Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Yogyakarta telah mengumumkan kesiapan penuhnya dalam menghadapi periode Siaga Khusus Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Sebanyak 91 personel terbaik diterjunkan untuk mengamankan wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Siaga khusus ini akan berlangsung selama 19 hari, dimulai sejak tanggal 18 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026, mencakup empat kabupaten dan satu kota di provinsi tersebut. Tujuannya adalah untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh wisatawan serta masyarakat yang berkunjung atau merayakan liburan di DIY.
Kepala Kantor SAR Yogyakarta, Rio Banupanitis, menyatakan bahwa seluruh personel akan ditempatkan di berbagai titik strategis. Penempatan ini termasuk Kantor SAR Yogyakarta di Sedayu Bantul, Pos SAR Gunungkidul, Pos SAR Kulon Progo, serta Unit Siaga SAR Sleman dan Kota Yogyakarta.
Advertisement
Advertisement
Fokus Penempatan Personel dan Peralatan Siaga Nataru
Dalam rangka memastikan cakupan pengamanan yang optimal, Basarnas Yogyakarta telah menetapkan Kantor Basarnas Yogyakarta di Jalan Wates Sedayu, Bantul, sebagai posko induk. Dari posko ini, koordinasi dan pergerakan personel serta peralatan akan diatur secara terpusat.
Seluruh 91 personel yang terlibat dalam Siaga Nataru ini akan disebar ke berbagai lokasi vital. Penempatan ini mencakup kantor pusat, pos-pos SAR di daerah, hingga unit siaga di pusat kota dan wilayah penyangga.
Periode siaga yang berlangsung selama 19 hari ini diharapkan dapat menjamin keamanan masyarakat dan wisatawan selama puncak kepadatan liburan akhir tahun. Langkah ini merupakan upaya preventif dan responsif terhadap potensi insiden yang mungkin terjadi.
Advertisement
Advertisement
Strategi Patroli dan Peralatan Canggih
Patroli mobil Siaga SAR akan dilakukan secara intensif menggunakan kendaraan Dmax yang dilengkapi peralatan ekstrikasi canggih. Peralatan ini berfungsi untuk mengevakuasi korban kecelakaan yang terjepit bodi kendaraan, serta dilengkapi tas medis dan peralatan evakuasi lainnya.
Rute patroli utama dari Kantor Basarnas Yogyakarta meliputi Terminal Giwangan, berbagai destinasi wisata pantai selatan seperti Parangtritis, Pantai Baru, dan Pantai Samas, hingga Jembatan Kabaranan, sebelum kembali ke markas. Ini memastikan jangkauan luas di area padat pengunjung.
Sementara itu, personel SAR Gunungkidul akan fokus pada patroli mobile di objek wisata pantai yang populer. Rute mereka mencakup Pantai Sadeng, Wediombo, Siung, Sadranan, Baron, Ngobaran, Indrayanti, dan Ndrini, menggunakan satu unit Rescue Car dan Rescue Car Compartment.
Advertisement
Peralatan yang dibawa oleh tim Gunungkidul juga sangat lengkap, termasuk alat ekstrikasi untuk kecelakaan lalu lintas, peralatan water rescue, tas medis, dan alat evakuasi lainnya. Kesiapan ini menunjukkan antisipasi terhadap berbagai jenis kejadian darurat di wilayah pesisir.
Advertisement
Cakupan Wilayah dan Kesiapan Unit Siaga Lainnya
Pos SAR Kulon Progo turut berperan aktif dengan melakukan patroli mobile di rute strategis, mulai dari Pos SAR, sepanjang Jalan Wates-Purworejo, Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), serta objek wisata pantai seperti Pantai Glagah, Trisik, Congot, dan Waduk Sermo. Mereka menggunakan kendaraan Rescue Car Compartment yang dilengkapi alat serupa.
Unit Siaga SAR Sleman akan fokus pada objek wisata Kaliurang, perbatasan Jawa Tengah-DIY di wilayah Tempel, Candi Prambanan, dan area exit Tol Prambanan. Kendaraan rescue car yang mereka gunakan juga dilengkapi dengan alat ekstrikasi dan tas medis.
Untuk wilayah perkotaan, Unit Siaga SAR Kota Yogyakarta akan berpatroli di Stasiun Tugu, Stasiun Lempuyangan, Keraton Ngayogyakarta, Bandara Adisutjipto, dan kawasan pusat perbelanjaan Malioboro. Mereka juga membawa kendaraan rescue car compartment dengan peralatan lengkap untuk penanganan kecelakaan dan medis.
Advertisement
Kesiapan Basarnas Yogyakarta ini menunjukkan upaya komprehensif dalam menjaga keselamatan masyarakat dan wisatawan di seluruh penjuru DIY selama periode libur Natal dan Tahun Baru. Dengan penempatan personel dan peralatan yang strategis, diharapkan setiap insiden dapat ditangani dengan cepat dan efektif.
Sumber: AntaraNews