Badan Pangan Nasional (Bapanas) kembali menegaskan komitmennya dalam upaya penurunan angka stunting di Indonesia. Komitmen ini diwujudkan melalui promosi diet Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) yang berbasis pada pemanfaatan pangan lokal. Pendekatan ini dinilai sangat penting untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap gizi yang seimbang.
Sekretaris Jenderal Bapanas, Sarwo Edhy, menjelaskan bahwa pihaknya secara aktif mendorong pemanfaatan sumber daya pangan lokal yang melimpah di berbagai daerah. Tujuannya adalah untuk membantu masyarakat, khususnya anak-anak dan ibu hamil, dalam memenuhi kebutuhan gizi harian mereka. Program B2SA ini menjadi pilar utama dalam mendukung upaya nasional menurunkan stunting dengan memastikan ketersediaan pangan yang beragam dan bergizi.
Upaya ini sejalan dengan data terbaru yang menunjukkan penurunan prevalensi stunting dari 21,5 persen pada tahun 2023 menjadi 19,8 persen di tahun 2024. Penurunan ini mengindikasikan efektivitas program-program yang telah dijalankan pemerintah, termasuk inisiatif Bapanas dalam menggalakkan pangan lokal B2SA. Dengan demikian, diharapkan target penurunan stunting dapat terus tercapai.
Advertisement
Advertisement
Pentingnya Pangan Lokal dalam Gizi Seimbang
Sarwo Edhy menekankan bahwa program B2SA sangat mendukung upaya nasional dalam menurunkan angka stunting. Hal ini dilakukan dengan memastikan ketersediaan pangan yang beragam dan bergizi dari sumber-sumber lokal. Berbagai komoditas lokal seperti singkong, ubi jalar, jagung, sagu, talas, dan tanaman lain dapat berfungsi sebagai sumber karbohidrat alternatif.
Pemanfaatan komoditas ini tidak hanya mendukung diversifikasi pangan tetapi juga memperkaya asupan gizi masyarakat. Manfaat bahan pangan lokal akan semakin besar jika rumah tangga mulai memahami dan mengolahnya untuk konsumsi sehari-hari. Ini mendorong kemandirian pangan di tingkat keluarga.
Diversifikasi pangan melalui B2SA juga membantu mengurangi ketergantungan pada satu jenis makanan pokok. Dengan begitu, masyarakat dapat memperoleh nutrisi yang lebih lengkap dari berbagai sumber. Inisiatif ini juga mendukung ekonomi lokal dengan meningkatkan permintaan terhadap produk-produk pertanian daerah.
Advertisement
Advertisement
Edukasi dan Pemberdayaan Komunitas
Untuk menanamkan kebiasaan makan sehat sejak dini, Bapanas meluncurkan inisiatif B2SA Goes to School. Melalui program ini, konsep gizi seimbang diperkenalkan kepada siswa-siswi di sekolah. Tujuannya adalah untuk mendorong mereka mengembangkan kebiasaan makan yang sehat dan bergizi.
Di tingkat komunitas, Bapanas memperluas jangkauan program melalui Rumah Pangan B2SA dan Desa B2SA. Inisiatif ini dirancang untuk membantu keluarga menanam dan mengolah bahan pangan lokal bergizi di rumah. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih mudah mengakses pangan sehat dan aman.
Sarwo Edhy menambahkan bahwa upaya penurunan stunting melalui sektor pangan ini selaras dengan program pertanian yang mempromosikan pekarangan rumah sebagai sumber gizi keluarga. Program ini memberdayakan masyarakat untuk secara aktif berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan gizi mereka sendiri. Edukasi dan pemberdayaan ini menjadi kunci keberhasilan program B2SA.
Advertisement
Advertisement
Peran Ketahanan Pangan Rumah Tangga
Kepala Bapanas, sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, sebelumnya menekankan pentingnya penguatan swasembada pangan di semua tingkatan, termasuk di rumah tangga. Menurutnya, pekarangan rumah yang dikelola dengan baik dapat menyediakan karbohidrat, protein, vitamin, dan nutrisi lain dari tanaman yang dibudidayakan secara mandiri.
Amran percaya bahwa kebun rumah tangga yang dikelola dengan baik akan memungkinkan keluarga untuk memenuhi kebutuhan gizi mereka secara berkelanjutan. Ini menciptakan sistem pangan yang lebih tangguh dan mandiri di tingkat mikro. Kemandirian pangan rumah tangga juga mengurangi beban ekonomi keluarga.
Pekarangan yang produktif tidak hanya menyediakan sumber pangan segar tetapi juga mendorong konsumsi makanan yang lebih sehat dan alami. Dengan demikian, setiap keluarga dapat berperan aktif dalam upaya nasional penurunan stunting. Ini adalah langkah konkret menuju masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera.
Advertisement
Sumber: AntaraNews