Anak Sungai Citarum Meluap dan Tembok Rumah Jebol, 2 Mobil Hanyut Sulit Dievakuasi

Pantauan Selasa (2/12) pagi, puing dari benteng yang ambruk tersebut masih berserakan di area halaman rumah.

Robby Bouceu
Oleh Robby Bouceu - Reporter
Anak Sungai Citarum Meluap dan Tembok Rumah Jebol, 2 Mobil Hanyut Sulit Dievakuasi
Anak Sungai Citarum Meluap dan Tembok Rumah Jebol, 2 Mobil Hanyut Sulit Dievakuasi (Merdeka.com)

Tembok rumah warga di Gang Haji Ibrahim, RT 01 RW 01 Dusun Cicukang, Desa Mekarrahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, ambrol usai dihantam arus deras anak Sungai Citarum saat hujan pada Senin (1/12). Dua mobil yang terparkir di halaman rumah itu pun ikut terseret arus.

Dua unit mobil itu ialah Avanza milik Aula Ismat Wahidin dan Kijang milik Masnur. Pantauan Selasa (2/12) pagi, puing dari benteng yang ambruk tersebut masih berserakan di area halaman rumah. Benteng rumah yang roboh itu berbatasan langsung dengan anak sungai di depannya. 

Sejumlah petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung dan pihak dusun tampak berada di lokasi melakukan assessment. 

Wiharto (52) adik pemilik mobil yang hanyut menyebut peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Ia bilang kejadiannya cepat dan mendadak. Gelombang arus di anak sungai itu begitu deras dan seketika menjebol benteng halaman rumah.

"Air dari sana. Mungkin, awalnya tersendat sampah gede langsung ke sini. Sudah saja tembok hancur," katanya dijumpai di lokasi.

Tinggi limpahan air menurutnya ditaksir mencapai 1 meter. Melibas dua mobil yang tengah terparkir di halaman dan masuk ke dalam rumah. Mobil tersebut sempat terombang-ambing oleh gelombang air, menurut dia, sebelum akhirnya tersesat arus anak sungai.

"Mobilnya lagi parkir di sini, punya kakak saya. Satu Avanza, satu kijang. Yang Avanza posisinya xudah ketahuan, di sana dekat makam,” ucap dia.

Titik Akhir Mobil Avanza

Anak Sungai Citarum Meluap dan Tembok Rumah Jebol, 2 Mobil Hanyut Sulit Dievakuasi
Anak Sungai Citarum Meluap dan Tembok Rumah Jebol, 2 Mobil Hanyut Sulit Dievakuasi istimewa

Di titik akhir mobil Avanza itu terseret, tampak sejumlah dua sampai tiga orang warga tengah membersihkan sampah yang menyangkut. Mobil itu berkelir putih itu terendam hampir seluruhnya dan tampak sejumlah kerusakan luar akibat benturan.

Di lokasi, kepala Dusun Cicukang 1 Dewi Ratnapuri, mengatakan pihaknya bersama Dinas PU, BPBD dan Dishub Kabupaten Bandung tengah memikirkan upaya untuk mengevakuasi mobil tersebut. Kendala ditemukan lantaran titik akhir mobil tersebut berada di lingkungan yang sempit. 

Lebar anak sungai sendiri ditaksir kurang dari 2 meter. Satu sisinya ialah pemukiman warga, sementara sisi lainnya lagi area tanah agak terbuka, yang juga terdapat pemakaman.

"Terlebih yang mobil Kijang, posisinya di sana susah karena ketutup benteng di dua sisinya,” katanya saat berbincang di lokasi.

Selain menyeret dua unit mobil, luapan air menurut Dewi juga memberi dampak kepada terhadap bangunan tempat tinggal warga dan satu GOR. Menurutnya, dari pendataan sementara ada 30 Kepala Keluarga (KK), dengan sekitar 20 lebih bangunan terdampak di Dusun Cicukang.

"Yang GOR kalau rusak parah, kalau rumah ada perabotan yang kebawa arus, terus mesin jahit kaya dari konveksi rumahan," jelas dia.

Rekomendasi