Festival Keluarga Sehat Kudus 2025: Strategi Jitu Pemkab Turunkan Angka Stunting Hingga 3,55 Persen

Pemerintah Kabupaten Kudus optimis menurunkan angka stunting hingga 3,55% melalui inisiatif Festival Keluarga Sehat Kudus 2025, didukung Djarum Foundation. Simak detail strateginya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Festival Keluarga Sehat Kudus 2025: Strategi Jitu Pemkab Turunkan Angka Stunting Hingga 3,55 Persen
Pemerintah Kabupaten Kudus optimis menurunkan angka stunting hingga 3,55% melalui inisiatif Festival Keluarga Sehat Kudus 2025, didukung Djarum Foundation. Simak detail strateginya! (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Kudus meluncurkan inisiatif ambisius untuk menekan angka stunting melalui "Milklife Festival Keluarga Sehat 2025". Acara ini secara resmi dibuka di Alun-alun Kudus pada hari Sabtu, menarik ribuan warga yang antusias. Festival ini diharapkan menjadi katalisator penting dalam upaya penurunan stunting di wilayah tersebut.

Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris, menyatakan target penurunan stunting menjadi 3,55 persen dari 4,03 persen saat ini. Pencapaian target ini bukan hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga berpotensi mendatangkan insentif fiskal dari pemerintah pusat. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mewujudkan tujuan mulia ini.

Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan ibu dan anak, tetapi juga melibatkan peran aktif berbagai pihak. Mulai dari RT/RW, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga bidan desa, semuanya diharapkan menjadi ujung tombak. Dukungan penuh dari Djarum Foundation turut memperkuat pelaksanaan program ini di lapangan.

Kolaborasi Kuat untuk Generasi Emas Bebas Stunting

Djarum Foundation menegaskan komitmennya untuk mendukung upaya pemerintah daerah dalam menciptakan generasi emas 2045 yang bebas stunting. Sebagai perusahaan yang lahir, besar, dan berkembang di Kudus, Djarum Foundation merasa memiliki tanggung jawab sosial yang besar. Program Director Bhakti Sosial Djarum Foundation, Achmad Budiharto, menyampaikan bahwa Kudus adalah rumah bagi mereka.

"Kudus merupakan rumah kami. Kalau Kudus makmur dan sejahtera, Djarum juga ikut sejahtera," ujar Achmad Budiharto. Ia menambahkan bahwa sejak awal, perusahaan tidak ingin karyawan mereka yang mayoritas ibu-ibu menyumbang angka stunting. Target ambisius Djarum Foundation adalah mencapai zero stunting di Kudus.

Dukungan Djarum Foundation dalam Festival Keluarga Sehat 2025 ini merupakan wujud nyata dari tanggung jawab sosial perusahaan. Berbagai stan edukasi, pemeriksaan kesehatan gratis, simulasi sanitasi lingkungan, senam sehat keluarga, hingga lomba posyandu diselenggarakan. Ini semua bertujuan untuk memberikan edukasi langsung kepada masyarakat mengenai pola hidup sehat dan pencegahan stunting.

Pendekatan Holistik dalam Penanganan Stunting

Achmad Budiharto mengakui bahwa perjalanan penanganan stunting tidaklah mudah dan membutuhkan pendekatan yang komprehensif. Awalnya, program hanya berfokus pada pemenuhan gizi ibu hamil dan balita, namun ternyata hal tersebut belum cukup. Stunting ternyata melibatkan banyak faktor di luar gizi semata.

"Kami belajar bahwa stunting tidak hanya soal gizi, tetapi juga perilaku, sanitasi, lingkungan, dan kesiapan calon pengantin," jelas Achmad Budiharto. Oleh karena itu, Festival Keluarga Sehat Kudus dirancang untuk menjadi ajang edukasi dan simulasi yang menyeluruh. Masyarakat diajak memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan praktik hidup sehat.

Festival ini juga menekankan pentingnya ASI eksklusif, pemeriksaan kehamilan secara rutin, serta mengajak keluarga untuk aktif bergerak. Edukasi ini bertujuan untuk mengurangi kebiasaan pasif seperti hanya bermain gawai. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat menerapkan gaya hidup yang lebih sehat secara keseluruhan.

Insentif Fiskal dan Ajakan Kolaborasi Lebih Luas

Keberhasilan Kabupaten Kudus dalam menurunkan angka stunting telah membuahkan hasil positif dari pemerintah pusat. Saat ini, Kudus telah mendapatkan insentif fiskal sebesar Rp6 miliar karena berhasil menekan angka stunting. Bupati Sam'ani Intakoris menargetkan penurunan lebih lanjut hingga 3,55 persen pada tahun depan.

Jika target ini tercapai, Kabupaten Kudus berpeluang mendapatkan insentif fiskal yang lebih besar lagi dari pemerintah pusat. Bupati berharap agar tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility (CSR) Djarum Foundation terus diprioritaskan untuk Kudus hingga tuntas. Setelah itu, baru kemudian membantu kabupaten lain yang membutuhkan.

Achmad Budiharto juga mengajak perusahaan-perusahaan besar lain di Kudus, seperti Pura, PT Sukun, dan Sinar Indah Kertas (SIK), untuk turut serta. Kolaborasi ini diharapkan dapat membantu lingkungan masing-masing. Dengan demikian, masalah stunting dan kesehatan lainnya di Kudus dapat segera tuntas, mewujudkan keluarga sehat dan generasi emas Indonesia pada tahun 2045.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi