Pemkab Sigi Dorong Implementasi Asta Cita Prabowo untuk Pembangunan Desa Berkelanjutan

Pemerintah Kabupaten Sigi mengajak seluruh kepala desa mengimplementasikan Asta Cita Prabowo keenam guna mewujudkan pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan dari desa, mendorong pembangunan berkelanjutan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Sigi Dorong Implementasi Asta Cita Prabowo untuk Pembangunan Desa Berkelanjutan
Pemerintah Kabupaten Sigi mengajak seluruh kepala desa mengimplementasikan Asta Cita Prabowo keenam guna mewujudkan pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan dari desa, mendorong pembangunan berkelanjutan. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah, mendorong seluruh kepala desa (kades) di wilayahnya untuk bersama-sama mengimplementasikan Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto. Dorongan ini bertujuan untuk membangun Indonesia dari desa dan dari bawah, demi pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan secara menyeluruh. Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae menyampaikan hal ini saat peringatan Hari Desa Nasional di Kabupaten Sigi, Jumat (16/1).

Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto berfokus pada pembangunan yang dimulai dari tingkat desa, menjadikannya fondasi utama pemerataan ekonomi nasional dan upaya pengentasan kemiskinan. Momentum Hari Desa Nasional ini menjadi refleksi dan komitmen pemerintah daerah dalam membangun desa secara berkelanjutan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan desa.

Upaya mewujudkan visi ini melibatkan peningkatan infrastruktur penghubung antar desa guna mendorong pemerataan pembangunan di wilayah tersebut. Selain itu, kolaborasi erat antara seluruh desa dengan pemerintah daerah sangat diperlukan untuk menciptakan desa yang maju, mandiri, dan berdaya saing.

Asta Cita Prabowo: Fondasi Pemerataan Ekonomi dan Pengentasan Kemiskinan

Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya pembangunan yang berpusat pada desa sebagai strategi utama untuk mencapai pemerataan ekonomi dan memberantas kemiskinan di Indonesia. Visi ini menggarisbawahi bahwa kemajuan bangsa harus dimulai dari akar rumput, yaitu desa. Dengan memberdayakan desa, diharapkan kesenjangan ekonomi antara perkotaan dan pedesaan dapat diminimalisir.

Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, menegaskan bahwa peringatan Hari Desa Nasional menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam pembangunan desa secara berkelanjutan. Ia mengajak para kades untuk menjadikan Asta Cita ini sebagai panduan dalam setiap program pembangunan di desa masing-masing. Sinergi antara pemerintah daerah dan desa menjadi kunci keberhasilan implementasi visi besar ini.

Peran aktif kepala desa sangat krusial dalam mewujudkan cita-cita tersebut, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan program pembangunan. Melalui pendekatan dari bawah, diharapkan kebutuhan riil masyarakat desa dapat terakomodasi dengan baik, sehingga pembangunan lebih tepat sasaran dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesejahteraan warga.

Peningkatan Infrastruktur dan Konektivitas Wilayah Sigi

Pemerintah daerah Kabupaten Sigi terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur sebagai penunjang utama pemerataan pembangunan antar desa. Peningkatan aksesibilitas jalan menjadi prioritas untuk memperlancar mobilitas warga dan distribusi barang serta jasa. Hal ini penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan membuka peluang baru bagi masyarakat desa.

Sebagai contoh nyata, Rizal menyebutkan bahwa jalan Poros Palu–Kulawi saat ini sudah teraspal, meningkatkan kenyamanan dan efisiensi perjalanan. Selain itu, proyek jalan penghubung antara Lembantongoa dan Sausu, yang menghubungkan Kabupaten Sigi dengan Kabupaten Parigi Moutong, sedang dalam tahap pengerjaan. Proyek-proyek ini menunjukkan komitmen Pemkab Sigi dalam memperkuat jaringan transportasi daerah.

Lebih lanjut, Pemkab Sigi juga akan merealisasikan program nasional 'Satu Kabupaten Satu Jembatan' di wilayahnya. Program ini merupakan bentuk dukungan pemerintah pusat dalam memperkuat konektivitas wilayah pedesaan. Dengan adanya jembatan-jembatan baru, diharapkan isolasi antar desa dapat teratasi, sehingga mempermudah akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi bagi seluruh warga.

Inovasi Pelayanan Publik dan Program Strategis Desa

Selain fokus pada pembangunan fisik, Bupati Rizal juga mengimbau seluruh kepala desa untuk melakukan perbaikan signifikan dalam pelayanan publik kepada masyarakat. Peningkatan kualitas pelayanan menjadi indikator penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang baik. Kebersihan lingkungan desa juga menjadi perhatian utama, dengan harapan setiap desa dapat menciptakan suasana yang bersih dan nyaman bagi warganya.

Dalam rangka mendorong peningkatan kualitas lingkungan, Pemkab Sigi akan melakukan penilaian terhadap desa-desa di Kabupaten Sigi selama enam bulan ke depan. Penilaian ini mencakup sanitasi, kebersihan halaman rumah warga, dan pemanfaatan lahan pekarangan. Hasil penilaian tersebut rencananya akan diumumkan pada bulan Juni mendatang, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Sigi ke-18.

Sebagai bagian dari upaya peningkatan pelayanan publik dan pembangunan desa berbasis inovasi, Bupati Sigi juga meluncurkan tiga program strategis. Program-program ini dirancang untuk memberikan solusi konkret terhadap berbagai tantangan di tingkat desa dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

  • Smart Kampung: Program yang bertujuan untuk mengintegrasikan teknologi dalam pengelolaan desa, meningkatkan efisiensi pelayanan, dan memfasilitasi partisipasi masyarakat.
  • Pena Kaili (Pelayanan Akta Kematian Online): Inovasi pelayanan administrasi kependudukan yang memungkinkan pengurusan akta kematian secara daring, mempermudah dan mempercepat proses bagi warga.
  • Pakagali Pakagaya Ngata: Program yang berfokus pada pengembangan potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat untuk kemajuan desa secara menyeluruh.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi