Pemkot Banjarmasin Pertahankan Tegur Sapa Layanan Digital, Prioritaskan Empati di Era Otomatisasi

Pemerintah Kota Banjarmasin tegaskan komitmen pertahankan tegur sapa layanan digital, memastikan interaksi manusia tetap prioritas di tengah kemajuan teknologi demi pelayanan publik yang humanis.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkot Banjarmasin Pertahankan Tegur Sapa Layanan Digital, Prioritaskan Empati di Era Otomatisasi
Pemkot Banjarmasin berkomitmen mempertahankan interaksi 'tegur sapa' dalam layanan digital, menegaskan pentingnya sentuhan kemanusiaan di era serba otomatis. Ini adalah langkah inovatif dalam pelayanan publik. (AntaraNews)

Pemerintah Kota Banjarmasin mengambil langkah progresif dengan memastikan bahwa interaksi "tegur sapa" tetap menjadi inti dari layanan publiknya. Meskipun teknologi digital semakin maju, Pemkot Banjarmasin berkomitmen untuk tidak kehilangan sentuhan kemanusiaan. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Wali Kota Hj. Ananda di Banjarmasin pada Kamis, 13 November.

Komitmen ini menunjukkan bahwa di tengah sistem layanan yang serba otomatis, pemerintah harus tetap menjaga sisi humanis dalam setiap interaksinya. Pendekatan ini bertujuan untuk membangun hubungan yang bermakna dengan masyarakat, bukan sekadar memberikan pelayanan transaksional.

Inisiatif ini menekankan bahwa efisiensi digital harus berjalan seiring dengan empati dan komunikasi yang efektif. Pemkot Banjarmasin ingin memastikan bahwa warga merasa dihargai dan didengarkan, bukan hanya dilayani oleh sistem tanpa wajah.

Pentingnya Interaksi Manusia di Era Digital

Hj. Ananda, Wakil Wali Kota Banjarmasin, menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh kehilangan sisi kemanusiaan, yakni interaksi tegur sapa, di tengah kemajuan teknologi layanan digital. Menurutnya, meskipun pemerintahannya terus mengembangkan kecanggihan teknologi, interaksi antarsesama atau pemerintah dengan masyarakatnya tidak boleh dihilangkan. Pendekatan ini sangat penting untuk menjaga kualitas pelayanan publik.

"Di tengah sistem layanan serba otomatis, pemerintah tidak boleh kehilangan sisi kemanusiaan, yakni interaksi tegur sapa," ujar Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj Ananda. Ia menambahkan bahwa pelayanan publik digital, seperti di pencatatan kependudukan, bukan hanya tentang efisiensi, tetapi juga tentang hubungan.

Ananda bahkan menyebut masyarakat sebagai “bestie” atau teman yang perlu dirangkul, bukan sekadar dilayani. "Mereka bukan robot. Mereka sahabat kita, warga kota kita, atau kalau kata anak muda sekarang, bestie kita," katanya. Pernyataan ini menunjukkan pandangan Pemkot Banjarmasin yang menempatkan warga sebagai mitra.

Ia melanjutkan, "Karena teknologi bisa menciptakan sistem yang sempurna, tapi hanya manusia yang bisa menciptakan hubungan yang bermakna." Filosofi ini menjadi landasan bagi Pemkot Banjarmasin dalam mempertahankan tegur sapa layanan digital sebagai elemen krusial.

Empati sebagai Kunci Pelayanan Publik Humanis

Pengalaman pribadi Hj. Ananda sebagai pramugari haji Garuda Indonesia menjadi inspirasi kuat dalam menerapkan empati pada pelayanan publik. Dari pengalamannya itu, ia belajar bahwa pelayanan sejati lahir dari empati, bukan sekadar kecepatan. Ini adalah pelajaran berharga yang kini diterapkan dalam konteks pemerintahan.

"Waktu itu saya belajar bahwa pelayanan bukan cuma soal keterampilan, tapi soal hati. Dari situ saya sadar, kadang warga tak butuh solusi cepat, mereka hanya ingin didengarkan," ucap Ananda. Pemahaman ini mendorong Pemkot Banjarmasin untuk lebih fokus pada aspek mendengarkan dan memahami kebutuhan warga.

Transformasi pola komunikasi juga menjadi perhatian utama. Ananda menyatakan pentingnya mengubah frasa negatif seperti ‘tidak tahu’ menjadi ‘sebentar, saya bantu carikan informasinya’ dan ‘tidak bisa’ menjadi ‘saya bantu carikan solusinya’. Perubahan kecil dalam bahasa ini dapat membuat warga merasa dihargai.

Pelayanan publik berbasis digital harus tetap mengandung empati, meskipun chatbot dan aplikasi dapat menjawab cepat. Interaksi manusia tetap menjadi faktor kunci dalam menciptakan pengalaman pelayanan yang positif.

Membangun Kota Bersama "Bestie" Warga

Wakil Wali Kota Ananda menekankan bahwa di dunia yang serba otomatis, satu-satunya hal yang tidak bisa digantikan mesin adalah perasaan manusia. Ini berarti bahwa sentuhan pribadi dan pemahaman emosional tetap tak tergantikan oleh teknologi. Oleh karena itu, pendekatan humanis menjadi sangat vital.

"Karena masyarakat bukan objek pelayanan, mereka adalah partner kita dalam membangun kota," demikian ucap Ananda. Pernyataan ini menggarisbawahi filosofi bahwa warga adalah bagian integral dalam pembangunan kota, bukan sekadar penerima layanan pasif.

Komitmen Pemkot Banjarmasin untuk mempertahankan tegur sapa layanan digital mencerminkan visi jangka panjang untuk menciptakan lingkungan pelayanan yang inklusif dan responsif. Mereka berupaya memastikan bahwa setiap warga merasa terhubung dan dihargai.

Dengan memadukan efisiensi teknologi dan kehangatan interaksi manusia, Pemkot Banjarmasin berharap dapat membangun kepercayaan dan partisipasi aktif dari masyarakat. Ini adalah upaya nyata untuk mewujudkan pelayanan publik yang benar-benar berpusat pada warga.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi