Update Terbaru: Korban Meninggal Longsor Cilacap Bertambah Jadi 13 Orang, 10 Masih Dicari

Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana Korban Longsor Cilacap terus bertambah, mencapai 13 orang. Tim SAR masih berjuang mencari 10 korban lainnya di lokasi kejadian.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Update Terbaru: Korban Meninggal Longsor Cilacap Bertambah Jadi 13 Orang, 10 Masih Dicari
Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana Korban Longsor Cilacap terus bertambah, mencapai 13 orang. Tim SAR masih berjuang mencari 10 korban lainnya di lokasi kejadian. (AntaraNews)

Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, kembali bertambah. Penemuan dua jenazah baru pada Minggu (16/11) menjadikan total korban jiwa mencapai 13 orang. Tim SAR terus bekerja keras di lokasi kejadian untuk mencari korban lainnya yang masih hilang.

Kepala Kantor SAR/Basarnas Cilacap, Muhammad Abdullah, mengonfirmasi penemuan jenazah Diah Ramadani (17) dan Kasrinah (47). Kedua korban ditemukan di Worksite A-1 dan A-2 setelah operasi pencarian intensif. Peristiwa tragis ini terjadi setelah longsor besar pada Kamis (13/11) malam.

Bencana alam ini menimpa sejumlah rumah warga di Dusun Tarukahan dan Cibuyut, Kecamatan Majenang. Operasi pencarian yang telah memasuki hari keempat ini menghadapi medan yang sulit. Kondisi cuaca yang tidak menentu juga menjadi tantangan besar bagi seluruh tim SAR gabungan.

Perkembangan Pencarian Korban Longsor Cilacap

Tim SAR gabungan terus berupaya maksimal dalam operasi pencarian korban longsor Cilacap. Pada hari keempat pencarian, Minggu (16/11), dua jenazah berhasil ditemukan, menambah daftar korban meninggal dunia. Penemuan ini merupakan hasil kerja keras tim di lapangan yang tak kenal lelah.

"Korban atas nama Diah Ramadani ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Worksite A-1 pada pukul 14.58 WIB," ujar Muhammad Abdullah selaku SAR Mission Coordinator (SMC). Sebelumnya, tim juga menemukan jenazah Kasrinah (47) di Worksite A-2 pada pukul 12.03 WIB.

Dengan penemuan tersebut, total korban meninggal dunia akibat bencana longsor Cilacap kini mencapai 13 orang. Namun, masih ada 10 orang lainnya yang dilaporkan hilang dan terus dalam pencarian. Tim SAR juga menemukan beberapa bagian tubuh manusia di Worksite A-1 dan B-1.

Dampak dan Skala Bencana Longsor di Cilacap

Bencana tanah longsor yang melanda Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap, terjadi pada Kamis (13/11) sekitar pukul 19.00 WIB. Peristiwa ini menimbun sejumlah rumah warga di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut. Skala kerusakan yang ditimbulkan cukup signifikan, menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat setempat.

Longsor tersebut merusak setidaknya 12 rumah warga dan mengancam 16 rumah lainnya di area seluas sekitar 6,5 hektare. Material longsor yang sangat banyak menimbun permukiman penduduk. Kondisi tanah juga mengalami penurunan sedalam 2 meter serta retakan sepanjang 25 meter.

Data terkini hingga Minggu (16/11) malam menunjukkan total 46 orang terdampak bencana ini. Dari jumlah tersebut, 23 orang berhasil selamat, 13 orang dinyatakan meninggal dunia, dan 10 orang lainnya masih dalam proses pencarian. Upaya evakuasi dan penanganan terus dilakukan secara terkoordinasi.

Tantangan dan Sinergi Tim SAR di Lapangan

Operasi pencarian korban longsor Cilacap menghadapi berbagai tantangan berat di lapangan. Medan yang sulit di lokasi bencana menjadi hambatan utama bagi tim SAR dalam menjangkau area terdampak. Kondisi tanah yang labil dan cuaca yang tidak menentu juga memperumit proses pencarian.

Meskipun demikian, sinergi dan kerja keras seluruh unsur tim di lapangan patut diapresiasi. "Penemuan ini adalah hasil dari kerja keras dan sinergi seluruh unsur tim di lapangan, meskipun medan cukup sulit dan kondisi cuaca tidak menentu," kata Abdullah.

Berbagai elemen, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, relawan, hingga masyarakat setempat, bahu-membahu dalam operasi ini. Koordinasi yang baik antarpihak menjadi kunci keberhasilan dalam setiap penemuan korban. Diharapkan seluruh korban yang masih hilang dapat segera ditemukan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi