Tim SAR Gabungan Intensifkan Pencarian Pemancing Hilang di Tebing Grendan Gunungkidul

Tim SAR gabungan terus berupaya menemukan dua pemancing yang dilaporkan hilang di Tebing Grendan, Gunungkidul, setelah peralatan mereka ditemukan tanpa pemilik. Pencarian Pemancing Hilang Gunungkidul ini menghadapi kendala cuaca ekstrem.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tim SAR Gabungan Intensifkan Pencarian Pemancing Hilang di Tebing Grendan Gunungkidul
Tim SAR gabungan terus berupaya menemukan dua pemancing yang dilaporkan hilang di Tebing Grendan, Gunungkidul, setelah peralatan mereka ditemukan tanpa pemilik. Pencarian Pemancing Hilang Gunungkidul ini menghadapi kendala cuaca ekstrem. (AntaraNews)

Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan melancarkan operasi pencarian terhadap dua orang pemancing yang diduga hilang di kawasan tebing Grendan Jepitu, Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Sabtu (10/1). Laporan hilangnya kedua pemancing ini diterima oleh petugas siaga Kantor SAR Yogyakarta pada Sabtu pagi. Insiden ini memicu respons cepat dari berbagai elemen SAR dan instansi terkait untuk menemukan korban.

Kepala Kantor SAR Yogyakarta, Rio Banupanitis, menyatakan bahwa satu tim penyelamat dari Pos SAR Gunungkidul segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk koordinasi. Tim tersebut bertugas untuk memulai upaya pencarian terhadap dua pemancing tersebut. Operasi ini melibatkan berbagai peralatan canggih demi efektivitas pencarian di medan yang sulit.

Dugaan hilangnya pemancing muncul setelah seorang saksi menemukan peralatan pancing dan beberapa makanan minuman di spot mancing tebing Grendan tanpa ada pemiliknya. Penemuan ini terjadi sekitar pukul 06.30 WIB pada Sabtu (10/1), yang kemudian segera dilaporkan ke pihak SAR. Informasi ini juga menyebar di grup pemancing, menguatkan dugaan bahwa barang-barang tersebut milik teman saksi yang diduga hilang.

Upaya Pencarian dengan Teknologi Canggih

Dalam operasi Pencarian Pemancing Hilang Gunungkidul ini, tim SAR gabungan dilengkapi dengan berbagai peralatan modern untuk menunjang efektivitas pencarian. Peralatan water rescue dan drone thermal menjadi andalan dalam menyisir area tebing dan perairan sekitar. Penggunaan teknologi ini diharapkan dapat mempercepat penemuan korban di tengah kondisi geografis yang menantang.

Tim SAR gabungan dibagi menjadi dua Search Rescue Unit (SRU) untuk memaksimalkan cakupan area pencarian. SRU darat fokus melakukan penyisiran di seputaran tempat kejadian perkara (TKP) di tebing Grendan. Sementara itu, SRU laut bergerak menggunakan dua perahu jukung untuk menyisir perairan lepas.

Satu perahu jukung SRU laut berlayar dari Pantai Sadeng ke arah barat menuju TKP, mencakup radius hingga tiga mil laut. Perahu jukung lainnya bergerak dari Pantai Siung ke timur menuju TKP, dengan jarak sekitar 1,5 mil laut. Pembagian tugas ini memastikan bahwa area darat maupun laut dapat terjangkau secara komprehensif.

Kendala Cuaca dan Kronologi Kejadian

Operasi pencarian pada hari pertama menghadapi kendala signifikan akibat kondisi cuaca ekstrem di lokasi. Hujan deras disertai angin yang cukup kencang melanda area tebing Grendan, mempersulit pergerakan tim di darat. Selain itu, gelombang laut juga mengalami peningkatan, menambah tantangan bagi SRU laut dalam melakukan penyisiran.

Rio Banupanitis menjelaskan bahwa upaya pencarian hingga pukul 17.00 WIB pada Sabtu (10/1) belum membuahkan hasil. Dengan kondisi tersebut, tim SAR gabungan memutuskan untuk melanjutkan operasi pencarian pada Minggu (11/1). Keputusan ini diambil demi keselamatan tim dan untuk mengoptimalkan hasil pencarian di hari berikutnya.

Kronologi kejadian bermula pada Sabtu (10/1) pukul 06.30 WIB, ketika seorang saksi menemukan peralatan mancing dan bekal makanan minuman di spot mancing tebing Grendan yang kosong. Penemuan ini menimbulkan kecurigaan karena tidak ada pemiliknya di sekitar lokasi. Saksi segera melaporkan temuan ini kepada pihak SAR.

Sekitar pukul 07.00 WIB, saksi menerima informasi dari grup pemancing bahwa ada orang yang diduga hilang di Tebing Grendan. Informasi ini menguatkan dugaan sebelumnya, karena barang-barang yang ditemukan sesuai dengan milik temannya. Laporan ini kemudian ditindaklanjuti ke TKP dan diinformasikan kepada Polair, Polsek, TNI AL, serta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dan instansi terkait lainnya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi