Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Wayan Toni Supriyanto, menegaskan pentingnya penyelesaian masalah kabel 'Palapa Ring Tengah' yang putus. Pernyataan ini disampaikan Wayan di Manado, Kamis, menyoroti urgensi pemulihan infrastruktur vital tersebut.
Kabel Palapa Ring Tengah, yang merupakan bagian dari jaringan serat optik nasional, telah mengalami kerusakan sejak tahun 2019, salah satunya akibat aktivitas gunung api di Kabupaten Kepulauan Sitaro. Kondisi ini menghambat pemerataan akses telekomunikasi di sejumlah wilayah Indonesia.
Pemerintah melalui Komdigi bertekad untuk segera melakukan revitalisasi dan perbaikan, mengingat peran krusial Palapa Ring dalam mendukung konektivitas digital. Wayan menekankan bahwa penyelesaian ini akan mempercepat pemerataan konektivitas di seluruh penjuru Indonesia.
Advertisement
Advertisement
Pentingnya Palapa Ring untuk Konektivitas Nasional
Palapa Ring merupakan tulang punggung infrastruktur digital berupa jaringan fiber optik yang dirancang untuk melengkapi dan memperkuat penyelenggaraan telekomunikasi. Jaringan ini menjadi fondasi bagi berbagai operator telekomunikasi untuk menyediakan layanan internet dan komunikasi di seluruh wilayah Indonesia.
Wayan Toni Supriyanto menjelaskan bahwa dengan tersambungnya seluruh segmen Palapa Ring, diharapkan tidak ada lagi daerah yang tidak terlayani jaringan telekomunikasi. Visi ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mewujudkan akses internet yang merata dan berkualitas bagi seluruh masyarakat, termasuk di daerah terpencil.
Proyek Palapa Ring bertujuan untuk menjembatani kesenjangan digital antar wilayah, memastikan bahwa setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses informasi dan berpartisipasi dalam ekonomi digital. Keberadaan Palapa Ring sangat vital untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan inovasi di era digital.
Advertisement
Advertisement
Tantangan dan Solusi Penanganan Kabel Palapa Ring Tengah Putus
Meskipun Palapa Ring memiliki peran strategis, Wayan mengakui bahwa hingga saat ini terdapat sekitar 57 kabupaten dan kota yang belum terjangkau oleh pembangunan infrastruktur operator. Daerah-daerah ini menjadi fokus pemerintah untuk didorong agar operator telekomunikasi berinvestasi lebih lanjut dalam pengembangan jaringan.
Untuk mengatasi masalah kabel Palapa Ring Tengah yang putus, Wayan menyebutkan bahwa proses ini adalah kontraktual antara Bakti dan PT LTI. Kedua belah pihak akan berdiskusi intensif mengenai berbagai aspek, mulai dari survei lokasi kerusakan hingga skema pembiayaan yang akan digunakan.
Koordinasi administratif menjadi langkah awal yang krusial sebelum pekerjaan fisik dapat dimulai, sehingga jadwal penyelesaian dapat ditentukan. Wayan yakin bahwa dengan koneksi yang baik, termasuk dukungan dari Telkom, upaya ini akan mempercepat pemerataan konektivitas di seluruh Indonesia.
Advertisement
Kerusakan kabel Palapa Ring Tengah yang terjadi sejak 2019, salah satunya disebabkan oleh aktivitas vulkanik di Kabupaten Kepulauan Sitaro, menunjukkan tantangan geografis yang harus dihadapi. Revitalisasi menjadi kunci untuk mengembalikan fungsi optimal jaringan ini.
Advertisement
Pemanfaatan Infrastruktur Digital untuk Kemajuan Bangsa
Dirjen Wayan Toni Supriyanto berharap bahwa infrastruktur digital yang telah merata dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Pemanfaatan ini diharapkan dapat mendorong kemajuan ekonomi, pertumbuhan ekonomi, serta pendayagunaan potensi lokal di berbagai daerah.
Beliau menekankan pentingnya penggunaan internet untuk hal-hal positif, seperti pendidikan, bisnis, dan pengembangan diri. Wayan secara tegas mengingatkan masyarakat untuk tidak menyalahgunakan konektivitas ini untuk aktivitas negatif.
Pesan Wayan sangat jelas: "Manfaatkanlah sebaik-baiknya baiknya untuk hal positif, bukan untuk judi, bukan untuk kirim hoaks, itu pesan saya." Imbauan ini bertujuan untuk membangun ekosistem digital yang sehat dan produktif, di mana teknologi menjadi alat untuk kemajuan, bukan kerusakan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews