Sebanyak 306 atlet disabilitas terbaik Indonesia kini tengah fokus menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas). Program ini merupakan persiapan krusial menuju ajang ASEAN Para Games XIII di Nakhon Ratchasima, Thailand. Mereka bertekad mengharumkan nama bangsa di kancah olahraga Asia Tenggara.
Pelatnas telah dimulai sejak 1 November lalu, dengan sebagian besar atlet berlatih di Solo dan sekitarnya. Sementara itu, 15 atlet tenpin bowling menjalani latihan terpisah di Jakarta Utara. Seluruh persiapan ini ditargetkan untuk menghadapi kompetisi pada 20 hingga 26 Januari 2026.
Dengan waktu yang tersisa sekitar 2,5 bulan, para atlet diharapkan dapat memaksimalkan setiap sesi latihan. Dukungan penuh diberikan oleh 95 pelatih, 91 tenaga pendukung, serta 18 manajer yang mendampingi. Semangat juang tinggi menjadi modal utama untuk meraih kesuksesan.
Advertisement
Advertisement
Optimisme dan Dukungan Penuh dari NPC Indonesia
Wakil Sekretaris Jenderal NPC Indonesia, Rima Ferdianto, menyampaikan harapannya agar para atlet dapat memaksimalkan kemampuan mereka. "Kami berharap semua atlet bisa memaksimalkan kemampuan dengan waktu yang tinggal 2,5 bulan," ujarnya. Konsentrasi penuh diarahkan untuk meraih kejayaan di Thailand.
Komitmen tinggi juga ditunjukkan oleh Chef de Mission (CdM) Indonesia, Reda Manthovani, yang memantau langsung persiapan. Sejak Jumat (7/11), Reda meninjau berbagai arena latihan di Solo dan sekitarnya. Bahkan, ia memilih bermalam di Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia (PPPI) Delingan.
Reda Manthovani secara langsung mengingatkan pentingnya menjaga semangat juang para atlet menjelang pesta olahraga tersebut. "Waktu tinggal 2,5 bulan. Walaupun singkat, saya yakin bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya," tegasnya di hadapan ratusan atlet. Ia menekankan agar atlet fokus pada prestasi terbaik demi Indonesia.
Advertisement
Fasilitas di PPPI Delingan juga mendapatkan apresiasi dari Reda Manthovani. Pria yang juga menjabat Jaksa Agung Muda Intelijen ini menyebut fasilitas semakin memadai. "Saya lihat dari sisi kebersihan oke, fasilitas lengkap, kasur empuk, bahkan ada wireless charging. Sudah seperti hotel," katanya.
Advertisement
Ragam Cabang Olahraga dan Target Prestasi
Pemain para tenis meja, Komet Akbar, turut memberikan testimoni positif mengenai jalannya persiapan awal Pelatnas ASEAN Para Games ini. "Para pelatih sudah memberikan program yang bagus," ungkapnya. Ia menambahkan bahwa setiap hari para atlet dipantau secara ketat.
Komet Akbar berharap hasil latihan yang intensif ini dapat maksimal. "Semoga hasilnya maksimal dan Indonesia bisa kembali menjadi juara umum," ujarnya penuh optimisme. Target juara umum menjadi motivasi kuat bagi seluruh kontingen Indonesia di ASEAN Para Games.
Sebanyak 18 cabang olahraga dipertandingkan dalam Pelatnas ASEAN Para Games ini, melibatkan total 306 atlet. Cabang-cabang tersebut mencakup para atletik, para panahan, para bulu tangkis, dan banyak lagi. Sebagian besar atlet berlatih di Solo, sementara 15 atlet tenpin bowling di Jakarta.
Advertisement
Berikut daftar cabang olahraga dan jumlah atlet yang mengikuti Pelatnas ASEAN Para Games 2025:
- Para Atletik (56 atlet)
- Para Panahan (10 atlet)
- Para Bulu Tangkis (21 atlet)
- Boccia (11 atlet)
- Para Catur (18 atlet)
- Para Balap Sepeda (8 atlet)
- Sepak Bola CP (16 atlet)
- Goalball (6 atlet)
- Para Judo (20 atlet)
- Para Angkat Berat (14 atlet)
- Para Menembak (9 atlet)
- Voli Duduk (16 atlet)
- Para Renang (27 atlet)
- Para Tenis Meja (36 atlet)
- Tenpin Bowling (15 atlet)
- Anggar Kursi Roda (8 atlet)
- Tenis Kursi Roda (4 atlet)
- Basket Kursi Roda (11 atlet)
Sumber: AntaraNews
Advertisement