Banjir Rendam Flyover Pantoloan Palu, BPBD Sulteng Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem

Kawasan Flyover Pantoloan Palu terendam banjir akibat luapan sungai. BPBD Sulteng bergerak cepat, memastikan tidak ada korban jiwa dan mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Banjir Rendam Flyover Pantoloan Palu, BPBD Sulteng Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem
Kawasan Flyover Pantoloan Palu terendam banjir akibat luapan sungai setelah hujan deras, mengganggu lalu lintas. BPBD Sulteng bergerak cepat menangani Banjir Flyover Pantoloan Palu, namun warga diimbau tetap waspada. (AntaraNews)

Kawasan strategis Flyover Pantoloan Palu, Sulawesi Tengah, dilaporkan terendam banjir pada Minggu (11/1) siang. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 11.35 WITA, mengganggu aktivitas lalu lintas di area tersebut.

Banjir yang melanda Kecamatan Tawaeli, Kota Palu, ini disebabkan oleh luapan air sungai dari wilayah Desa Labuan. Curah hujan dengan intensitas tinggi menjadi pemicu utama meningkatnya debit air sungai hingga meluber ke badan jalan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng, Asbudianto, menjelaskan bahwa kondisi ini menyebabkan arus lalu lintas tersendat. Pihaknya segera berkoordinasi untuk penanganan lebih lanjut.

Intensitas curah hujan yang tinggi di wilayah Palu menjadi faktor utama di balik insiden banjir ini. Debit air sungai di Desa Labuan meningkat drastis, melampaui kapasitas alirannya dan akhirnya meluap.

Luapan air sungai tersebut kemudian menggenangi area sekitar Flyover Pantoloan, termasuk badan jalan utama. Hal ini secara langsung berdampak pada kelancaran arus lalu lintas di salah satu jalur vital Kota Palu.

Pengguna jalan yang melintas di kawasan Flyover Pantoloan Palu mengalami hambatan signifikan. Kendaraan harus melaju perlahan, menyebabkan antrean panjang dan mengganggu jadwal perjalanan masyarakat.

Meskipun demikian, laporan awal tidak menunjukkan adanya kerusakan infrastruktur yang parah. Fokus utama saat ini adalah memastikan kelancaran lalu lintas dan keamanan warga.

Menanggapi laporan banjir, BPBD Sulteng segera mengambil langkah cepat untuk penanganan. Plt Kepala BPBD Sulteng, Asbudianto, mengonfirmasi koordinasi dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kota Palu.

Tim gabungan tersebut langsung diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan kaji cepat dan pemantauan kondisi. Asesmen awal difokuskan pada rumah warga yang berpotensi terdampak oleh luapan air.

Berdasarkan hasil asesmen sementara, tidak ada laporan mengenai korban jiwa akibat banjir Flyover Pantoloan Palu. Selain itu, belum ada warga yang harus mengungsi dari tempat tinggalnya.

Pihak BPBD juga menyatakan bahwa kebutuhan mendesak belum dilaporkan oleh masyarakat sekitar. Ini menunjukkan bahwa dampak langsung banjir dapat diminimalisir berkat respons cepat.

Asbudianto menyampaikan bahwa kondisi air di kawasan Flyover Pantoloan telah mulai berangsur surut. Situasi di lokasi kejadian juga dilaporkan sudah kembali kondusif dan aman terkendali.

Meskipun demikian, BPBD Sulteng tetap mengimbau masyarakat untuk tidak lengah. Kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem harus tetap dijaga, terutama saat curah hujan tinggi kembali terjadi.

Potensi luapan sungai, khususnya di wilayah yang berdekatan dengan aliran air, menjadi perhatian serius. Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari pihak berwenang.

Langkah antisipasi seperti membersihkan saluran air dan tidak membuang sampah sembarangan dapat membantu mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Kesiapsiagaan kolektif sangat penting untuk mitigasi bencana.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi