Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan mengenai potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi di beberapa wilayah Indonesia pada hari Minggu, 14 Desember 2025.
Menurut Prakirawati BMKG, Wahyu Annisa, masyarakat di bagian barat Indonesia disarankan untuk waspada terhadap kemungkinan hujan disertai petir yang dapat terjadi di beberapa kota pada akhir pekan ini.
“Di wilayah barat Indonesia terdapat potensi hujan petir di Pekanbaru, Jambi, Pangkalpinang, Bandar Lampung, Serang, Palangkaraya, dan Banjarmasin,” ungkap Annisa dalam siaran prakiraan cuaca yang dikutip dari Antara. Selain itu, lanjutnya, hujan dengan intensitas sedang juga mungkin terjadi di Padang.
Di sisi lain, hujan ringan diperkirakan akan turun di Medan, Tanjung Pinang, Bengkulu, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Pontianak, Tanjung Selor, dan Samarinda.
“Kondisi cuaca berawan tebal juga diprediksi akan menyelimuti Banda Aceh dan Surabaya. Untuk wilayah Indonesia bagian timur, Annisa menegaskan bahwa potensi hujan petir perlu diwaspadai di Mamuju,” jelasnya.
“Hujan dengan intensitas sedang juga diperkirakan akan terjadi di Nabire, Merauke, dan Denpasar,” tambahnya. Annisa juga mencatat bahwa hujan ringan berpotensi terjadi di Mataram, Palu, Manado, Gorontalo, Kendari, Makassar, Ternate, Ambon, Sorong, dan Jayawijaya.
“BMKG juga memprediksi cuaca berawan tebal di Kupang dan Manokwari. Sementara itu, kondisi cuaca berawan diperkirakan akan terjadi di Jayapura,” terang Annisa. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem, terutama hujan disertai petir, yang dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari serta keselamatan.
“Prakiraan ini merupakan gambaran umum cuaca hari ini di masing-masing daerah. Untuk informasi yang diperbarui setiap jam, masyarakat dapat mengakses laman resmi bmkg.go.id atau aplikasi Info BMKG,” tutupnya.
Advertisement
Cuaca di Jabodetabek pada hari Minggu, 14 Desember 2025
Menurut ramalan cuaca, pada hari Minggu (14/12/2025), wilayah Jakarta dan sekitarnya diperkirakan akan mengalami cuaca berawan tebal disertai hujan ringan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan informasi bahwa seluruh area Jakarta akan terlihat berawan tebal pada pagi hari, kecuali Kepulauan Seribu yang akan diguyur hujan ringan.
Memasuki siang hari, sebagian besar wilayah Jakarta diprediksi akan mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, sementara Kepulauan Seribu diperkirakan tetap berawan tebal. Pada malam hari, sekitar pukul 19.00 WIB, seluruh Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu, diprediksi akan kembali mengalami cuaca berawan tebal.
Untuk daerah penyangga Jakarta, seperti Kota Bogor, Kota Depok, dan Kota Bekasi di Jawa Barat, diperkirakan akan berawan tebal pada pagi hari. Di siang hari, wilayah tersebut juga akan mengalami hujan ringan, dan pada malam hari akan kembali berawan tebal.
Sementara itu, Kota Tangerang di Banten diperkirakan akan berawan tebal pada pagi hari. Namun, pada siang hari, hujan disertai petir diperkirakan akan mengguyur wilayah tersebut. Pada malam hari, kondisi cuaca di Tangerang diprediksi akan kembali berawan tebal.
Advertisement
Dua bibit siklon muncul, waspada cuaca ekstrem di wilayah Jawa dan Sumatera sepekan mendatang
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Hal ini disebabkan oleh munculnya dua bibit siklon tropis yang terdeteksi di kawasan Samudra Hindia.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa bibit Siklon Tropis 91S dan 93S dapat menyebabkan peningkatan intensitas hujan, angin kencang, serta gelombang tinggi di beberapa daerah di Indonesia.
Menurut laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), bibit Siklon Tropis 91S terpantau di Samudra Hindia barat Lampung. Sistem cuaca ini diperkirakan akan membawa dampak tidak langsung berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam waktu seminggu ke depan di Sumatera Barat, Bengkulu, dan Lampung. Selain itu, potensi angin kencang juga dapat terjadi di pesisir barat Sumatera Barat dan Bengkulu seiring dengan penguatan bibit siklon tersebut.
Di sisi lain, Bibit Siklon Tropis 93S diprediksi berada di Samudra Hindia selatan Pulau Sumba. Abdul menjelaskan bahwa sistem ini dapat membentuk daerah konvergensi yang memanjang di Bali dan Nusa Tenggara Barat, yang berpotensi memicu cuaca ekstrem dan angin kencang di sejumlah wilayah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Jakarta, NTB, Sulawesi Selatan, dan Maluku dalam sepekan ke depan.
Abdul menegaskan bahwa potensi cuaca ekstrem ini dapat meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan kerusakan akibat angin kencang.
"BNPB mengimbau masyarakat untuk memantau informasi cuaca dari sumber resmi, memangkas pohon yang rawan tumbang, memastikan kekuatan bangunan, serta menyiapkan tas siaga bencana guna mengantisipasi kondisi darurat," ujar Abdul.