TNI Angkatan Darat mengerahkan sedikitnya delapan Satuan Setingkat Kompi (SSK) untuk membantu pencarian pesawat Indonesia Air Transport (IAT) jenis ATR 42-400 yang hilang kontak di kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Maros–Pangkep. Upaya pencarian juga diperkuat dengan penggunaan drone.
Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjend TNI Bangun Nawoko mengatakan Kodam XIV Hasanuddin telah mengerahkan lima SSK ke lokasi diduga jatuhnya pesawat Indonesia Air Transport.
"Kita sudah siapkan 5 SSK. Itu lengkap mulai dari tim kesehatan, komunikasi, kemudian bahkan tim topografi," ujarnya kepada wartawan di Kantor Basarnas Makassar, Sabtu (17/1).
Advertisement
Mengerahkan Drone
Selain itu, kata Bangun, TNI juga mengerahkan drone. Tak hanya itu, TNI AD juga mengirimkan starlink untuk membantu komunikasi
"Kita nanti akan banyak menggerakkan drone-drone dalam rangka pencarian ini. Kemudian, kita juga menggerakkan tim komunikasi. Sekarang tim yang membawa alat komunikasi, Starlink," tuturnya.
Bangun menyebut suit berkomunikasi dengan Dandim 1422/Maros dan Babinsa yang turut terlibat melakukan pencarian.
"Di sana komunikasinya cukup sulit. Saya agak sulit hubungan dengan Dandim yang ada di depan yang bisa memudahkan untuk pengendalian kegiatan operasi pencarian dan penyelamatan," tuturnya.
Advertisement
Komando Cadangan Strategis
Selain dari Kodam XIV Hasanuddin, Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) sebanyak 3 SSK. Sementara Lanud Hasanuddin dan Paskhas TNI AU mengerahkan 90 pasukan.
"Kemudian tadi dari Lanud ada sekitar 60, kemudian dari Paskhas sekitar 25-30. Kemudian jajaran Basarnas juga sudah bergerak dibantu oleh masyarakat.," ucapnya.