Jurusan-jurusan tersebut meliputi teknologi informasi, otomotif, pertanian, elektro, dan kelautan. Kurikulum yang diterapkan akan disesuaikan dengan kebutuhan industri dan perkembangan zaman.
Khusus untuk jurusan olahraga, siswa akan dijaring melalui seleksi ketat dari berbagai daerah di Jawa Barat. Proses seleksi ini akan melibatkan kerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota untuk mengidentifikasi bakat-bakat terbaik. Tujuannya adalah memastikan hanya siswa-siswa berprestasi yang mendapatkan kesempatan pendidikan khusus ini.
Siswa berprestasi dari kabupaten/kota dapat dititipkan di sekolah ini melalui skema kerja sama. Ini merupakan upaya untuk memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh potensi muda di Jawa Barat. Dengan demikian, Sekolah Maung Jabar dapat menjadi wadah pengembangan atlet dan profesional muda yang berkualitas.
Advertisement
Untuk jurusan pertanian, sekolah ini telah didukung dengan adanya diorama dan lahan praktik yang memadai. Fasilitas seperti greenhouse memungkinkan siswa untuk melakukan praktik langsung dan mendalami ilmu pertanian secara aplikatif. Pendekatan ini memastikan lulusan memiliki keterampilan praktis yang relevan dengan dunia kerja.
Advertisement
Skema Pengembangan dan Potensi Ekspansi Sekolah Maung Jabar
Pengembangan Sekolah Maung Jabar akan menggunakan dua skema utama yang dapat dipilih oleh Pemprov Jabar. Skema tersebut adalah pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) atau peningkatan (upgrade) sarana prasarana sekolah yang sudah ada. Fleksibilitas ini memungkinkan penyesuaian dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Purwanto menjelaskan, bisa jadi akan dibangun sekolah baru seperti yang direncanakan di Purwakarta. Atau, sekolah yang sudah ada akan di-upgrade jika memungkinkan dari sisi kajian dan potensi yang dimiliki. Keputusan ini akan didasarkan pada analisis mendalam untuk mencapai efektivitas dan efisiensi terbaik.
Setelah pilot project di Purwakarta berhasil, Pemprov Jabar juga melirik potensi pengembangan sekolah serupa di daerah lain. Salah satu lokasi yang dipertimbangkan adalah Cisarua, Kabupaten Bogor, karena memiliki lahan luas dan potensial. Ini menunjukkan ambisi untuk memperluas jangkauan pendidikan unggulan di Jawa Barat.
Advertisement
Pemerintah provinsi akan terus mengkaji kemungkinan-kemungkinan pengembangan di kabupaten/kota lain yang memiliki potensi. Tujuannya adalah untuk memaksimalkan potensi daerah dalam mencetak talenta unggul di berbagai bidang strategis. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang luas bagi pembangunan Jawa Barat.
Sumber: AntaraNews