Tim SAR gabungan telah berhasil menemukan jenazah Viktor Kusa, korban terakhir dari insiden perahu bermotor yang terbalik dan tenggelam di Sungai Mamberamo, Kabupaten Mamberamo Raya, Provinsi Papua. Penemuan ini menandai berakhirnya operasi pencarian yang berlangsung intensif sejak kecelakaan terjadi. Dengan ditemukannya seluruh korban, tim SAR gabungan secara resmi menghentikan upaya pencarian.
Insiden tragis ini melibatkan sebuah perahu yang mengangkut enam penumpang dan mengalami kecelakaan pada Rabu, 14 Januari 2026. Perahu tersebut sedang melintasi perairan Sungai Mamberamo, yang juga dikenal dengan nama "Batavia", saat musibah terjadi. Awalnya, tiga penumpang dilaporkan hilang dan menjadi fokus utama operasi SAR.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Mamberamo Raya, AKBP Arifin, mengonfirmasi penemuan jenazah Viktor Kusa pada Sabtu, 17 Januari 2026. Penemuan ini melengkapi dua jenazah korban lainnya yang telah ditemukan lebih dahulu. Pihak berwenang juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar selalu waspada saat beraktivitas di Sungai Mamberamo.
Advertisement
Advertisement
Kronologi Penemuan Jenazah Korban Perahu Tenggelam Mamberamo
Operasi pencarian korban perahu tenggelam di Sungai Mamberamo Raya telah dilaksanakan dengan sigap oleh tim SAR gabungan. Dua hari setelah insiden, tepatnya pada Jumat, 16 Januari 2026, tim SAR berhasil menemukan dua korban pertama dalam kondisi meninggal dunia. Mereka adalah Kepala Kampung Sikari, Bertus Kusa, dan mantri atau petugas kesehatan Kampung Sikari, Speyel Sayuri.
Pencarian terus dilanjutkan untuk menemukan korban ketiga yang masih hilang, Viktor Kusa. Upaya keras tim SAR membuahkan hasil pada Sabtu, 17 Januari 2026, ketika jenazah Viktor Kusa akhirnya ditemukan. Kapolres Mamberamo Raya, AKBP Arifin, menyatakan bahwa dengan ditemukannya ketiga jenazah korban, seluruh operasi pencarian resmi dihentikan.
Penemuan ketiga korban ini membawa kelegaan bagi keluarga dan pihak berwenang, meskipun diwarnai duka mendalam. Proses identifikasi dan penyerahan jenazah kepada keluarga telah dilakukan sesuai prosedur. Keberhasilan operasi SAR ini menunjukkan koordinasi yang baik antarinstansi dalam menghadapi situasi darurat.
Advertisement
Advertisement
Pentingnya Kewaspadaan di Perairan Sungai Mamberamo
Menyusul insiden perahu tenggelam yang merenggut tiga nyawa, Kapolres Mamberamo Raya, AKBP Arifin, kembali mengingatkan pentingnya keselamatan. Beliau mengimbau seluruh warga masyarakat untuk senantiasa berhati-hati saat melintasi Sungai Mamberamo. Sungai ini dikenal memiliki karakteristik arus yang kuat dan tantangan tersendiri bagi pelayaran.
Sungai Mamberamo, yang juga dijuluki "Batavia", merupakan jalur transportasi vital bagi masyarakat setempat. Namun, potensi bahaya di perairan ini tidak bisa diabaikan, terutama saat kondisi cuaca ekstrem atau volume air sungai meningkat. Oleh karena itu, penggunaan alat keselamatan seperti pelampung dan pemeriksaan kondisi perahu menjadi sangat krusial sebelum melakukan perjalanan.
Pihak kepolisian dan instansi terkait akan terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan di perairan. Edukasi mengenai standar operasional prosedur (SOP) pelayaran dan penggunaan perlengkapan keselamatan diharapkan dapat meminimalisir risiko kecelakaan serupa di masa mendatang. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama bagi setiap individu yang beraktivitas di Sungai Mamberamo.
Advertisement
Sumber: AntaraNews