Divaldo Alves Tegaskan Setiap Laga adalah Persijap Pertandingan Final Demi Keluar dari Zona Degradasi

Pelatih Persijap Divaldo Alves menyatakan setiap laga adalah Persijap Pertandingan Final dalam upaya Laskar Kalinyamat keluar dari zona degradasi BRI Super League 2025/2026, memicu rasa penasaran akan strategi mereka.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Divaldo Alves Tegaskan Setiap Laga adalah Persijap Pertandingan Final Demi Keluar dari Zona Degradasi
Persijap Jepara bertekad menjadikan kekalahan telak dari Persebaya sebagai Persijap Motivasi utama untuk menghadapi Persija Jakarta dan keluar dari zona degradasi. (AntaraNews)

Persijap Jepara Berjuang Keras Hindari Zona Degradasi BRI Super League 2025/2026

Pelatih Persijap Jepara, Divaldo Alves, menegaskan bahwa setiap pertandingan yang akan dilakoni tim asuhannya di BRI Super League 2025/2026 merupakan sebuah final. Pernyataan ini muncul mengingat posisi Laskar Kalinyamat yang masih terperosok di zona degradasi, menempati peringkat ke-17 klasemen sementara. Dengan hanya mengumpulkan sembilan poin dari 15 pertandingan, Persijap menghadapi tantangan berat untuk bisa bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Menjelang laga tandang krusial melawan Persija Jakarta pada Sabtu (3/1) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Divaldo Alves menyerukan semangat juang tinggi kepada para pemainnya. Ia tidak ingin timnya meremehkan Persija, meskipun lawan mereka sempat menelan kekalahan, karena bermain di hadapan suporter sendiri akan memicu motivasi tinggi bagi Macan Kemayoran.

Divaldo menekankan bahwa Persijap datang dengan misi penting, yaitu meraih poin penuh untuk dapat keluar dari bayang-bayang degradasi. Keyakinan ini didasari oleh kebutuhan mendesak akan poin demi mengamankan posisi mereka di liga. Situasi ini menjadikan setiap laga sebagai Persijap Pertandingan Final yang harus dimenangkan.

Tantangan Berat Laskar Kalinyamat di Zona Degradasi

Posisi Persijap Jepara di klasemen sementara BRI Super League 2025/2026 memang mengkhawatirkan. Mereka berada di urutan ke-17 dengan perolehan sembilan poin dari 15 pertandingan yang telah dilakoni. Kondisi ini menempatkan Laskar Kalinyamat dalam ancaman serius untuk terdegradasi jika tidak segera bangkit.

Pertandingan tandang melawan Persija Jakarta menjadi ujian berat berikutnya bagi Persijap. Meskipun Persija sempat kalah dari Semen Padang, Divaldo Alves tidak ingin anak asuhnya lengah. Ia percaya bahwa Persija akan tampil fokus dan maksimal di hadapan pendukungnya sendiri untuk meraih hasil terbaik.

Divaldo Alves, yang telah lama berkarier di Indonesia, memiliki pengalaman menghadapi tim-tim kuat. Ia menyadari bahwa Persija dengan skuad yang solid dan dukungan penuh dari suporter akan menjadi lawan yang tangguh. Namun, semangat juang timnya menjadi modal utama dalam menghadapi laga ini.

Strategi Divaldo Alves Hadapi Kekuatan Persija

Divaldo Alves mengakui kecerdasan pelatih Persija, Mauricio Souza, dalam meracik strategi menyerang yang istimewa. Pertemuan keduanya bukanlah yang pertama, Divaldo pernah menghadapi Souza saat masih melatih Madura United. Ia juga menyoroti kekuatan skuad Persija yang dihuni pemain-pemain berkualitas seperti Alano de Souza dan Maxwell, yang dikenal memiliki kemampuan menyerang luar biasa.

Meskipun demikian, Divaldo tetap optimistis dengan kemampuan anak asuhnya. Ia percaya bahwa dengan kekompakan dan semangat juang, Persijap mampu memberikan perlawanan sengit. Fokus utama adalah menjaga konsistensi permainan dan meminimalisir kesalahan, terutama di lini pertahanan.

Pengalaman Divaldo di sepak bola Indonesia memberinya pemahaman mendalam tentang karakter lawan. Strategi yang akan diterapkan Persijap akan berfokus pada pertahanan yang solid dan serangan balik yang efektif, memanfaatkan setiap peluang untuk mencetak gol dan meraih poin penting.

Konsistensi dan Semangat Juang Persijap

Di bawah asuhan Divaldo Alves, Persijap telah menunjukkan beberapa tanda positif, meskipun hasilnya belum maksimal. Dalam dua pertandingan terakhir, mereka meraih satu hasil imbang dan satu kekalahan. Persijap bermain imbang 1-1 melawan PSIM Yogyakarta pada 23 Desember, meskipun kehilangan fokus di menit terakhir. Namun, mereka kemudian harus mengakui keunggulan Persebaya Surabaya dengan kekalahan 0-4 pada 28 Desember.

Divaldo melihat hasil imbang melawan PSIM sebagai hasil positif yang menunjukkan potensi tim. Ia percaya bahwa jika para pemain Persijap tetap kompak dan fokus, baik dalam menyerang maupun bertahan, mereka akan mampu menyulitkan Persija. Semangat juang ini menjadi kunci bagi Persijap untuk keluar dari zona degradasi.

Pelatih berusia 47 tahun itu terus memotivasi timnya untuk tampil maksimal di setiap laga. Dengan tekad kuat untuk mengumpulkan poin, Persijap berharap dapat mengubah nasib mereka di sisa musim BRI Super League 2025/2026.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi