Kebakaran hebat melanda sebuah kapal ikan di dermaga Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Sabtu sore. Insiden ini menimbulkan kerugian material yang signifikan bagi pemilik kapal. Petugas pemadam kebakaran segera dikerahkan untuk mengatasi api yang berkobar dan mencegah penyebarannya ke kapal lain di sekitarnya.
Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu melaporkan bahwa estimasi kerugian akibat kejadian ini mencapai angka fantastis Rp500 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, sebuah kabar melegakan di tengah kerugian materi. Penanganan cepat dari tim pemadam berhasil mencegah dampak yang lebih luas terhadap lingkungan pelabuhan.
Api yang melahap kapal ikan milik PT Karya Merlin tersebut berhasil dipadamkan sepenuhnya setelah beberapa jam penanganan intensif. Proses pemadaman berlangsung dari pukul 17.36 WIB hingga pukul 20.01 WIB, menunjukkan kegigihan petugas. Investigasi awal menunjukkan adanya dugaan korsleting listrik sebagai pemicu utama kebakaran yang merugikan ini.
Advertisement
Advertisement
Respons Cepat dan Dampak Kerugian Kebakaran Kapal di Muara Baru
Tim gabungan dari Sudin Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu bergerak cepat merespons laporan kebakaran kapal. Sebanyak 17 unit mobil pemadam kebakaran dengan 90 personel dikerahkan ke lokasi kejadian untuk memadamkan api. Upaya keras petugas berhasil mengendalikan api dan mencegah penyebarannya ke kapal-kapal lain yang berlabuh di dermaga.
Kasiops Sudin Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman, menjelaskan bahwa proses pemadaman berlangsung efektif dan terkoordinasi. "Tadi proses pemadaman selesai pukul 20.01 WIB. Pemadaman dilakukan sejak pukul 17.36 WIB," ujar Gatot, menggarisbawahi kecepatan respons. Setelah api padam, area sekitar kapal segera diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut.
Meskipun api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa, kerugian material yang ditimbulkan cukup besar. Estimasi awal menunjukkan angka kerugian mencapai Rp500 juta, sebuah jumlah yang signifikan bagi pemilik kapal. Insiden ini menjadi pengingat pentingnya standar keselamatan yang ketat di lingkungan pelabuhan dan kapal.
Advertisement
Advertisement
Dugaan Penyebab dan Spesifikasi Kapal yang Terbakar di Jakarta Utara
Penyelidikan awal mengarah pada dugaan korsleting listrik sebagai penyebab utama kebakaran kapal ikan tersebut. Informasi dari saksi mata di lokasi kejadian mengindikasikan adanya percikan api yang terlihat. Percikan ini muncul dari area mesin kapal sebelum api membesar dengan cepat dan tak terkendali.
Gatot Sulaeman menambahkan detail penting mengenai pemicu kebakaran. "Informasi dari saksi percikan api muncul akibat korsleting pada mesin kapal," katanya. Percikan api tersebut kemudian menyambar ke ruang tangki bahan bakar minyak di dalam kapal. Hal ini memicu terjadinya ledakan dan kebakaran yang lebih besar, mempercepat penyebaran api.
Kapal yang terbakar diketahui milik PT Karya Merlin dan dimiliki oleh seseorang bernama Pak Heri. Kapal ini memiliki dimensi yang cukup besar, dengan panjang 31,6 meter dan lebar 7,3 meter. Kedalaman kapal mencapai 1,95 meter, serta total luas volume 449,8 meter kubik, menunjukkan ukuran yang tidak kecil. Kejadian ini menyoroti pentingnya perawatan rutin sistem kelistrikan kapal.
Advertisement
Sumber: AntaraNews