Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid menyalurkan bantuan logistik kepada korban bencana alam banjir di Perumahan Taman Cikande, Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten. Kunjungan ini dilakukan pada Jumat (16/1), di mana Bupati Maesyal berinteraksi langsung dengan masyarakat terdampak.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Maesyal juga meninjau langsung titik lokasi banjir terparah di RW 03 Perumahan Taman Cikande. Ketinggian air di area tersebut dilaporkan mencapai hingga dua meter, menunjukkan parahnya dampak bencana.
Maesyal didampingi oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, serta Camat Jayanti. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam penanganan bencana banjir di wilayah tersebut.
Advertisement
Advertisement
Respons Cepat dan Bantuan Logistik untuk Korban Banjir
Pemerintah daerah Kabupaten Tangerang bergerak cepat dalam merespons bencana banjir yang melanda Perumahan Taman Cikande. Bupati Maesyal menegaskan bahwa pihaknya telah memenuhi kebutuhan logistik dasar bagi para korban.
Bantuan logistik yang disalurkan meliputi bahan makanan pokok seperti telur dan makanan siap saji, yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat terdampak. “Hari ini kami alhamdulillah bisa bertemu langsung dengan masyarakat di Perumahan Taman Cikande, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, untuk melihat secara langsung kondisi banjir yang terjadi di wilayah ini,” ujar Maesyal di Tangerang.
Peninjauan langsung ini tidak hanya bertujuan untuk menyalurkan bantuan, tetapi juga untuk mendapatkan gambaran nyata kondisi di lapangan. Hal ini penting sebagai dasar pengambilan kebijakan lebih lanjut dalam penanganan bencana. Tim gabungan terus berupaya memastikan bantuan sampai ke tangan yang membutuhkan.
Advertisement
Advertisement
Usulan Solusi Jangka Panjang: Tanggul dan Pintu Air
Selain memberikan bantuan darurat, Bupati Maesyal juga berdialog langsung dengan warga untuk mengidentifikasi solusi jangka panjang penanganan banjir. Diskusi ini menghasilkan beberapa usulan penting dari masyarakat setempat.
Salah satu usulan utama adalah pembangunan tanggul di Sungai Cidurian, yang dianggap sebagai penyebab utama luapan air. Selain itu, warga juga mengusulkan pembangunan pintu air antara Sungai Cidurian dan Sungai Parung Ceri.
Maesyal menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk menindaklanjuti usulan tersebut. “Permohonan-permohonan ini akan segera kami bahas dan tindak lanjuti yang terbaik untuk masyarakat,” ungkapnya.
Advertisement
Namun, pembangunan tanggul dan pintu air memerlukan koordinasi lebih lanjut dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), mengingat kewenangan sungai besar berada di pemerintah pusat. Meskipun demikian, Pemerintah Kabupaten Tangerang akan terus berupaya agar pembangunan pintu air dapat direalisasikan lebih cepat. “Mudah-mudahan ini bisa kita lakukan di 2026, paling lambat 2027. Kami mohon doa dari masyarakat agar upaya ini bisa segera terealisasi sesuai ketentuan yang berlaku,” paparnya.
Advertisement
Pemantauan Menyeluruh dan Tanggung Jawab Bersama
Bupati Maesyal menegaskan bahwa penanganan banjir di Kabupaten Tangerang merupakan prioritas yang terus dipantau secara intensif. Dalam beberapa hari terakhir, pihaknya telah turun langsung ke berbagai wilayah terdampak banjir.
Wilayah-wilayah yang telah dipantau meliputi Kosambi, Teluknaga, Kresek, Pakuhaji, dan terbaru di Jayanti. Hal ini menunjukkan upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam meninjau dan merespons situasi bencana di berbagai lokasi.
Secara keseluruhan, banjir di daerah tersebut telah mencakup 24 kecamatan dengan 119 desa dan kelurahan, serta berdampak pada sekitar 14 ribu kepala keluarga atau 62 ribu jiwa. Maesyal menekankan pentingnya kerja sama semua pihak.
Advertisement
“Ini menjadi tanggung jawab kita bersama, mulai dari pemerintah daerah, para camat, kepala desa, hingga unsur Muspika dan Muspida. Saya ucapkan terima kasih atas kerja sama dan kerja keras semua pihak,” katanya, mengapresiasi kolaborasi dalam penanganan bencana.
Sumber: AntaraNews