Wakil Sekretaris Jenderal ASEAN untuk Komunitas Ekonomi ASEAN, Satvinder Singh, menyoroti dampak tak terduga dari kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia menilai penerapan tarif resiprokal tersebut justru semakin mendekatkan negara-negara lain, termasuk anggota perhimpunan ASEAN.
Singh menyampaikan pandangannya dalam ASEAN-Japan Symposium di Jakarta, Selasa (11/11). Menurutnya, gangguan geoekonomi saat ini, yang dipicu keputusan AS, menimbulkan efek yang berlawanan dari yang diharapkan.
"Selama bertahun-tahun saya belum pernah melihat dunia menjadi sedekat ini satu sama lain," kata Singh. Para menteri ekonomi ASEAN segera merespons dengan menyatakan posisi mereka secara konstruktif.
Advertisement
Advertisement
ASEAN Pererat Kerja Sama di Tengah Tantangan Tarif Trump
Selang beberapa minggu setelah pengumuman kebijakan tarif Trump, menteri ekonomi ASEAN mengambil langkah cepat. Mereka menjadi pihak pertama yang secara bersama-sama menyampaikan posisi tegas mereka. ASEAN tetap ingin bekerja sama dengan AS secara konstruktif.
Namun, para menteri ASEAN juga menegaskan keinginan kuat untuk bekerja sama lebih erat dengan seluruh dunia. Ini menunjukkan strategi adaptif dalam menghadapi dinamika perdagangan global yang berubah.
ASEAN mulai menjalin komunikasi dengan mitra dagang terbesar mereka. Pertemuan bilateral diadakan dengan menteri ekonomi dari Jepang, Korea, Australia, dan Selandia Baru. Tujuannya adalah memperkuat kebersamaan di tengah situasi saat ini.
Advertisement
Advertisement
Momentum Pengurangan Hambatan Non-Tarif di ASEAN
Singh menambahkan, penerapan tarif Trump justru menguntungkan ASEAN sebagai perhimpunan dengan sistem perdagangan terbuka. Kebijakan ini menjadi momentum penting bagi ASEAN untuk lebih giat mengurangi hambatan non-tarif.
Hambatan non-tarif selama ini mengganggu kelancaran perdagangan bebas di kawasan. Meskipun tantangan masih ada, langkah konkret telah diambil untuk mengatasinya.
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Kuala Lumpur pada Oktober lalu menjadi tonggak penting. Para pemimpin ASEAN membuat satu langkah maju untuk menyelesaikan masalah dagang tersebut. Mereka menandatangani peningkatan Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN (Perjanjian ATIGA).
Advertisement
Perubahan dalam perjanjian ATIGA akan diarahkan untuk mengatasi berbagai masalah. Ini termasuk persoalan hambatan non-tarif yang menjadi fokus utama. "Di dalam ASEAN sendiri, kita sedang berinvestasi untuk mengatasi hambatan non-tarif kita sendiri," tegas Singh.
Singh juga mengamati tren global yang serupa di luar ASEAN. "Saya juga melihat bahwa negara-negara di seluruh dunia kini semakin mendekat satu sama lain," ujarnya. Mereka berupaya mencari cara berbisnis yang lebih baik, lebih adil, dan lebih setara.
Sumber: AntaraNews
Advertisement