BRIN Dorong Kebun Raya Bali Jadi 'Living Lab' Unggulan Perkuat Riset dan Edukasi Nasional

Kepala BRIN Arif Satria mendorong Kebun Raya Bali di Tabanan menjadi 'living lab' unggulan, memperkuat riset biodiversitas dan edukasi, sekaligus pusat keunggulan riset berbasis ekosistem nyata.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BRIN Dorong Kebun Raya Bali Jadi 'Living Lab' Unggulan Perkuat Riset dan Edukasi Nasional
Kepala BRIN Arif Satria mendorong Kebun Raya Bali di Tabanan menjadi 'living lab' unggulan, memperkuat riset biodiversitas dan edukasi, sekaligus pusat keunggulan riset berbasis ekosistem nyata. (AntaraNews)

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, secara tegas mendorong Kebun Raya Eka Karya Bali di Kabupaten Tabanan untuk bertransformasi. Dorongan ini bertujuan menjadikan Kebun Raya tersebut sebagai "living lab" unggulan di Indonesia.

Inisiatif ini merupakan bagian dari visi BRIN untuk memperkuat kapasitas riset dan edukasi di bidang biodiversitas nasional. Konsep "living lab" sendiri sedang menjadi tren global karena kemampuannya menghadirkan kawasan riset berbasis ekosistem nyata yang efektif.

Dengan potensi luas sekitar 120 hektare, Kebun Raya Bali diharapkan dapat menjadi pusat keunggulan. Ini akan mendukung pengembangan berbagai disiplin ilmiah seperti biologi, ekologi, dan kehutanan.

Kebun Raya Bali sebagai Pusat Riset Biodiversitas Unggulan

Kepala BRIN, Arif Satria, menekankan bahwa konsep "living lab" merupakan pendekatan modern dalam riset yang menghadirkan ekosistem nyata sebagai laboratorium. Kebun Raya Bali, dengan luas sekitar 120 hektare, memiliki potensi besar untuk dioptimalkan sebagai pusat riset biodiversitas. Kawasan ini sangat ideal untuk studi mendalam di bidang biologi, ekologi, dan kehutanan.

Pemanfaatan Kebun Raya Bali sebagai "living lab" akan memungkinkan para peneliti untuk melakukan observasi dan eksperimen dalam lingkungan alami. Hal ini diharapkan dapat menghasilkan inovasi dan penemuan penting terkait keanekaragaman hayati Indonesia. BRIN berkomitmen untuk menjadikan fasilitas ini sebagai garda terdepan dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Arif Satria menegaskan ambisi BRIN untuk setiap "living lab" yang dikelolanya. "Kami ingin menjadikan seluruh living lab BRIN menjadi pusat riset excellence sesuai dengan bidangnya," ujarnya, menunjukkan fokus pada spesialisasi dan keunggulan. Dorongan ini sejalan dengan upaya global untuk memperkuat riset berbasis ekosistem.

Peran Strategis Kebun Raya Bali dalam Edukasi Publik

Selain perannya sebagai pusat riset, Kebun Raya Bali juga memegang fungsi strategis dalam edukasi publik. Koleksi tanaman langka dan bersejarah yang ada di dalamnya menjadi daya tarik utama. Fasilitas ini menyediakan platform unik untuk pembelajaran interaktif bagi masyarakat luas.

Keberadaan berbagai spesies flora yang unik dan penting secara historis dapat menginspirasi berbagai kalangan. Anak-anak, pelajar, dan masyarakat umum dapat belajar langsung tentang pentingnya konservasi dan keanekaragaman hayati. Ini menumbuhkan kesadaran dan kecintaan terhadap lingkungan sejak dini.

Arif Satria menyoroti nilai edukatif dari koleksi Kebun Raya Bali. Ia menyatakan, "Karena Kebun Raya ini kan kaya akan tanaman langka, kaya akan tanaman yang bersejarah. Jadi, ini mendorong kecintaan anak-anak kepada Kebun Raya," Pernyataan ini menegaskan bagaimana kebun raya dapat menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai-nilai konservasi pada generasi muda.

Kolaborasi BRIN dan Prioritas Riset di Kebun Raya

BRIN saat ini aktif bermitra dalam pengelolaan kebun raya di seluruh Indonesia, termasuk Kebun Raya Bali. Kemitraan ini diharapkan dapat terus mengedepankan riset sebagai prioritas utama dalam setiap kegiatan. Kolaborasi ini penting untuk memastikan keberlanjutan fungsi ilmiah kebun raya.

Arif Satria menekankan pentingnya keseimbangan dalam pengelolaan Kebun Raya Bali. "Karena itu, Kebun Raya Bali harus dikelola, apalagi sudah kita mitrakan. Maka kita terus berharap kemitraan ini seimbang antara kepentingan eduwisata, bisnis, dan yang paling penting penelitian," Keseimbangan ini diperlukan agar tujuan riset tidak tergeser oleh aspek komersial semata.

Kunjungan Kepala BRIN ke Kebun Raya Bali pada Jumat (5/12) juga menjadi ajang dialog dengan para peneliti. Aspirasi yang disampaikan oleh peneliti di Kebun Raya Bali sejalan dengan masukan dari peneliti BRIN di daerah lain. Arif menyatakan bahwa BRIN telah memahami isu-isu tersebut dan sedang menyiapkan langkah solusinya secara bertahap.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi