Indonesia Kembali Terpilih sebagai Anggota Dewan IMO Kategori C untuk Periode 2026-2027

Indonesia kembali terpilih sebagai anggota Dewan IMO Kategori C untuk periode 2026-2027, menunjukkan peran strategisnya di tata kelola maritim global. Apa arti pencapaian ini bagi Indonesia?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Indonesia Kembali Terpilih sebagai Anggota Dewan IMO Kategori C untuk Periode 2026-2027
Indonesia kembali menorehkan prestasi gemilang dengan terpilih sebagai Anggota Dewan IMO Kategori C untuk periode 2026-2027, membuktikan peran strategisnya di maritim global. (AntaraNews)

Indonesia kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Negara kepulauan ini terpilih kembali sebagai anggota Dewan International Maritime Organization (IMO) Kategori C. Pemilihan ini berlangsung pada sesi ke-34 organisasi tersebut di London, Inggris, Jumat (30/11) lalu.

Keanggotaan ini akan berlaku untuk periode 2026-2027, menegaskan posisi strategis Indonesia dalam tata kelola maritim global. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memimpin delegasi Indonesia dalam pemilihan penting ini. Indonesia berhasil meraih dukungan dari 138 negara anggota.

Dengan perolehan suara tersebut, Indonesia menempati posisi kelima dari 26 kandidat yang bersaing. Pencapaian ini membuktikan peran vital Indonesia sebagai poros maritim dunia. Ini juga sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita yang memprioritaskan sektor maritim.

Peran Strategis Indonesia di Dewan IMO

Keanggotaan Indonesia di Dewan IMO Kategori C menegaskan pengakuan dunia terhadap kepentingan maritim negara ini. Kategori C terdiri dari dua puluh negara yang memiliki kepentingan khusus dalam transportasi atau navigasi maritim. Pemilihan ini memastikan representasi dari semua wilayah geografis utama di dunia.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa terpilihnya kembali Indonesia sebagai salah satu dari empat puluh anggota Dewan IMO menyoroti peran strategisnya. Indonesia dianggap sebagai poros maritim global yang berkontribusi signifikan. Kontribusi ini penting bagi peningkatan tata kelola maritim di seluruh dunia.

Pencapaian ini bukan hanya sekadar formalitas, melainkan bukti nyata kontribusi Indonesia. Negara ini aktif dalam upaya memajukan keselamatan maritim dan perlindungan lingkungan laut. Peran ini sangat penting dalam forum internasional seperti Dewan IMO.

Komitmen Indonesia untuk Maritim yang Berkelanjutan

Menteri Purwagandhi menegaskan kembali komitmen kuat Indonesia untuk memajukan sektor maritim. Komitmen ini mencakup peningkatan keselamatan maritim secara menyeluruh. Selain itu, Indonesia juga bertekad melindungi lingkungan laut dari berbagai ancaman.

Fokus lainnya adalah pengembangan pelabuhan yang cerdas dan berkelanjutan. Indonesia juga berkomitmen meningkatkan kesejahteraan serta kompetensi para pelaut. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita.

Indonesia menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama erat dengan semua negara anggota IMO. Tujuan kerja sama ini adalah untuk mengarahkan pelayaran internasional. Tujuannya agar menuju masa depan yang lebih aman, lebih hijau, dan lebih tangguh. Melalui upaya kolektif, komunitas maritim global dapat mengoptimalkan peluang bersama.

Optimalisasi peluang ini penting untuk mencapai keberlanjutan jangka panjang. Keanggotaan di Dewan IMO memberikan platform bagi Indonesia untuk mewujudkan visi ini. Indonesia akan terus berperan aktif dalam perumusan kebijakan maritim global.

Selain Indonesia, sembilan belas negara anggota Kategori C lainnya adalah Bahama, Belgia, Chili, Siprus, Mesir, Finlandia, Jamaika, Malaysia, Malta, Meksiko, Maroko, Nigeria, Peru, Filipina, Qatar, Arab Saudi, Singapura, Afrika Selatan, dan Turki.

Kategori Dewan IMO lainnya meliputi Kategori A, yang terdiri dari sepuluh negara dengan kepentingan terbesar dalam menyediakan layanan pelayaran internasional. Sementara itu, Kategori B terdiri dari sepuluh negara dengan kepentingan terbesar dalam perdagangan maritim internasional.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi