Bantuan Logistik Korban Banjir Halmahera Utara Disalurkan UPP Tobelo untuk Ringankan Beban Warga

Kantor UPP Tobelo bersama mitra kerja menyalurkan bantuan logistik korban banjir Halmahera Utara, meringankan beban ribuan warga terdampak bencana alam yang melanda wilayah tersebut.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bantuan Logistik Korban Banjir Halmahera Utara Disalurkan UPP Tobelo untuk Ringankan Beban Warga
Kantor UPP Tobelo bersama mitra kerja menyalurkan bantuan logistik korban banjir Halmahera Utara, meringankan beban ribuan warga terdampak bencana alam yang melanda wilayah tersebut. (AntaraNews)

Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas I Tobelo di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, menunjukkan kepeduliannya terhadap korban bencana. Mereka bersama mitra kerja telah menyalurkan bantuan logistik penting. Penyaluran ini dilakukan melalui pemerintah kabupaten setempat untuk memastikan distribusi yang tepat sasaran.

Bantuan ini merupakan respons cepat terhadap musibah banjir yang melanda daerah tersebut pada Rabu (7/1) kemarin. Ribuan jiwa terdampak dan banyak rumah mengalami kerusakan akibat bencana alam ini. Inisiatif UPP Tobelo diharapkan dapat memberikan dukungan moril dan materiil bagi masyarakat yang sedang menghadapi cobaan.

Kasubag Tata Usaha dan Pelaksana Harian UPP Tobelo, Noh Said, menegaskan bahwa aksi ini adalah bentuk solidaritas. Tujuannya adalah membantu meringankan beban masyarakat yang betul-betul terdampak banjir. Bantuan tersebut diharapkan dapat bermanfaat di tengah situasi sulit yang sedang dihadapi warga Halmahera Utara.

Detail Bantuan dan Dampak Bencana Banjir Halmahera Utara

Bantuan logistik yang disalurkan oleh Kantor UPP Kelas I Tobelo bersama mitra kerja sangat beragam. Paket bantuan ini mencakup kebutuhan pokok seperti beras, mie instan, pop mie, serta air mineral. Penyaluran dilakukan melalui Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Utara.

Noh Said berharap agar bantuan logistik ini dapat membantu meringankan beban masyarakat. Terutama bagi mereka yang terdampak langsung akibat bencana alam yang terjadi pada Rabu (7/1). Ia juga menyampaikan pesan agar masyarakat tetap bersabar dan kembali bangkit setelah menerima cobaan ini.

Data sementara dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan dampak signifikan dari banjir ini. Satu orang meninggal dunia, sedangkan jumlah warga terdampak mencapai 1.286 kepala keluarga atau 5.333 jiwa akibat banjir yang melanda pada Rabu (7/1). Ini menunjukkan skala bencana yang memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak.

Banjir melanda 22 desa yang tersebar di lima kecamatan di Halmahera Utara. Kecamatan-kecamatan tersebut meliputi Loloda Utara, Galela Utara, Galela Selatan, Galela, dan Kao Barat. Sebanyak 1.216 unit rumah terendam, 20 unit rusak berat, satu unit rusak sedang, dan dua unit rusak ringan, serta 11 fasilitas umum terdampak.

Kerusakan Infrastruktur dan Status Tanggap Darurat

Selain rumah warga, infrastruktur vital di Halmahera Utara juga mengalami kerusakan parah akibat banjir. Jembatan di jalan poros kabupaten antara Desa Posi Posi dan Desa Tate terputus total. Bagian oprit jembatan Kali Aru di Desa Dodowo juga mengalami kerusakan serius, menghambat mobilitas warga.

Akses transportasi darat menuju Loloda Utara menjadi sangat sulit karena tertutup longsor di beberapa titik. Sementara itu, akses laut ke wilayah tersebut juga terganggu akibat cuaca buruk yang ekstrem. Jalur darat di sepanjang Loloda Utara juga terendam luapan air, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.

Menanggapi situasi darurat ini, Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, telah menetapkan status tanggap darurat. Status ini berlaku selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 7 hingga 20 Januari 2026. Penetapan ini bertujuan untuk mengoptimalkan penanganan bencana dan mempercepat proses pemulihan.

Penetapan status tanggap darurat memungkinkan pemerintah daerah untuk mengerahkan sumber daya lebih cepat dan efektif. Upaya ini sangat krusial untuk memastikan bantuan logistik korban banjir Halmahera Utara dan penanganan lainnya dapat berjalan lancar. Koordinasi antara berbagai pihak menjadi kunci dalam menghadapi dampak bencana ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi