Pemerintah Kabupaten Bangka Barat (Pemkab Bangka Barat) mengambil langkah proaktif dalam menjaga kelestarian lingkungan vital. Mereka resmi membentuk Tim Relawan Tahura Menumbing pada Selasa (13/1) di Mentok. Inisiatif strategis ini bertujuan untuk memperkuat pengawasan dan pelestarian Taman Hutan Raya (Tahura) Gunung Menumbing yang merupakan aset berharga.
Pembentukan tim relawan ini merupakan wujud nyata komitmen Pemkab Bangka Barat terhadap perlindungan kawasan hutan. Wakil Bupati Bangka Barat, Yus Derahman, menegaskan pentingnya kerja sama semua pihak terkait. Beliau menyatakan bahwa pelestarian Tahura Gunung Menumbing adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.
Tim Relawan Tahura Menumbing akan melibatkan berbagai elemen masyarakat dari tingkat akar rumput. Mulai dari kepala dusun, RT, RW, hingga warga desa dan kelurahan yang berada di sekitar kawasan. Keterlibatan aktif ini diharapkan mampu mengoptimalkan pengamanan serta upaya pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
Pentingnya Partisipasi Masyarakat dalam Pelestarian Hutan
Wakil Bupati Yus Derahman menekankan bahwa pelestarian Tahura Gunung Menumbing membutuhkan sinergi kuat dari berbagai pihak. Pemerintah daerah terus mendorong partisipasi aktif masyarakat lokal. Terutama bagi mereka yang tinggal di desa dan kelurahan sekitar kawasan hutan, karena merekalah garda terdepan.
Keterlibatan masyarakat lokal sangat krusial dalam menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem. Mereka diharapkan mampu berperan ganda sebagai pengaman sekaligus pelestari. Hal ini karena mereka adalah pihak yang paling dekat dengan kondisi Tahura dan memahami dinamikanya.
Pembentukan Tim Relawan Tahura Menumbing menjadi salah satu langkah konkret yang diambil Pemkab. Tim gabungan ini akan membantu pengawasan dan pelestarian secara efektif. Peran instansi yang sudah ada tetap dihormati dan didukung penuh dalam upaya kolaboratif ini.
Advertisement
Advertisement
Keterbatasan Personel dan Upaya Penambahan Kekuatan
Pembentukan relawan ini menjadi sangat penting mengingat keterbatasan personel pengamanan hutan yang ada saat ini. Saat ini, jumlah petugas yang bertanggung jawab hanya lima orang. Angka ini tentu tidak ideal untuk mengawasi area seluas ribuan hektare yang membutuhkan perhatian ekstra.
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka Barat telah diminta untuk segera mengusulkan penambahan personel. Penambahan ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengawasan dan patroli rutin. Hal ini juga untuk memastikan keamanan Tahura Gunung Menumbing secara optimal dari berbagai ancaman.
Dengan luas sekitar 3.354,02 hektare, pengelolaan Tahura Menumbing memerlukan sumber daya yang memadai dan berkelanjutan. Penambahan personel akan melengkapi peran relawan yang sudah ada. Ini akan menciptakan sistem pengamanan yang lebih komprehensif dan tangguh di lapangan.
Advertisement
Advertisement
Melawan Aktivitas Ilegal dan Warisan Generasi Mendatang
Pengelolaan Tahura Menumbing akan terus dilakukan secara partisipatif, melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Contohnya adalah peran aktif Kelompok Tani Hutan Pelawan yang selama ini ikut mendukung pariwisata alam. Mereka juga secara konsisten menjaga kelestarian hutan di kawasan tersebut.
Pemkab Bangka Barat mengingatkan semua pihak untuk bersama-sama mencegah aktivitas ilegal yang merusak. Tindakan seperti penebangan pohon secara liar dan penambangan tanpa izin harus dihentikan tanpa kompromi. Para pelaku tidak boleh diberikan ruang sedikit pun untuk merusak lingkungan yang berharga ini.
Tujuan utama dari semua upaya ini adalah menjaga Tahura Menumbing agar tetap lestari dan asri. Kawasan hutan ini harus dapat diwariskan kepada generasi yang akan datang dalam kondisi terbaiknya. Kelestarian lingkungan menjadi investasi penting bagi masa depan dan kesejahteraan Bangka Barat.
Advertisement
Sumber: AntaraNews