Respons Keluarga Besar Gus Dur Jadi Pahlawan Nasional, Makamnya di Tebuireng Ramai Didatangi Peziarah

Gelar Pahlawan Nasional bagi Gus Dur bukan sekadar penghargaan formal, melainkan pengakuan atas perjuangannya.

Erwin Yohanes
Oleh Erwin Yohanes - Reporter
Respons Keluarga Besar Gus Dur Jadi Pahlawan Nasional, Makamnya di Tebuireng Ramai Didatangi Peziarah
Variz Muhammad Mirza atau Gus Mirza, anggota keluarga Gus Dur di Pesantren Tebuireng, Jombang. (merdeka.com)

Keluarga besar Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas penetapan Gus Dur sebagai Pahlawan Nasional pada peringatan Hari Pahlawan, Senin (10/11). Penetapan dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta.

Momen ini menjadi peristiwa bersejarah bagi keluarga besar Gus Dur yang telah lama memperjuangkan pengakuan atas jasa-jasanya terhadap bangsa.

“Kami berharap agar nilai-nilai perjuangan Gus Dur bisa terus dipertahankan dan diteruskan oleh generasi bangsa,” ujar Variz Muhammad Mirza atau Gus Mirza, anggota keluarga Gus Dur di Pesantren Tebuireng, Jombang.

Gelar Pahlawan Adalah Sebuah Pengakuan

Menurut Gus Mirza, gelar Pahlawan Nasional bagi Gus Dur bukan sekadar penghargaan formal, melainkan pengakuan atas perjuangan panjang dalam membela kaum lemah, memperjuangkan toleransi, dan menegakkan keadilan sosial.

“Gus Dur dikenal sebagai pembela kaum lemah, dan nilai perjuangan itu harus terus diteladani oleh seluruh warga Indonesia,” ujarnya.

Di Jombang, suasana haru dan bangga menyelimuti kawasan Pondok Pesantren Tebuireng, tempat makam Gus Dur berada. Sejak pengumuman penetapan gelar tersebut, peziarah dari berbagai daerah terus berdatangan untuk mendoakan sang tokoh pluralisme itu.

Bukan Akhir tapi Awal

Keluarga Gus Dur menyebut, penetapan ini semakin menguatkan semangat untuk meneruskan perjuangan beliau dalam menegakkan nilai-nilai kemanusiaan, hak asasi manusia, dan kesetaraan bagi semua golongan.

Dengan penambahan nama Gus Dur, Kabupaten Jombang kini memiliki empat tokoh bergelar Pahlawan Nasional, yakni KH Hasyim Asy’ari, KH Wahid Hasyim, KH Wahab Chasbullah, dan KH Abdurrahman Wahid.

“Gelar ini bukan akhir, tapi awal untuk terus meneladani perjuangan beliau,” kata Gus Mirza.

“Kami ingin nilai-nilai yang diajarkan Gus Dur tetap hidup dalam tindakan nyata di masyarakat Indonesia.”

Rekomendasi