Polisi menangkap pedagang pecel lele di kawasan Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, berinisial W. Terduga pelaku diamankan usai terlibat keributan dengan tiga orang preman pada Rabu (19/11) malam.
Kapolsek Cilengsi Kompol Edison mengatakan, sebelum terjadi kasus tersebut. Terduga pelaku lebih dulu melaporkan kejadian diganggu oleh para preman pada pihaknya.
"Jadi sebenarnya saya buka bahwa pecel lele itu mempertahankan diri dia gitu loh. Pecel lele ini pernah laporan ke kita, pak saya diganggu. oke sharelok kita akan jemput. Dia (pecel lele) laporan ke kita unit 3 pak Tatang, oke kami tunggu," kata Edison saat dihubungi, Minggu (23/11).
Ternyata, laporannya itu tidak jadi dilakukan olehnya lantaran melihat preman tersebut yang masih memiliki anak kecil.
"Dia WA lagi, enggak usah pak anaknya masih kecil (si preman). Jadi dia itu sudah buat laporan, kemudian ketika kita ingin datangi si preman ini, tapi karena kasian akhirnya dia (pecel lele) batalin (laporannya)," jelasnya.
"Enggak usah pak dia masih punya anak kecil, waduh. Kita enggak bisa apa-apap dong," sambungnya.
Advertisement
Pelaku dan Korban Kenal
Dirinya menyebut, antara preman dan pecel lele tersebut sudah saling kenal atau mengenal satu sama lainnya. Namun, hal yang dilakukan oleh pecel lele karena amarahnya yang sudah memuncak.
"Nah kemarin itu memuncak, puncaknya. Karena sering (diganggu di preman) karena seringnya ini kan dibiarkan, pada suatu saat ada laporan ya kita sigap dong.
"Jadi catatan dari saya, pihak pelaku ini (pecel lele) sudah buat laporan tapi minta kita balik. Karena (preman punya anak kecil). Jadi kita tidak membiarkan, itu catatnya dia sendiri yang membatalkan. Dia ini pecel lele orang baik lah, tapi memang diganggu gangu terus," pungkasnya.
Advertisement
Kronologi Pembacokan
Sebelumnya, Tiga preman mengalami luka usai terlibat keributan dengan pedagang pecel lele di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (19/11/2025) malam. Pelaku berinisial W, pemilik warung pecel lele ditangkap polisi usai kejadian tersebut.
Kapolsek Cileungsi Kompol Edison menjelaskan keributan terjadi sekitar pukul19.00 WIB. Mulanya, korban berinisial U diketahui anggota sebuah Organisasi Kemasyarakatan (ormas) bersama dua pemuda lainnya nongkrong di warung.
Dalam kondisi mabuk minuman keras, korban U mendatangi tempat jualan milik pelaku. Keduanya lantas bertikai hingga pelaku membacok korban dengan sebuah kapak.
"Korban jalan dalam kondisi mabuk, datang ke tempat jualan pelaku lalu terjadilah keributan. Si tukang pecel lele ini langsung mengarahkan kapaknya ke korban," kata Edison, Kamis (20/11/2025).
Seorang teman korban yang juga pemilik warung di lokasi itu mencoba membantunya. Namun, korban terlebih dahulu dipukul sebelum menyerang pelaku.
"Niatnya pemilik warung di sebelahnya anggota LSM itu ikutan membantu. Tapi sebelum bertindak, sudah dihantam sama pedagang pecel ayam secara spontan," ungkapnya.
Begitu juga satu teman korban lainnya, yang mencoba membantu malah ikut kena hajar.
"Dari tiga orang, satu luka bacok dan dua lainnya luka ringa. Korban dilarikan ke rumah sakit. Sekarang ada yang sudah pulang, ada juga yang masih dirawat," terangnya.