Pemkot Bengkulu Pastikan Distribusi Bantuan Banjir Lancar, Warga Terdampak Terima Logistik Esensial

Pemerintah Kota Bengkulu memastikan distribusi bantuan banjir Bengkulu berjalan lancar bagi warga terdampak, dengan logistik penting dan dapur umum disiapkan. Bagaimana upaya ini menjangkau seluruh korban?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkot Bengkulu Pastikan Distribusi Bantuan Banjir Lancar, Warga Terdampak Terima Logistik Esensial
Pemerintah Kota Bengkulu memastikan distribusi bantuan banjir Bengkulu berjalan lancar bagi warga terdampak, dengan logistik penting dan dapur umum disiapkan. Bagaimana upaya ini menjangkau seluruh korban? (AntaraNews)

Pemerintah Kota Bengkulu Jamin Kelancaran Distribusi Bantuan Banjir

Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu memastikan penyaluran bantuan pangan kepada warga yang terdampak banjir berjalan dengan lancar. Peninjauan langsung di lokasi dilakukan guna memastikan distribusi logistik bagi warga terdampak berjalan tepat sasaran dan merata.

Bantuan logistik yang disalurkan kepada korban banjir di Kota Bengkulu meliputi bahan pokok esensial. Jenis bantuan tersebut seperti beras, minyak goreng, mi instan, serta pasokan air mineral yang sangat dibutuhkan.

Banjir melanda Kota Bengkulu sejak Kamis malam (1/1/2026) akibat hujan deras, merendam puluhan rumah dan menutup akses jalan. Upaya penanganan cepat telah dilakukan oleh Pemkot Bengkulu bersama BPBD dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Penyaluran Logistik dan Dapur Umum untuk Korban Banjir

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Bengkulu, Tony Elfian, menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan distribusi bantuan banjir Bengkulu berjalan efektif. Ia melakukan peninjauan langsung di lokasi banjir untuk memverifikasi penyaluran logistik bagi warga terdampak.

Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan dasar seperti beras, minyak goreng, mi instan, dan air mineral. Ketersediaan logistik ini sangat vital untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di tengah situasi darurat bencana.

Selain penyaluran logistik, Pemkot Bengkulu juga telah mengaktifkan dapur umum sebagai pusat koordinasi penanganan pascabencana. Dapur umum yang disiagakan di lokasi terdampak ini dinilai sangat membantu warga, terutama mereka yang kesulitan memasak akibat kondisi rumah yang belum pulih.

Tony Elfian juga mengajak masyarakat Kota Bengkulu yang tidak terdampak banjir untuk berpartisipasi. Mereka diimbau dapat membantu memasak dan mendistribusikan makanan kepada tetangga yang sedang mengalami kesulitan.

Respons Cepat BPBD dan OPD Terkait dalam Penanganan Banjir

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu, I Made Ardana, menjelaskan bahwa timnya telah siaga di lokasi terdampak sejak awal kejadian. Koordinasi dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilakukan untuk penanganan komprehensif.

BPBD Kota Bengkulu bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar), Dinas Sosial, Satpol PP, serta tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) bergerak cepat melakukan penanganan di lapangan. Mereka mendirikan tenda pengungsian dan mengerahkan mobil dapur umum.

Di Perumahan Korpri Kelurahan Bentiring, yang merupakan salah satu kawasan paling parah banjirnya, BPBD mengerahkan mobil dapur umum lengkap dengan perahu karet, perahu fiber, dan tenda pengungsian. Petugas gabungan telah disiagakan di lokasi untuk memberikan bantuan.

Sementara itu, untuk di Perumahan Ejuka, petugas telah memasang tenda dan bersiaga. Mereka siap melakukan evakuasi warga apabila diperlukan mengingat kondisi air yang masih fluktuatif.

Wilayah Terdampak dan Upaya Pendataan Korban

Banjir melanda beberapa wilayah di Kota Bengkulu, termasuk Perumahan Korpri Kelurahan Bentiring, Perumahan Ejuka Kelurahan Bentiring, Jalan Tanggul Gang Merpati II Kelurahan Rawa Makmur, RT 7 Kelurahan Semarang, serta Kelurahan Tanjung Jaya.

Selain puluhan rumah yang terendam air, akses jalan di Kelurahan Rawa Makmur terpaksa ditutup total. Genangan air menutupi badan jalan, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan dan menghambat mobilitas.

Pendataan jumlah rumah warga yang terendam banjir saat ini masih terus dilakukan oleh pihak berwenang. Kondisi air yang masih fluktuatif mengingat hujan masih terus terjadi menjadi tantangan dalam proses ini.

Data sementara menunjukkan di Perumahan Korpri tercatat sebanyak 35 unit rumah, Perumahan Ejuka 60 rumah, Kelurahan Semarang 20 rumah, serta Kelurahan Rawa Makmur sekitar 50 rumah yang terendam. Angka ini dapat berubah seiring perkembangan situasi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi