Advertisement
Pengungkapan Kasus Narkotika Polrestabes Bandung Sepanjang 2025
Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Bandung telah berhasil mengungkap sebanyak 175 kasus penyalahgunaan narkotika sepanjang tahun 2025. Pengungkapan ini menunjukkan komitmen kuat aparat dalam memberantas peredaran barang haram di wilayah Kota Bandung.
Dari berbagai kasus tersebut, petugas mengamankan beragam jenis barang bukti narkotika serta obat-obatan keras dalam jumlah signifikan. Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Budi Sartono menyoroti adanya peningkatan pada peredaran obat-obatan keras tertentu.
Salah satu pengungkapan terbesar pada tahun ini adalah terbongkarnya sebuah rumah yang dijadikan gudang penyimpanan obat-obatan keras di kawasan perumahan. Penemuan ini menjadi bukti bahwa jaringan peredaran narkotika terus berupaya menyembunyikan aktivitas ilegal mereka dari penegak hukum.
Advertisement
Advertisement
Peningkatan Kasus dan Jenis Narkotika yang Diungkap
Sepanjang tahun 2025, Polrestabes Bandung mencatat total 175 kasus narkotika yang berhasil diungkap oleh jajaran Satresnarkoba. Angka ini relatif sama dengan tahun sebelumnya, namun terdapat peningkatan signifikan pada peredaran obat-obatan keras tertentu.
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Budi Sartono menjelaskan bahwa peningkatan ini menjadi perhatian khusus bagi aparat kepolisian. Peredaran obat keras, terutama yang disimpan di perumahan, terungkap dalam skala yang cukup besar dan mengkhawatirkan.
Secara rinci, dari 175 kasus yang diungkap, terdiri atas 17 kasus ganja kering, 57 kasus tembakau sintetis, dan 15 kasus ekstasi. Selain itu, 22 kasus obat-obatan tertentu juga berhasil diungkap oleh petugas.
Advertisement
Kasus sabu-sabu dan psikotropika turut menjadi bagian dari pengungkapan ini, menunjukkan variasi jenis narkotika yang beredar di Kota Bandung. Upaya pemberantasan terus dilakukan untuk memutus mata rantai peredaran gelap tersebut.
Advertisement
Barang Bukti Fantastis yang Diamankan
Dalam serangkaian pengungkapan kasus narkotika ini, Polrestabes Bandung berhasil mengamankan barang bukti dalam jumlah yang sangat besar. Barang bukti tersebut meliputi berbagai jenis narkotika dan obat-obatan terlarang yang membahayakan masyarakat.
Sabu-sabu yang berhasil disita mencapai sekitar 4.653 gram, sementara ganja kering sebanyak 14.095 gram. Tembakau sintetis juga diamankan dalam jumlah besar, yaitu 12.000 gram.
Selain itu, petugas juga menyita cairan bahan tembakau sintetis sebanyak 995 mililiter dan bubuk tembakau sintetis 226 gram. Ekstasi berhasil diamankan sebanyak 4.112 butir, serta psikotropika 902 butir.
Advertisement
Yang paling mencolok adalah penyitaan obat-obatan keras tertentu yang mencapai sekitar 3.054.500 butir. Jumlah fantastis ini menunjukkan skala besar peredaran obat keras di wilayah Bandung dan ancamannya terhadap generasi muda.
Advertisement
Komitmen Polrestabes Bandung dan Dampak Narkotika pada Kamtibmas
Kapolrestabes Bandung menegaskan bahwa pengungkapan kasus narkoba merupakan bentuk penertiban akar masalah kejahatan yang seringkali timbul di masyarakat. Narkotika seringkali menjadi pemicu berbagai tindak kriminalitas dan gangguan sosial.
Khususnya di Kota Bandung, Polrestabes Bandung sangat berkomitmen untuk mencegah tawuran geng motor yang seringkali disebabkan oleh pengaruh narkotika. Narkoba memperburuk perilaku agresif dan merusak tatanan sosial di kalangan remaja.
Kasus obat keras menjadi perhatian utama jajaran Satresnarkoba Polrestabes Bandung karena perannya yang signifikan dalam mengganggu Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Obat-obatan ini banyak digunakan oleh anak-anak muda.
Advertisement
Penggunaan obat keras sering terjadi saat tawuran atau "pukul malam", yang pada akhirnya memicu gangguan Kamtibmas. Oleh karena itu, pemberantasan peredaran obat keras menjadi prioritas untuk menjaga stabilitas dan keamanan kota.
Sumber: AntaraNews