Dana Pakan Satwa dan Operasional Menipis, Karyawan Bandung Zoo Turun ke Jalan Galang Donasi

Sebanyak lebih dari 700 ekor satwa di Bandung Zoo, dengan kebutuhan biaya pakan sebulan kurang lebih mencapai Rp400 juta.

Robby Bouceu
Oleh Robby Bouceu - Reporter
Dana Pakan Satwa dan Operasional Menipis, Karyawan Bandung Zoo Turun ke Jalan Galang Donasi
Dana Pakan Satwa dan Operasional Menipis, Karyawan Bandung Zoo Turun ke Jalan Galang Donasi (Merdeka.com)

Sejumlah karyawan Bandung Zoo turun ke jalan menggalang donasi, pada Jumat (12/12). Usaha itu dilakukan untuk menjaga kecukupan dana operasional khususnya bakal pakan satwa.

Para karyawan mulai turun ke jalan Tamansari Bandung, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat sekitar pukul 10.30 WIB.

Tampak mereka membentangkan spanduk ajakan bersolidaritas, beberapa dari mereka turut membawa boneka satwa seperti singa, gajah, penyu dan ular ke sana, di samping menyiapkan kardus untuk menampung uang dari pengendara yang lewat.

Karyawan sekaligus Ketua Serikat Pekerja Mandiri Direnten (SPMD) Bandung Zoo, Yayasan Suhaya mengatakan, langkah ini ialah inisiatif karyawan, menyusul kondisi keuangan kebun binatang semakin menipis lantaran telah tutup telah sekitar empat bulan terakhir.

Tidak adanya dukungan dari pemerintah soal ini, membuat pihaknya harus mencari jalan keluar sendiri demi memastikan kebutuhan dasar satwa tetap terpenuhi.

"Saat ini dengan keterbatasan untuk pakan dan untuk operasional kebun binatang maka kami dari karyawan berinisiatif untuk menggalang donasi kepada masyarakat sekitar dan ini merupakan sebuah bentuk kepedulian dari karyawan terhadap satwa karena kita punya kewajiban untuk memelihara satwa, menjaga satwa dengan baik," ujar Yaya, kepada wartawan di sela-sela, kegiatan tersebut.

Butuh Rp400 Juta Per Bulan

Diketahui, ada lebih dari 700 ekor satwa di Bandung Zoo, dengan kebutuhan biaya pakan sebulan kurang lebih mencapai Rp400 juta.

Yaya mengatakan, dengan keterbatasan dana, stok pakan sudah semakin terbatas sehingga pemberian makanan kini dilakukan sebatas kemampuan yang ada. 

Kondisi ini memaksa karyawan mengubah bentuk dan komposisi pakan, terutama untuk satwa karnivora.

“Secara volume masih mencukupi, tapi jenisnya yang kami ubah. Biasanya ada daging sapi, kambing, dan ayam, sekarang formasinya disesuaikan,” jelasnya.

Satwa Kondisi Baik

Meski demikian, Yaya memastikan kondisi satwa masih dalam keadaan baik. Para keeper tetap berusaha maksimal merawat hewan-hewan tersebut agar tidak mengalami kelaparan atau penelantaran.

Selain itu, ia mengungkapkan karyawan telah penggalangan donasi yang dibuka sebulan terakhir mulai mendapat respons dari masyarakat. Sejumlah donatur, telah menyumbangkan tidak hanya uang, tapi berupa pakannya langsung.

Ia menyampaikan bahwa donasi itu tidak diterima karyawannya secara langsung. Semua bantuan masuk melalui vendor resmi untuk mencegah penyalahgunaan.

Yaya sendiri mengaku turut memberikan donasi. Sebagai orang yang puluhan tahun bekerja dekat dengan satwa, ia merasa memiliki ikatan emosional kuat.

“Saya pribadi sangat prihatin dengan keadaan seperti sekarang jadi kami karena disini merawat satwa itu bukan hanya mencari untuk kehidupan kita, sendiri tapi kita juga harus menjamin kehidupan satwanya gitu,” katanya.

“Jadi kita itu dengan hatilah. Apalagi kita sudah berpuluh-puluh tahun banyak yang sudah lama sekali di sini mungkin sudah sudah sangat erat. Jadi ketika satwa dalam keadaan seperti ini ya kita juga merasakan,” imbuh dia.

Yaya berharap kondisi ini bisa mengetuk perhatian pemerintah agar memberikan dukungan nyata bagi kelangsungan satwa di Bandung Zoo, mengingat kebun binatang adalah fasilitas publik yang menjadi bagian dari edukasi dan konservasi.

“Semoga ini dapat menggugah para pemangku kebijakan supaya mereka juga ikut memperhatikan satwa-satwa di kebun binatang,” tutupnya.

Rekomendasi