Gubernur Jateng Soroti 31 Puskesmas Tanpa Dokter Gigi: Peran PDGI Diperkuat untuk Pemerataan Layanan

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengungkapkan 31 Puskesmas Tanpa Dokter Gigi masih jadi tantangan. Bagaimana upaya pemerataan layanan kesehatan gigi di Jateng?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gubernur Jateng Soroti 31 Puskesmas Tanpa Dokter Gigi: Peran PDGI Diperkuat untuk Pemerataan Layanan
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengungkapkan 31 Puskesmas Tanpa Dokter Gigi masih jadi tantangan. Bagaimana upaya pemerataan layanan kesehatan gigi di Jateng? (AntaraNews)

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengungkapkan adanya tantangan serius dalam pemerataan layanan kesehatan di wilayahnya. Sebanyak 31 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di Jawa Tengah hingga kini masih belum memiliki dokter spesialis gigi dan mulut. Situasi ini menjadi sorotan utama dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Gubernur Luthfi di Semarang pada hari Sabtu, saat menghadiri acara pelantikan Pengurus Wilayah Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Jateng. Ia menekankan pentingnya penguatan peran organisasi profesi dalam mengatasi kesenjangan layanan kesehatan gigi dan mulut. Beban kerja dokter gigi di puskesmas dinilai sangat berat karena harus melayani banyak desa.

Melihat kondisi ini, Gubernur Luthfi mendorong PDGI untuk memperkuat literasi kesehatan gigi di masyarakat serta memperluas layanan promotif dan preventif. Langkah ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih proaktif dalam menjaga kesehatan gigi mereka. Upaya pre-emptif dan preventif sangat krusial agar warga tidak baru memeriksakan diri saat kondisi gigi sudah parah.

Tantangan Pemerataan Dokter Gigi di Puskesmas

Gubernur Ahmad Luthfi menyoroti bahwa beban kerja seorang dokter gigi di puskesmas sangat berat, mengingat mereka harus melayani warga dari banyak desa di satu kecamatan. Kondisi ini menjadi salah satu faktor penyebab masih adanya 31 puskesmas tanpa dokter gigi di Jawa Tengah. Kesenjangan ini memerlukan perhatian serius untuk memastikan setiap warga mendapatkan akses layanan kesehatan yang memadai.

Luthfi menegaskan bahwa profesi kedokteran gigi memiliki peran vital dalam masyarakat. "Masyarakat harus dilakukan upaya pre-emptif dan preventif. Orang di desa sakit gigi baru periksa kalau sudah bengkak," ujarnya. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya edukasi dan pencegahan dini agar masalah gigi tidak berkembang menjadi lebih serius.

Untuk mengatasi masalah ini, PDGI didorong untuk aktif dalam meningkatkan literasi kesehatan gigi dan mulut di masyarakat. Selain itu, perluasan layanan promotif dan preventif juga menjadi fokus utama. Dengan demikian, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dapat meningkat secara signifikan.

Peran Strategis PDGI dan Program Speling

Gubernur Luthfi juga meminta Pengurus Wilayah PDGI Jateng untuk segera menyerahkan peta jalan atau roadmap kedokteran gigi. Tujuannya adalah agar PDGI dapat dilibatkan secara aktif dalam program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang menjadi inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan layanan kesehatan gigi hingga ke pelosok.

Program Speling sendiri telah menunjukkan dampak positif yang signifikan. Hingga tanggal 5 November 2025, program ini telah berhasil menjangkau 722 desa dengan total sasaran sekitar 73.813 jiwa. Angka ini menunjukkan potensi besar program tersebut dalam mengatasi keterbatasan akses layanan kesehatan, termasuk untuk masalah dokter gigi di puskesmas.

Apresiasi terhadap program Speling juga datang dari Pengurus Besar PDGI. Sekretaris Jenderal PB PDGI, drg. Eka, menyatakan, "Luar biasa yang dikembangkan di Jawa Tengah. Ada dokter spesialis keliling. Ini patut dicontoh daerah lain." Hal ini menunjukkan bahwa inovasi Pemprov Jateng dalam pemerataan layanan kesehatan mendapat pengakuan luas.

Gubernur berharap pengurus PDGI yang baru dilantik dapat mewujudkan pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang lebih baik, khususnya dalam aspek pencegahan. "Selamat mengabdi untuk bangsa dan negara. Semoga pengurus baru memberikan manfaat bagi masyarakat Jawa Tengah," tambahnya, memberikan semangat kepada para pengurus untuk berkontribusi nyata.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi