Tim Gabungan Berhasil Evakuasi Tujuh Motor Tenggelam Akibat Longsor di Telaga Sarangan

Insiden longsor di Telaga Sarangan, Magetan, menyebabkan tujuh unit sepeda motor wisatawan tercebur ke danau. Tim gabungan berhasil menuntaskan evakuasi motor Telaga Sarangan setelah berjam-jam.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tim Gabungan Berhasil Evakuasi Tujuh Motor Tenggelam Akibat Longsor di Telaga Sarangan
Insiden longsor di Telaga Sarangan, Magetan, menyebabkan tujuh unit sepeda motor wisatawan tercebur ke danau. Tim gabungan berhasil menuntaskan evakuasi motor Telaga Sarangan setelah berjam-jam. (AntaraNews)

MAGETAN – Petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Kepolisian Resor (Polres) Magetan, Jawa Timur, berhasil mengevakuasi tujuh unit sepeda motor milik wisatawan. Kendaraan tersebut tenggelam ke Telaga Sarangan setelah talud dan jalan di kawasan wisata populer itu mengalami longsor secara tiba-tiba pada Sabtu (17/1).

Plt Kepala Pelaksana BPBD Magetan, Cahaya Wijaya, menjelaskan bahwa longsor tersebut mengakibatkan delapan kendaraan bermotor dan tiga wisatawan sempat terseret material longsor. Beruntung, ketiga wisatawan tersebut tidak sampai tercebur ke telaga dan segera diamankan ke pos polisi terdekat.

Dari total delapan motor yang terdampak, satu unit kendaraan tersangkut di area tebing dan telah berhasil diangkat. Sementara itu, tujuh unit kendaraan lainnya tercebur ke telaga, memicu operasi evakuasi motor Telaga Sarangan yang intensif dari berbagai pihak.

Kronologi Longsor dan Dampaknya di Telaga Sarangan

Longsor yang terjadi di Telaga Sarangan berlokasi di talud dan jalan lingkar telaga, tepatnya di sisi sebelah selatan. Cahaya Wijaya menyebutkan bahwa dimensi longsor mencapai panjang sekitar 70 meter, lebar 2 meter, dan tinggi kira-kira 9 meter. Insiden ini diduga kuat dipicu oleh cuaca ekstrem dan curah hujan yang sangat tinggi dalam beberapa hari terakhir, yang memperlemah struktur tanah di kawasan tersebut.

Kendaraan yang tercebur dan tenggelam ke telaga merupakan milik para wisatawan yang kebetulan sedang memarkirkan motor mereka di dekat area longsor. Meskipun demikian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, dan para wisatawan yang berada di lokasi saat itu berhasil menyelamatkan diri dari bahaya.

BPBD Magetan juga mencatat bahwa longsor dengan skala kecil telah terjadi di beberapa titik di kawasan Telaga Sarangan dalam beberapa hari terakhir sebelum insiden besar ini. Hal ini mengindikasikan adanya kerentanan geologis di area tersebut yang perlu mendapat perhatian serius.

Proses Evakuasi Motor di Telaga Sarangan yang Menantang

Proses evakuasi motor di Telaga Sarangan melibatkan tim terpadu yang terdiri dari BPBD Magetan, lifeguard Dinas Pariwisata, personel kepolisian dari Polsek Plosan dan Polres Magetan, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, serta para relawan dan warga sekitar. Upaya pengangkatan kendaraan ini berlangsung selama berjam-jam, menghadapi tantangan berat karena kedalaman telaga di titik tenggelamnya motor mencapai kisaran 6-7 meter.

Wakapolres Magetan, Kompol Dodik Wibowo, menjelaskan bahwa kendaraan yang berhasil diangkat meliputi satu unit NMax dan tiga unit RX King milik rombongan dari Boyolali. Selain itu, satu unit Honda Beat milik rombongan dari Yogyakarta, serta dua unit Honda Grand milik wisatawan dari Surabaya dan Jepara juga berhasil dievakuasi.

Seluruh kendaraan akhirnya berhasil diangkat ke permukaan pada pukul 16.25 WIB. Tidak lama kemudian, pada pukul 16.53 WIB, semua kendaraan telah diserahkan kembali kepada pemiliknya, menandai berakhirnya operasi pencarian dan evakuasi motor Telaga Sarangan.

Langkah Antisipasi dan Peningkatan Keselamatan Wisatawan

Merespons serangkaian kejadian longsor di Telaga Sarangan, BPBD Magetan menjadwalkan rapat koordinasi penting dengan Dinas Pariwisata serta jajaran TNI-Polri. Rapat ini bertujuan untuk membahas langkah-langkah konkret dalam peningkatan keselamatan bagi para pengunjung kawasan wisata Sarangan di masa mendatang.

Peningkatan pengawasan terhadap kondisi geologis dan infrastruktur di sekitar Telaga Sarangan menjadi prioritas utama. Selain itu, edukasi kepada wisatawan mengenai potensi bahaya dan zona aman juga akan diperkuat untuk mencegah terulangnya insiden serupa.

Kolaborasi antarlembaga ini diharapkan dapat menghasilkan strategi mitigasi bencana yang komprehensif, memastikan Telaga Sarangan tetap menjadi destinasi wisata yang aman dan nyaman bagi seluruh pengunjung.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi