Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh Proyek Strategis Nasional yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Komitmen ini disampaikan langsung oleh Rektor UMI, Prof. Dr. Hambali Thalib, di Makassar pada Jumat (16/1).
Kesiapan UMI ini diwujudkan melalui upaya keras dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul. Fokus utama disasar pada sektor-sektor krusial seperti kesehatan, ketahanan pangan, energi, teknologi, serta penguatan karakter kebangsaan.
Pernyataan ini muncul setelah Prof. Hambali Thalib mengikuti Taklimat Awal Tahun Presiden di Jakarta, yang dipimpin langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi perguruan tinggi untuk menyelaraskan visi dengan agenda pembangunan nasional.
Advertisement
Advertisement
Komitmen UMI dalam Menghasilkan SDM Unggul
Rektor UMI, Prof. Dr. Hambali Thalib, menegaskan bahwa UMI bertekad melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan integritas tinggi. Lulusan UMI diharapkan siap mengabdi bagi bangsa dan negara.
Beliau juga menekankan bahwa riset yang dilakukan UMI diarahkan untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat menjadi prioritas, sementara pendidikan diposisikan sebagai investasi peradaban.
Komitmen ini sejalan dengan kebutuhan nasional akan talenta-talenta berkualitas di berbagai sektor strategis. UMI berupaya memastikan bahwa setiap lulusannya memiliki kompetensi relevan dan etos kerja yang tinggi.
Advertisement
Advertisement
Peran Perguruan Tinggi dalam Sistem Ketahanan Negara
Prof. Hambali Thalib menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Presiden Prabowo yang secara terbuka mengajak perguruan tinggi untuk menjadi bagian integral dari sistem ketahanan negara. Menurutnya, ini adalah amanah kebangsaan yang harus diemban.
Presiden Prabowo memberikan pesan jelas bahwa kampus tidak boleh berjalan sendiri, melainkan harus bersinergi dengan negara dalam mencapai tujuan pembangunan. UMI memandang pertemuan ini bukan sekadar undangan kehormatan, tetapi sebuah panggilan untuk berkontribusi lebih besar.
Sinergi antara pemerintah dan institusi pendidikan tinggi sangat penting untuk menciptakan ekosistem yang mendukung inovasi dan kemajuan. Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak pemimpin masa depan dan solusi bagi tantangan bangsa.
Advertisement
Advertisement
Pembahasan Isu Strategis Pendidikan Tinggi Nasional
Dalam forum Taklimat Awal Tahun tersebut, Rektor UMI turut mendampingi Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) dalam konferensi pers pasca-taklimat. Kehadiran ini menandai konsolidasi kebijakan strategis pendidikan tinggi nasional menghadapi fase pembangunan 2025–2045.
Berbagai isu strategis pendidikan tinggi nasional dibahas secara mendalam. Salah satu poin penting adalah kekurangan tenaga dokter yang masih melampaui 100 ribu orang secara nasional, sebuah tantangan besar bagi sistem kesehatan Indonesia.
Selain itu, pertemuan tersebut juga membahas peningkatan kualitas dan kesejahteraan dosen, penguatan sarana dan prasarana kampus, serta keberlanjutan pembiayaan perguruan tinggi. Tujuannya adalah agar pendidikan tetap berkualitas tanpa membebani mahasiswa dan masyarakat.
Advertisement
Kehadiran Rektor UMI dalam forum kenegaraan di Istana Negara ini menegaskan posisi UMI sebagai perguruan tinggi swasta terkemuka di Kawasan Timur Indonesia. UMI tidak hanya berfokus pada pengembangan institusi, tetapi juga aktif menjaga masa depan negara melalui pendidikan tinggi, sains, dan pengabdian kebangsaan.
Sumber: AntaraNews