Suasana hangat menyelimuti gala perdana Film Wasiat Warisan yang digelar di Jakarta baru-baru ini. Para aktor dan kru produksi secara spontan menampilkan aksi panggung yang memukau. Mereka kompak membawakan lagu daerah populer "O Tano Batak" di hadapan para tamu undangan.
Momen istimewa ini terjadi pada Rabu, 26 November, dan berhasil menarik perhatian hadirin. Aksi tersebut bertujuan untuk menegaskan eratnya kaitan cerita film dengan identitas budaya Batak. Latar belakang budaya Batak memang menjadi elemen utama dalam narasi Film Wasiat Warisan.
Jenda Munthe, pemeran Marlon, menjadi inisiator spontanitas tersebut setelah ditantang menyanyikan lagu Batak. Dukungan penuh datang dari sutradara Agustinus Sitorus dan Direktur BPODT Wahyu Dito Galih Indarto. Hal ini semakin memperkuat nuansa kebersamaan dalam acara tersebut.
Advertisement
Advertisement
Spontanitas Panggung dan Tantangan Tak Terduga
Momen menarik bermula ketika Jenda Munthe, aktor yang memerankan karakter Marlon dalam Film Wasiat Warisan, memegang mikrofon. Ia kemudian secara tak terduga mendapatkan tantangan dari hadirin untuk menyanyikan sebuah lagu Batak. Tanpa ragu, Jenda menerima tantangan tersebut dengan antusiasme tinggi.
Jenda Munthe mengungkapkan bahwa kesediaannya untuk bernyanyi didorong oleh sutradara Agustinus Sitorus. Direktur Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Wahyu Dito Galih Indarto juga turut memberikan dukungan. Kehadiran para tokoh penting ini menambah semarak suasana gala Film Wasiat Warisan.
Agustinus Sitorus kemudian mengajak aktor lain seperti Vito Sinaga dan Oppung Medan, yang memiliki nama asli Aldi Rangkuti, untuk bergabung. Mereka semua bersama-sama menyanyikan lagu "O Tano Batak". Kolaborasi ini menunjukkan kekompakan para pemeran Film Wasiat Warisan.
Advertisement
Advertisement
O Tano Batak: Simbol Kebanggaan dan Bagian dari Film
Pemilihan lagu "O Tano Batak" bukan tanpa alasan dalam acara gala Film Wasiat Warisan ini. Lagu tersebut tidak hanya dinyanyikan dalam film, tetapi juga dikenal luas sebagai ekspresi kebanggaan suku Batak. Liriknya menggambarkan kecintaan mendalam terhadap tanah leluhur mereka, Tano Batak.
Lagu ini memiliki resonansi emosional yang kuat, terbukti dari semangat para pemain berdarah Batak saat menyanyikannya. Agustinus Sitorus bahkan memuji kualitas suara mereka, khususnya Jenda Munthe. "Jenda multitalenta. Memang orang Batak suaranya enak-enak ya," ujar Agustinus memuji. Pujian ini menyoroti bakat terpendam para aktor Film Wasiat Warisan.
Sutradara Agustinus Sitorus mengonfirmasi bahwa "O Tano Batak" juga menjadi bagian dari lajur suara Film Wasiat Warisan. Lagu ini mengiringi sebuah adegan yang menggambarkan kegiatan khas masyarakat lokal di sekitar Danau Toba saat berkumpul. Adegan tersebut menampilkan Jenda Munthe bernyanyi secara akustik, ditemani Hamka Hamzah, Oppung Medan, dan Vito Sinaga.
Advertisement
Advertisement
Menyoroti Warisan Budaya dan Dinamika Keluarga di Danau Toba
Film Wasiat Warisan secara keseluruhan berupaya menyoroti kekayaan warisan budaya Batak. Selain itu, film ini juga mengangkat dinamika kompleks dalam sebuah keluarga yang berlatar belakang kawasan Danau Toba. Cerita ini diharapkan mampu memberikan gambaran mendalam tentang kehidupan masyarakat di sana.
Agustinus Sitorus menjelaskan bahwa film ini tidak hanya sekadar hiburan. Film Wasiat Warisan juga menjadi medium untuk memperkenalkan nilai-nilai dan tradisi lokal kepada khalayak luas. Hal ini sejalan dengan upaya pelestarian budaya daerah.
Selain "O Tano Batak", Film Wasiat Warisan juga menampilkan sederet lajur suara lain yang tak kalah menarik. Beberapa di antaranya adalah lagu "Rege Rege" dan "Mama Papa OST Wasiat Warisan". Film ini dijadwalkan akan tayang di bioskop Indonesia mulai tanggal 4 Desember mendatang, siap menyapa penonton.
Advertisement
Sumber: AntaraNews