Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tengah, Irjen Pol. Endi Sutendi, mengimbau seluruh masyarakat di wilayahnya untuk merayakan malam pergantian Tahun Baru 2026 secara sederhana. Imbauan ini disampaikan di Palu pada Sabtu, 27 Desember 2025, sebagai upaya proaktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan suasana yang damai dan bermartabat di seluruh Sulawesi Tengah.
Seruan kesederhanaan dalam perayaan Tahun Baru ini bukan tanpa alasan. Kapolda secara tegas mengingatkan masyarakat untuk menghindari euforia berlebihan yang dapat melemahkan kewaspadaan dan berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas. Ia menekankan pentingnya tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi semua warga.
Lebih dari sekadar menjaga ketertiban, imbauan Kapolda Sulteng Tahun Baru ini juga merupakan wujud nyata empati dan solidaritas kemanusiaan. Hal ini ditujukan kepada masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang saat ini tengah terdampak bencana banjir bandang. Sikap sederhana diharapkan dapat mencerminkan kepedulian sosial di tengah duka yang dialami saudara sebangsa.
Advertisement
Advertisement
Menjaga Ketertiban dan Keamanan Selama Perayaan Tahun Baru
Dalam rangka menjaga situasi kamtibmas yang kondusif, Irjen Pol. Endi Sutendi merinci beberapa larangan dan imbauan spesifik bagi masyarakat Sulawesi Tengah. Ia secara khusus meminta warga untuk tidak menyalakan kembang api atau melakukan aktivitas lain yang dapat mengganggu ketertiban umum serta membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Penggunaan petasan juga termasuk dalam larangan ini karena potensi risikonya yang tinggi.
Selain itu, Kapolda juga menekankan pentingnya menghindari konsumsi minuman keras, tidak melakukan konvoi kendaraan di jalan raya, dan tidak menggunakan knalpot bising saat perayaan. Aktivitas-aktivitas tersebut seringkali menjadi pemicu keributan dan dapat mengganggu kenyamanan serta ketenangan warga lainnya yang tidak merayakan dengan cara serupa. Penegasan ini bertujuan untuk memastikan semua lapisan masyarakat dapat menikmati malam pergantian tahun tanpa gangguan.
Kapolda mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh adat, dan pemuda, untuk berperan aktif dalam menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing. Saling menghormati dan menghargai perbedaan menjadi kunci utama dalam menciptakan suasana yang aman dan damai selama malam pergantian tahun. Dengan demikian, semangat kebersamaan dapat terus terpelihara di Sulawesi Tengah.
Advertisement
Advertisement
Solidaritas Kemanusiaan di Tengah Duka Bencana
Imbauan untuk merayakan Tahun Baru dengan kesederhanaan juga memiliki dimensi kemanusiaan yang mendalam. Kapolda Sulteng menyampaikan bahwa sikap ini adalah bentuk empati dan solidaritas terhadap masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang sedang berduka akibat bencana banjir bandang. Bencana alam ini telah menimbulkan kerugian besar dan penderitaan bagi banyak keluarga.
Menurut Irjen Pol. Endi Sutendi, perayaan yang sederhana dan penuh kepedulian menjadi wujud nyata kebersamaan serta tanggung jawab sosial masyarakat di tengah situasi duka nasional. Ini adalah kesempatan bagi warga Sulawesi Tengah untuk menunjukkan rasa persatuan dan kepedulian terhadap sesama anak bangsa. Dengan mengurangi euforia, sumber daya dan perhatian dapat lebih diarahkan pada upaya kemanusiaan.
“Mari kita sambut Tahun Baru 2026 dengan kesederhanaan, kepedulian, dan tanggung jawab bersama demi terwujudnya Sulawesi Tengah yang aman, damai, dan bermartabat,” ujar Irjen Pol. Endi Sutendi. Harapan Kapolda adalah agar masyarakat dapat merayakan tahun baru dengan cara yang lebih bermakna, tidak berlebihan, dan tetap mengingat saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah.
Advertisement
Sumber: AntaraNews