Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah di Indonesia pada Jumat ini. Peringatan BMKG hujan lebat ini disampaikan menyusul adanya dinamika atmosfer yang signifikan, berpotensi memicu kondisi cuaca ekstrem di beberapa daerah.
Beberapa daerah yang diidentifikasi berpotensi mengalami hujan lebat meliputi Aceh, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan diri menghadapi dampak yang mungkin timbul akibat kondisi cuaca ini.
Fenomena utama yang menjadi perhatian adalah keberadaan Siklon Tropis GRANT di Samudera Hindia Selatan Bengkulu dan Bibit Siklon Tropis 96S di Selatan Nusa Tenggara Barat. Kedua sistem ini berperan besar dalam membentuk daerah konvergensi dan konfluensi, yang secara langsung meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di sekitar wilayah yang terdampak.
Advertisement
Advertisement
Dampak Siklon Tropis dan Bibit Siklon Terhadap Cuaca Ekstrem
Siklon Tropis GRANT saat ini terpantau di Samudera Hindia Selatan Bengkulu, bergerak ke arah barat dengan kecepatan angin maksimum 35 knot atau sekitar 65 kilometer per jam. Prakirawan cuaca BMKG Masayu menjelaskan, "Siklon Tropis GRANT terpantau di Samudera Hindia Selatan Bengkulu dengan kecepatan angin maksimum 35 knot atau 65 km per jam dan tekanan udara minimum 997 hektopaskal dengan arah gerak ke barat," katanya. Ia juga menyebutkan bahwa dalam 24 jam ke depan, Siklon Tropis ini diprediksi akan menguat menjadi kategori 2, yang berarti tingkat bahayanya akan meningkat.
Keberadaan Siklon Tropis GRANT ini memiliki dampak langsung pada pola cuaca di sekitarnya. Siklon ini dapat meningkatkan kecepatan angin di sekitar sistem, membentuk aliran angin tingkat rendah atau low level jet hingga lebih dari 25 knot di Samudera Hindia Barat Lampung. Selain itu, Siklon GRANT juga memicu terbentuknya daerah perlambatan kecepatan angin atau konvergensi, serta pertemuan angin atau konfluensi, di wilayah Samudera Hindia Barat Bengkulu Lampung hingga Selatan Banten.
Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 96S terdeteksi di Selatan Nusa Tenggara Barat, bergerak ke barat dengan kecepatan maksimum 15 knot atau 28 kilometer per jam. Mengenai potensi perkembangannya, Masayu menyatakan, "Bibit ini memiliki potensi rendah untuk menjadi Siklon Tropis dalam 24 jam ke depan," katanya. Meskipun demikian, bibit siklon ini tetap berkontribusi pada dinamika atmosfer dengan menginduksi pembentukan daerah konvergensi dan konfluensi di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur bagian Selatan.
Advertisement
Advertisement
Penyebaran Daerah Konvergensi dan Potensi Hujan di Berbagai Wilayah
Selain dampak langsung dari siklon dan bibit siklon, BMKG juga mengidentifikasi daerah konvergensi lainnya yang tersebar luas di Indonesia. Daerah konvergensi ini memanjang dari Selat Malaka hingga Kepulauan Bangka Belitung, meliputi sebagian besar wilayah Kalimantan, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, dan Papua. Masayu menegaskan, "Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertemuan awan hujan di sekitar Siklon Tropis, Bibit Siklon Tropis, Sirkulasi Siklonik, dan di sepanjang daerah konvergensi-konfluensi tersebut," katanya.
Untuk wilayah Indonesia bagian barat, BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan petir di Palembang dan Palangka Raya. Selain itu, potensi hujan sedang juga diperkirakan terjadi di Bengkulu dan Jakarta. Sebagian besar wilayah Sumatera, Jawa, dan Kalimantan juga berpotensi mengalami hujan ringan, sementara Banda Aceh diperkirakan berawan hingga berawan tebal.
Di Indonesia bagian timur, potensi hujan sedang perlu diwaspadai di Mamuju, Kendari, Makassar, dan Merauke. Beberapa daerah lain seperti Denpasar, Mataram, Kupang, Palu, Makassar, Manado, Ternate, Ambon, dan sebagian Papua juga berpotensi mengalami hujan ringan. Gorontalo diprediksi berawan tebal, sedangkan Sorong berpotensi mengalami asap dan kabut.
Advertisement
Sumber: AntaraNews