Dinas Bina Marga DKI Jakarta telah menambal setidaknya 40 titik lubang di Jalan Layang (flyover/FO) Pesing. Lokasi perbaikan ini berada di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, sebuah ruas vital bagi mobilitas warga.
Penambalan ini dilakukan pada Jumat (9/1) oleh petugas Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat. Tindakan cepat ini menyusul adanya laporan sejumlah mobil pecah ban usai melintasi jalan layang tersebut.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, mengonfirmasi upaya perbaikan ini. Lubang-lubang tersebut memiliki ukuran bervariasi, antara 30 hingga 50 sentimeter persegi.
Advertisement
Advertisement
Respons Cepat Dinas Bina Marga DKI Jakarta Atasi Lubang Jalan Layang Pesing
Petugas Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat bekerja sigap menambal puluhan lubang yang tersebar di Jalan Layang Pesing. Total 40 titik lubang berhasil ditangani dalam waktu singkat untuk mengembalikan kelancaran lalu lintas. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap keluhan masyarakat dan insiden yang terjadi. Perbaikan jalan menjadi prioritas utama demi keselamatan pengendara.
Siti Dinarwenny, Kapusdatin Bina Marga DKI Jakarta, menjelaskan bahwa proses penambalan rampung pada Jumat (9/1). "Total ada 40 titik lubang yang sudah ditambal oleh petugas Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat," kata Siti Dinarwenny. Ia menambahkan bahwa ukuran lubang cukup bervariasi, menciptakan potensi bahaya bagi kendaraan. "Kira-kira antara 30-50 sentimeter persegi," ujarnya.
Dinas Bina Marga berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi jalan. Pemantauan rutin ini bertujuan untuk mendeteksi dini ruas-ruas jalan yang bermasalah atau rusak. Setiap laporan kerusakan akan ditindaklanjuti secepat mungkin demi keamanan dan kenyamanan pengguna jalan. Upaya ini menunjukkan keseriusan pemerintah kota dalam menjaga infrastruktur.
Advertisement
Advertisement
Insiden Ban Pecah dan Keluhan Warga di Jalan Layang Pesing
Sebelum penambalan, Jalan Layang Pesing menjadi sorotan setelah sejumlah mobil mengalami pecah ban. Insiden ini diduga kuat akibat jalan berlubang yang tersebar di sepanjang jalur layang tersebut. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan pengguna jalan. Kondisi jalan yang rusak parah sangat membahayakan keselamatan berkendara.
Seorang saksi mata, Yoyon (32), pedagang kaki lima di sekitar lokasi, menceritakan kejadian tersebut. "Iya memang banyak (mobil pecah ban) semalam, kalau dihitung sepertinya hampir 10 mobil," kata Yoyon. Ia menambahkan bahwa mobil-mobil yang terdampak terpaksa meminggir di sisi Jalan Daan Mogot pada Kamis (8/1) malam. Situasi ini tentu sangat mengganggu arus lalu lintas dan menimbulkan kerugian bagi pengendara.
Yoyon juga mengungkapkan bahwa kerusakan jalan di Jalan Layang Pesing bukanlah hal baru. Ia mengaku jalan tersebut sudah beberapa kali diperbaiki, namun sering kali kembali rusak. "Iya emang sering (jalanan berlubang). Katanya, udah sering ditambal, tapi bolong lagi, rusak mulu," ucap Yoyon. Keluhan ini menyoroti perlunya solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah kerusakan jalan di lokasi tersebut.
Advertisement
Advertisement
Komitmen Pemantauan Berkelanjutan Demi Keamanan Pengguna Jalan
Dinas Bina Marga DKI Jakarta menegaskan bahwa pemantauan jalan secara rutin adalah bagian dari tugas pokok mereka. Pemantauan ini mencakup seluruh ruas jalan di wilayah DKI Jakarta. Tujuannya adalah untuk memastikan semua infrastruktur jalan dalam kondisi prima. Ini merupakan langkah proaktif untuk mencegah terjadinya insiden serupa di masa mendatang.
Siti Dinarwenny menambahkan, "Pemantauan secara rutin memang sudah menjadi tugas dari Dinas Bina Marga. Adapun saat ditemui masalah, Dinas Bina Marga berupaya secepat mungkin menindaklanjuti demi keamanan dan kenyamanan pengguna jalan." Pernyataan ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah. Mereka berjanji untuk selalu responsif terhadap setiap permasalahan jalan yang ditemukan.
Upaya perbaikan dan pemantauan berkelanjutan ini sangat penting untuk menjaga kualitas jalan. Jalan yang baik tidak hanya meningkatkan kenyamanan berkendara, tetapi juga mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam melaporkan kerusakan jalan sangat diharapkan. Ini demi terciptanya lingkungan berkendara yang lebih aman dan nyaman bagi semua.
Advertisement
Sumber: AntaraNews