Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Mustika Jaya, Mustikasari 4, Kota Bekasi, Ageng Wicaksono, memberikan klarifikasi. Ia menanggapi polemik video viral mengenai menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak sesuai standar gizi seimbang.
Ageng Wicaksono menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Kesalahpahaman ini muncul pada Kamis (15/1) di MI Nurul Anwar.
Insiden tersebut melibatkan dua jenis menu yang dikirimkan bersamaan, yaitu menu basah dan menu kering. Namun, menu kering yang seharusnya untuk satu hari konsumsi justru menjadi viral oleh salah satu wali murid.
Advertisement
Advertisement
Kronologi Kesalahpahaman Menu MBG Bekasi
Ageng menjelaskan bahwa pada Kamis (15/1), terdapat jadwal distribusi menu basah. Menu ini terdiri dari spageti saus daging bolognese, tahu krispi, sawi hijau, wortel, dan jeruk.
Pada hari yang sama, paket menu kering untuk hari Sabtu juga dimajukan distribusinya. Hal ini dilakukan karena hari Jumat tidak ada distribusi makanan.
Wali murid kemudian mengunggah video menu kering tersebut, mengklaim menu itu tidak layak. Mereka juga menyebut jatah menu tersebut untuk konsumsi dua hari.
Advertisement
Padahal, menu kering yang diviralkan, berupa pisang, ubi ungu, dan susu kental manis, sebenarnya hanya untuk satu hari. Ini yang menimbulkan persepsi keliru di masyarakat.
Advertisement
Mediasi dan Klarifikasi Pihak Terkait
Menyikapi insiden tersebut, pihak SPPG segera berdiskusi dan melakukan mediasi. Mereka bertemu dengan penanggung jawab Program MBG di lapangan.
Hasil mediasi menunjukkan bahwa situasi kini telah kondusif dan aman. Semua pihak yang terlibat telah sepakat untuk berdamai agar masalah tidak berlarut-larut.
Penanggung Jawab (PIC) Nurul Anwar, Azizah, menyampaikan permohonan maaf kepada SPPG. Ia mengakui bahwa unggahan video oleh wali murid menyebabkan kesalahpahaman.
Advertisement
Azizah mengklarifikasi bahwa narasi video yang menyebut menu kering untuk dua hari adalah tidak benar. Ia telah berkomunikasi dengan wali murid yang bersangkutan.
Advertisement
Langkah Perbaikan dan Evaluasi Program MBG
Ageng Wicaksono menambahkan, evaluasi ke depan akan fokus pada penguatan sosialisasi. Sosialisasi ini ditujukan kepada orang tua murid.
Tujuannya adalah untuk mencegah terulangnya kesalahpahaman serupa di masa mendatang. Sejumlah poin perbaikan telah dicantumkan untuk keberlanjutan Program MBG.
Para wali murid yang sempat mengunggah video tersebut juga telah melakukan klarifikasi ulang di media sosial. Mereka mengunggah kembali informasi yang benar.
Advertisement
Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak SPPG telah memberikan tambahan menu pengganti. Selain itu, mereka juga telah membuat pesanan baru untuk penerima manfaat.
Sumber: AntaraNews