Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta baru-baru ini menggelar program inovatif bertajuk "Urban Sustainability Education". Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para pelajar dengan pemahaman mendalam mengenai pembangunan berkelanjutan. Fokus utamanya adalah menanamkan kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan sejak usia dini.
Acara yang berlangsung di Ocean Ecopark Ancol, Jakarta Utara, pada hari Sabtu ini melibatkan 1.799 peserta didik dari berbagai jenjang. Mulai dari SD, SMP, SMA, hingga SMK, termasuk siswa prasejahtera dan berkebutuhan khusus, turut serta dalam kegiatan edukatif ini. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung yang relevan dengan tantangan kota modern.
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah strategis. Tujuannya adalah membentuk pola pikir berkelanjutan pada peserta didik melalui pendekatan aplikatif dan kontekstual. Diharapkan, mereka dapat menjadi agen perubahan untuk masa depan Jakarta yang lebih baik.
Advertisement
Advertisement
Membekali Generasi Muda dengan Pola Pikir Berkelanjutan
Nahdiana menegaskan bahwa program "Urban Sustainability Education" ini berupaya menanamkan pemahaman komprehensif kepada peserta didik. Mereka dibekali pengetahuan tentang ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, serta solusi efektif untuk berbagai persoalan perkotaan. Pendekatan ini dirancang agar relevan dengan kebutuhan kota modern.
Pendidikan berkelanjutan tidak hanya berfokus pada teori di dalam kelas. Namun juga menghadirkan pengalaman langsung yang dapat membentuk karakter, kepedulian, dan keberanian anak-anak. Hal ini penting untuk menjadikan mereka agen perubahan yang tangguh.
"Sekolah diharapkan menjadi pusat pembelajaran berkelanjutan yang membuka ruang kreativitas dan ekspresi peserta didik," ujar Nahdiana. Ia berharap, kegiatan ini dapat menginspirasi dalam menyiapkan masa depan Jakarta yang lebih baik.
Advertisement
Advertisement
Urban Farming dan Urban Scouting sebagai Pilar Utama
Salah satu kegiatan unggulan dalam "Urban Sustainability Education" adalah pertanian perkotaan atau "Urban Farming". Konsep ini mengenalkan anak-anak pada pemanfaatan lahan terbatas di perkotaan untuk mendukung ketahanan pangan. Ini memberikan solusi praktis untuk masalah ketersediaan pangan di lingkungan urban.
Selain itu, konsep "Urban Scouting" juga diperkenalkan sebagai transformasi kegiatan kepramukaan yang disesuaikan dengan karakter kota besar. "Urban scouting membekali peserta dengan karakter tangguh untuk bertahan di kota besar, memahami risiko, mitigasi bencana, hingga mencari solusi atas permasalahan perkotaan," kata Nahdiana.
Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, menyampaikan dukungan penuh terhadap program ini. Menurutnya, ini adalah program pendidikan yang menanamkan pola pikir keberlanjutan sejak usia dini. Hendra berharap, "anak-anak Jakarta tumbuh menjadi generasi yang mampu bertahan hidup di kota besar, memahami persoalan perkotaan, dan menghadirkan solusi nyata."
Advertisement
Advertisement
Partisipasi Luas dan Ragam Kegiatan Edukatif
Kegiatan "Urban Sustainability Education" diikuti oleh 1.799 peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan. Mereka berasal dari SD, SMP, SMA, hingga SMK, termasuk siswa-siswi prasejahtera, berkebutuhan khusus, serta diaspora di Jakarta. Acara ini diselenggarakan di Ocean Ecopark Ancol, Jalan Lodan II, Taman Impian Jaya Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.
Pada tahun ini, program tersebut menghadirkan dua kegiatan utama: "Urban Farming" dan "Urban Scouting". Kedua kegiatan ini menjadi inti dari pendidikan berkelanjutan yang diberikan.
Selain itu, acara ini juga menampilkan beragam pertunjukan edukatif dan seni budaya. Di antaranya adalah membatik dari bahan akar mangrove oleh murid disabilitas, permainan tradisional, senam semaphore, tari, angklung, vokal, serta musikalisasi puisi. Ini semua bertujuan untuk memperkaya pengalaman belajar peserta.
Advertisement
Sumber: AntaraNews