Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) meluncurkan sebuah inisiatif penting bernama Gerakan Seniman Masuk Sekolah. Program ini bertujuan untuk membangun karakter siswa yang berbudaya dan memiliki identitas bangsa yang kuat. Ini adalah langkah strategis dalam mempersiapkan generasi muda menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045.
Kepala Subdirektorat Pemberdayaan Nilai Budaya, Direktorat Pemberdayaan Nilai Budaya dan Pelindungan Hak Kekayaan Intelektual pada Kemenbud, Bobby Fernandes, menjelaskan program ini. Ia menyampaikannya saat Sosialisasi Penguatan Nilai Budaya ke Sekolah di Cipanas, Garut, Jawa Barat, pada Minggu (23/11). Inisiatif ini secara konkret mendorong seniman untuk hadir langsung di lingkungan pendidikan formal, dari SD hingga SMA.
Kemenbud secara konsisten berupaya membentuk karakter anak bangsa yang berbudaya melalui berbagai jalur. Salah satu fokus utama adalah lingkungan sekolah, dengan mengintegrasikan nilai-nilai budaya ke dalam kegiatan belajar mengajar. Program Gerakan Seniman Masuk Sekolah ini diharapkan dapat menyinergikan seniman dan sekolah untuk penguatan karakter siswa secara holistik.
Advertisement
Advertisement
Sinergi Seniman dan Sekolah dalam Pembentukan Karakter
Program Gerakan Seniman Masuk Sekolah dirancang untuk memperkaya pengetahuan siswa berbasis budaya. Selain melalui ekstrakurikuler yang sudah ada, seniman akan secara aktif terlibat dalam menyebarkan nilai-nilai budaya. Ini menciptakan ruang ekspresi yang cukup bagi seniman sekaligus membantu sekolah dalam penguatan karakter.
Bobby Fernandes menekankan adanya hubungan mutualisme antara seniman dan sekolah. "Ada sinergi antara seniman dan sekolah, jadi ini hubungan yang sebenarnya mutualisme, seniman dapat ruang ekspresi yang cukup, sekolah juga dibantu untuk penguatan karakter melalui praktik-praktik budaya," ujarnya. Kolaborasi ini diharapkan menghasilkan dampak positif yang signifikan bagi perkembangan siswa.
Saat ini, Kemenbud sedang dalam tahap persiapan detail pelaksanaan gerakan ini, termasuk menyusun kurikulum dan mekanisme pelaksanaannya. Program ini diharapkan dapat mulai berjalan pada tahun ini atau paling lambat pada tahun 2026. Persiapan matang dilakukan untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutan program di seluruh Indonesia.
Advertisement
Seniman dan guru di sekolah akan berkolaborasi untuk menciptakan proyek atau kegiatan yang menyajikan nilai-nilai budaya yang relevan. Tujuan utamanya adalah memberikan pemahaman dan pengetahuan mendalam tentang budaya, termasuk menanamkan budaya disiplin serta nilai-nilai luhur lainnya bagi siswa.
Advertisement
Peran Lokalitas dan Payung Hukum Gerakan Seniman Masuk Sekolah
Implementasi Gerakan Seniman Masuk Sekolah akan melibatkan berbagai pihak terkait di tingkat daerah. Kepala sekolah, seniman lokal, guru seni, dan dinas pendidikan akan bersama-sama menyusun bentuk pembelajaran yang relevan. Mereka akan berfokus pada nilai-nilai yang berbasis lokalitas, memastikan konten budaya sesuai dengan konteks dan kearifan daerah masing-masing.
Bobby Fernandes juga menyoroti ketersediaan seniman di Indonesia yang sangat melimpah, tidak kekurangan. Menurutnya, tantangan utama justru terletak pada penyampaian nilai-nilai budaya secara efektif kepada siswa di berbagai tingkatan sekolah, mulai dari SD sampai SMA sederajat. Program ini hadir sebagai solusi konkret untuk menjembatani kesenjangan tersebut dan memaksimalkan potensi seniman.
Guna memastikan program ini memiliki dasar hukum yang kuat dan jelas, Kemenbud sedang menyiapkan payung hukumnya. Payung hukum ini akan menjadi landasan formal bagi seniman untuk masuk ke sekolah dan memberikan pembelajaran budaya secara terstruktur. Hal ini penting untuk legalitas, keberlanjutan, dan standardisasi pelaksanaan program di seluruh wilayah.
Advertisement
Pembahasan mengenai payung hukum ini sedang berlangsung secara intensif di lintas kementerian terkait. Opsi yang dipertimbangkan meliputi peraturan menteri, surat keputusan bersama antar kementerian, atau bahkan peraturan presiden. Proses ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendukung Gerakan Seniman Masuk Sekolah sebagai upaya strategis nasional dalam pembentukan karakter generasi muda.
Sumber: AntaraNews