SAR Tutup Operasi Usai Temukan Korban Meninggal Akibat Kecelakaan Perahu di Sungai Mahakam

Tim SAR Samarinda resmi menghentikan operasi pencarian setelah berhasil menemukan korban terakhir kecelakaan perahu di Sungai Mahakam, Rizky Tri Handoko, dalam kondisi meninggal dunia, mengakhiri pencarian yang penuh tantangan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
SAR Tutup Operasi Usai Temukan Korban Meninggal Akibat Kecelakaan Perahu di Sungai Mahakam
Tim SAR gabungan menutup Operasi SAR Sungai Mahakam di Kutai Kartanegara setelah berhasil menemukan Rizky Tri Handoko, korban perahu tenggelam, dalam kondisi meninggal dunia. (AntaraNews)

Tim Search And Rescue (SAR) Samarinda, Kalimantan Timur, secara resmi menutup operasi pencarian korban kecelakaan perahu di Sungai Mahakam. Penutupan ini dilakukan setelah tim berhasil menemukan seorang korban dalam kondisi meninggal dunia, yang sebelumnya dinyatakan hilang akibat insiden di wilayah Pendingin, Kecamatan Sanga-Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Korban terakhir yang ditemukan adalah Rizky Tri Handoko (39), yang sebelumnya menjadi satu-satunya korban hilang dari kecelakaan perahu yang terjadi. Penemuan ini mengakhiri upaya pencarian intensif yang melibatkan berbagai unsur SAR gabungan selama dua hari terakhir.

Mardi Sianturi, Koordinator Pos SAR Samarinda, mengonfirmasi penemuan tersebut pada Rabu (7/1), menyatakan bahwa korban ditemukan sekitar 14 kilometer dari lokasi kejadian. Setelah ditemukan, jenazah korban segera dievakuasi menuju RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda untuk proses lebih lanjut.

Kronologi Kecelakaan Perahu di Mahakam

Insiden kecelakaan perahu tenggelam ini bermula pada Senin (5/1) sekitar pukul 19.30 Wita di Sungai Mahakam, tepatnya di wilayah Pendingin, Kalimantan Timur. Perahu tersebut diketahui ditumpangi oleh empat karyawan PT Astiku Sakti yang sedang dalam perjalanan pulang kerja.

Dalam perjalanan, perahu mengalami kendala teknis yang serius hingga akhirnya tenggelam di tengah sungai. Akibat kejadian nahas ini, tiga orang penumpang berhasil menyelamatkan diri dari insiden tersebut.

Namun, satu orang penumpang lainnya, Rizky Tri Handoko, dinyatakan hilang dan menjadi fokus utama operasi pencarian. Laporan mengenai kejadian ini baru diterima oleh Pos SAR Samarinda pada Selasa (6/1) sekitar pukul 06.50 Wita, setelah disampaikan oleh petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Samarinda.

Upaya Pencarian dan Penemuan Korban

Tim Rescue Pos SAR Samarinda segera melancarkan operasi pencarian setelah menerima laporan kejadian. Pencarian dilakukan dengan menyisir area di sekitar lokasi tenggelamnya perahu dan sepanjang hilir Sungai Mahakam, menggunakan metode V-search yang efektif untuk area sungai.

Operasi SAR ini melibatkan unsur gabungan yang solid, termasuk Basarnas, TNI, Polri, BPBD, KSOP, Damkar, pihak perusahaan terkait, Relawan Gabungan Samarinda, masyarakat setempat, serta keluarga korban. Kolaborasi ini sangat krusial dalam mempercepat proses pencarian.

Pada hari pertama pencarian, tim menghadapi berbagai kendala signifikan, seperti arus sungai yang sangat kuat dan keberadaan buaya di sekitar area pencarian, yang menambah tingkat kesulitan. Meskipun demikian, upaya pencarian terus dilanjutkan tanpa henti hingga sore hari.

Mardi Sianturi mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan pencarian di hari kedua. "Pada hari kedua pencarian ini, kami menemukan korban terakhir atas nama Rizky Tri Handoko (39) dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan sekitar 14 kilometer dari lokasi kejadian dan selanjutnya dievakuasi ke RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda," ujarnya. Keberhasilan ini tidak lepas dari kekompakan seluruh unsur SAR gabungan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi