Perempuan Melayu Jambi Dorong HKI Busana Adat Pengantin Jambi, Lindungi Warisan Budaya dari Klaim Asing

Himpunan Perempuan Melayu Jambi (HPMJ) mendesak pendaftaran HKI Busana Adat Pengantin Jambi untuk melindungi identitas budaya dan mencegah klaim pihak luar. Dorongan ini penting!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Perempuan Melayu Jambi Dorong HKI Busana Adat Pengantin Jambi, Lindungi Warisan Budaya dari Klaim Asing
Himpunan Perempuan Melayu Jambi (HPMJ) mendesak pendaftaran HKI Busana Adat Pengantin Jambi untuk melindungi identitas budaya dan mencegah klaim pihak luar. Dorongan ini penting! (AntaraNews)

Penasehat Himpunan Perempuan Melayu Jambi (HPMJ), Hesnidar Haris, baru-baru ini menyuarakan pentingnya Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi busana adat pengantin Provinsi Jambi. Dorongan ini disampaikan dalam acara pelantikan pengurus HPMJ Provinsi Jambi di Kota Jambi. Tujuannya adalah untuk menjaga dan melestarikan kekayaan budaya daerah dari potensi klaim pihak asing.

Hesy Haris menekankan bahwa tanpa adanya paten, identitas budaya Jambi akan rentan terhadap modifikasi atau adopsi tanpa standar baku. Ia merujuk pada pengalaman songket yang pernah diklaim negara lain karena ketiadaan HKI yang kuat. Oleh karena itu, perlindungan hukum menjadi sangat krusial untuk warisan leluhur.

Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk melindungi busana adat pengantin Jambi yang saat ini belum memiliki perlindungan hukum jelas. HPMJ diharapkan dapat berkolaborasi dengan Lembaga Adat Melayu (LAM) Jambi dan organisasi perias pengantin. Mereka diminta menyusun aturan serta batasan modifikasi yang diperbolehkan pada busana adat tersebut.

Pentingnya HKI untuk Busana Adat Pengantin Jambi

Hesy Haris menegaskan bahwa pendaftaran HKI adalah langkah fundamental untuk melindungi identitas budaya Jambi. Tanpa perlindungan hukum, busana adat pengantin Jambi berisiko tinggi diklaim atau dimodifikasi secara tidak bertanggung jawab. Ini adalah pelajaran berharga dari kasus songket yang sempat diklaim negara lain.

Busana adat pengantin Jambi saat ini belum memiliki standar baku maupun perlindungan hukum yang jelas. Kondisi ini menjadikannya rentan terhadap perubahan atau peniruan yang dapat menghilangkan ciri khas aslinya. HPMJ diharapkan menjadi garda terdepan dalam upaya pelestarian ini.

Keberadaan HPMJ diharapkan mampu menjaga adat, budaya, dan tradisi warisan leluhur di Jambi. Organisasi ini juga diharapkan aktif mendukung Lembaga Adat Melayu (LAM) Jambi. Kolaborasi ini penting untuk memastikan kekayaan budaya daerah tetap lestari.

Kolaborasi dan Inovasi dalam Pelestarian Busana Adat

Hesy Haris mendorong HPMJ, LAM Jambi, dan organisasi perias pengantin untuk bersinergi. Mereka harus bersama-sama menyusun aturan, konsep, dan batasan modifikasi yang diperbolehkan. Tujuannya agar busana adat pengantin Jambi tetap otentik namun relevan.

Busana adat harus tetap menonjolkan ciri khas Jambi yang kaya akan nilai historis. Namun, Hesy juga membuka ruang untuk inovasi agar dapat diterima oleh generasi muda. Penting untuk menemukan keseimbangan tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisi yang telah ada.

HPMJ memiliki peran strategis sebagai penggerak dalam meningkatkan kapasitas anggotanya. Ini termasuk pemahaman dan praktik adat Melayu Jambi, seperti keterampilan memakai tengkuluk dan busana adat. Pemahaman tata cara pelaminan adat juga menjadi bagian penting dari upaya ini.

Perlindungan Hukum yang Berbeda di Jambi

Hesy mencontohkan bahwa satu-satunya busana adat yang telah memiliki hak paten adalah busana pengantin Kota Jambi. Ini merupakan hasil kerja sama antara Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI Melati) dengan pemerintah daerah setempat. Keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi daerah lain.

Sayangnya, busana adat pengantin dari provinsi serta kabupaten dan kota lainnya di Jambi belum memiliki standar baku. Mereka juga belum memiliki perlindungan hukum yang memadai. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan dalam upaya pelestarian budaya.

“Kita semua bukan orang yang sempurna, tetapi kesadaran akan kekurangan itulah yang membuat kita terus belajar,” ujar Hesy Haris. Ia mengajak semua pihak untuk bersama merawat adat dan budaya Jambi. Tujuannya agar generasi mendatang dapat mengenal identitasnya dengan bangga dan lestari.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi