Film Timur, produksi perdana Uwais Pictures, siap menyapa penonton Indonesia. Film ini merupakan debut penyutradaraan aktor laga Iko Uwais. Kisahnya mengangkat budaya Gandong Maluku sebagai fondasi nilai persaudaraan, keluarga, dan pengorbanan yang mendalam.
Executive Producer Film Timur, Nagita Slavina, bersyukur atas sambutan hangat penonton. Ia merasa harus berkontribusi pada film yang membawa pesan persaudaraan kuat ini. Budaya Gandong Maluku dikenal sebagai simbol ikatan lintas negeri dan generasi di masyarakat.
Rangkaian special screening telah sukses digelar di 17 kota besar Indonesia, termasuk Ambon. Film ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop mulai 18 Desember 2025. Antusiasme tinggi terlihat dari penjualan tiket awal yang signifikan.
Advertisement
Advertisement
Kekuatan Budaya Gandong Maluku dalam Kisah Film Timur
Film Timur secara berani mengangkat nilai-nilai lokal sebagai ruh narasi utama. Budaya Gandong Maluku menjadi pilar cerita yang kuat. Nagita Slavina menilai, pendekatan ini memungkinkan penonton merasakan emosi dan makna yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Ini sejalan dengan misi Uwais Pictures menyuguhkan konten relevan.
"Aku bersyukur banget melihat bagaimana hangatnya penonton dapat menerima film Timur," kata Nagita Slavina saat screening di Ambon. Ia merasa harus berkontribusi sejak awal ditawari bergabung. Baginya, film ini membawa nilai keluarga dan persaudaraan yang sangat kuat. Pesan ini penting untuk dihadirkan di layar lebar.
Pengangkatan budaya Gandong Maluku diharapkan memperkenalkan kekayaan lokal. Konsep persaudaraan melampaui batas geografis dan generasi menjadi inti pesan Iko Uwais. Film ini membuktikan cerita lokal punya potensi besar menarik perhatian nasional.
Advertisement
Advertisement
Antusiasme Penonton dan Harapan Baru Perfilman Nasional
Kehadiran Film Timur mendapat sambutan luar biasa dari penonton di berbagai daerah. Terutama di Maluku, yang menjadi latar budaya penting. Respons positif terlihat dari ramainya special screening di 17 kota besar. Antusiasme ini menunjukkan tema persaudaraan dan pengorbanan sangat relevan.
Pemeran Film Timur, Aufa Assegaf, mengungkapkan rasa haru dan bangganya. "Jujur saya terharu banget. Waktu lihat kursi-kursi di MTIX dan TIX ID mulai merah, rasanya campur aduk antara senang, deg-degan, dan bersyukur," ujar Aufa. Ia menambahkan, energi penonton di berbagai kota terasa sama. Ini membuat perjuangan selama syuting terbayar lunas.
Film Timur didukung penuh oleh BNI. Film ini diharapkan menjadi tonggak baru bagi perfilman nasional. Dengan menyoroti kekayaan budaya daerah seperti Gandong Maluku, film ini membuka jalan bagi karya lokal. Tiket penayangan hari pertama sudah tersedia melalui aplikasi MTIX, TIX ID, CGV, dan Cinepolis.
Advertisement
Sumber: AntaraNews