Gubernur Bali, Wayan Koster akan memanggil pihak perusahaan yang memiliki minibus terlibat kecelakaan, hingga menewaskan lima Warga Negara Asing (WNA) China. Bahkan Koster akan memberikan sanksi kepada perusahaan tersebut karena menganggap kecelakaan maut itu akibat kelalain sopir minibus.
"Saya akan segera memanggil perusahaan yang memiliki mobil, itu akan diberikan sanksi. Dan yang kedua agar ditertibkan, tidak boleh lagi terjadi hal seperti itu," kata Koster usai melakukan Rapat Paripurna di gedung Wiswa Sabha Utama, kantor Gubernur Bali, di Denpasar, Senin (17/11).
Koster menjelaskan alasan memberikan sanksi karena termasuk sebuah kelalaian. Kendati saat ini kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kecelakaan tunggal tersebut.
"Itu termasuk kelalaian. Biar penyelidikan polisi yang meninggal lima, mau apa?" ujar dia.
Koster menyebutkan sanksi apa yang akan diberikan dan juga nama perusahaan minibus tersebut. Dia memastikan peristiwa itu adalah kelalaian.
"(Untuk perusahaan di mana) akan dicek segera. Kan pasti kelalaian, kan paling enggak kelalaian sopirnya," ujar Koster.
Advertisement
Sebelumnya, rombongan wisatawan mancanegara mengalami kecelakaan tunggal yang terjadi di Banjar Dinas Prabakula, Desa Padang Bulia, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Jumat (14/11) sekitar pukul 04.30 WITA.
Kecelakaan tunggal ini, melibatkan rombongan wisatawan mancanegara yang menaiki minibus dan berisi 13 Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok atau China, yang dilaporkan terjun ke jurang kebun setelah kendaraan yang mereka tumpangi hilang kendali.
Kasat Lantas Polres Buleleng AKP Bachtiar Arifin mengatakan, peristiwa itu terjadi di Jalan Singaraja -Denpasar KM 7.700 meter di wilayah Banjar Dinas Prabukula, Desa Padang Bulia, Buleleng, dan kendaraan yang mengangkut itu Toyota Hiace Dengan pelat nomor N 7605 TA.
"Mengalami out of controle (OC)," kata AKP Bachtiar Jumat (14/11) siang.
Dalam kecelakaan tersebut, 5 WNA asal China tewas dan 8 orang lainnya mengalami luka-luka ringan.
"Lima orang meninggal dunia, dan delapan orang mengalami luka-luka," imbuhnya.
Kronologisnya, berawal dari pengendara atau sopir bernama Arif Al Akbar (39) asal Pasuruan, Jawa Timur, mengendarai Toyota Hiace dengan pelat nomor N 7605 TA yang datang dari arah selatan menuju ke utara dengan kondisi jalan menikung dan menurun.
Kemudian, pada saat di TKP tiba-tiba kendaraan tidak bisa di kendalikan, sehingga kendaraan masuk kebun milik masyarakat, dan menabrak pohon sehingga terpental mengakibatkan terjadinya kecelakaan lalulintas out of controle.
"Terkait dengan kecelakaan lalulintas dimaksud saat ini masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut," ujarnya.
Dalam peristiwa itu, sopir selamat mengalami lecet pada kaki kanan dan tidak dirawat. Kemudian, untuk identitas para penumpang yang mengalami luka ringan dan seluruhnya dirawat di Rumah Sakit Karya Dharma Husada, Singaraja, Buleleng.
Advertisement
1. Xu. Yuehao (62)
2. Yang. Junle (34).
3. Deng. Zhimia (66).
4. Xu. Jianchao, (74).
5 Xu. Lihua (62).
6. Xu. Shaoling (62)
7. Yang. Chuxuan (5)
8. Chen. Jiao (35).
Kemudian, untuk korban meninggal dunia semua jenazah berada di RSUD Kabupaten Buleleng, identitasnya diantaranya.
1. Zhong. Yuemei (63).
2. Xu. Mingbiao (61).
3. Xu. Huijuan (61).
4. Xu. Huangyuan (66)
5. Xu. Yuexiang (52).