Fakta Unik: Siswa Non-Papua Antusias Belajar! Disdikbud Merauke Pelajari Sukses Penerapan Bahasa Daerah di Jayapura

Disdikbud Merauke belajar langsung sukses penerapan bahasa daerah di sekolah Jayapura, melihat antusiasme siswa lintas suku dalam melestarikan bahasa lokal. Bagaimana model ini akan diterapkan di Merauke?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik: Siswa Non-Papua Antusias Belajar! Disdikbud Merauke Pelajari Sukses Penerapan Bahasa Daerah di Jayapura
Disdikbud Merauke belajar langsung sukses penerapan bahasa daerah di sekolah Jayapura, melihat antusiasme siswa lintas suku dalam melestarikan bahasa lokal. Bagaimana model ini akan diterapkan di Merauke? (AntaraNews)

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, sedang aktif mempelajari implementasi pendidikan bahasa daerah. Mereka secara khusus mengunjungi Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, untuk melihat langsung praktik terbaik yang telah berjalan.

Kunjungan studi banding ini difokuskan pada SMP Negeri 6 Sentani dan SMA Negeri 1 Sentani yang dikenal sukses dalam program muatan lokal. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari bimbingan teknis selama tiga hari yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Papua.

Tujuan utama dari inisiatif ini adalah untuk mempersiapkan dan mengembangkan kurikulum muatan lokal di Merauke pada tahun depan. Disdikbud Merauke berharap dapat mengadopsi model pembelajaran bahasa Sentani yang telah terbukti efektif dan berkelanjutan.

Belajar Langsung dari Model Sukses Jayapura

Widyabasa Ahli Madya Balai Bahasa Provinsi Papua, Antonius Maturbongs, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah hasil kerja sama erat. Pihaknya bersama Disdikbud Merauke berupaya menyiapkan implementasi kurikulum muatan lokal di Merauke.

"Setelah teman-teman dari Merauke mengikuti bimbingan teknis selama tiga hari di Balai Bahasa Papua, kami mengajak mereka melihat secara langsung implementasi pembelajaran bahasa Sentani di sekolah yang ada di Kabupaten Jayapura," kata Antonius Maturbongs. Kabupaten Jayapura menjadi contoh sukses penerapan pembelajaran bahasa daerah di sekolah formal.

Sekolah-sekolah seperti SMA Negeri 1 Sentani dan SMP Negeri 6 Sentani menjadi rujukan utama. Program muatan lokal di sana berjalan efektif dan berkelanjutan, memberikan gambaran nyata bagi delegasi Merauke.

Kunjungan ini diharapkan memberikan inspirasi konkret bagi Disdikbud Merauke. Mereka dapat memiliki gambaran jelas untuk menerapkan hal serupa di wilayahnya pada tahun depan.

Antusiasme Siswa Lintas Suku dalam Pelestarian Bahasa Sentani

Samuel Suebu, Guru mata pelajaran Bahasa Sentani, mengungkapkan antusiasme luar biasa dari para siswa. Siswa dari berbagai suku Nusantara menunjukkan semangat tinggi dalam belajar bahasa lokal daerah tersebut.

Menurutnya, semangat tersebut merupakan indikasi positif bahwa pelestarian bahasa daerah dapat hidup subur di lingkungan sekolah. Ini membuktikan bahwa bahasa lokal tidak hanya milik satu kelompok etnis.

"Saya melihat anak-anak non Papua juga mulai bisa berbicara dan memahami kata-kata dasar Bahasa Sentani, ini tanda baik bahwa bahasa daerah mulai dicintai lintas suku," ujar Samuel Suebu. Fenomena ini menunjukkan adanya penerimaan yang luas.

Keterlibatan siswa non-Papua dalam pembelajaran bahasa Sentani menjadi bukti nyata. Bahasa daerah mampu menjembatani perbedaan dan mempersatukan melalui kekayaan budaya.

Inspirasi untuk Pengembangan Modul Bahasa Ibu di Merauke

Kepala Bidang Pengendali Perizinan Bahasa dan Sastra Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke, Untung, menyatakan apresiasinya. Ia sangat terkesan dengan pembelajaran yang disaksikannya di Jayapura.

Praktik di Kabupaten Jayapura memberikan inspirasi berharga bagi tim Merauke. Mereka kini memiliki gagasan konkret untuk menyusun modul bahasa ibu di daerahnya sendiri.

"Dari Jayapura kami belajar bahwa menjaga bahasa berarti menjaga identitas, semangat ini akan kami bawa pulang untuk pengembangan pembelajaran bahasa ibu di sekolah-sekolah Merauke," tambah Untung. Pernyataan ini menegaskan komitmen mereka.

Pengalaman ini akan menjadi bekal penting bagi Merauke dalam memperkuat identitas lokal. Mereka bertekad untuk melestarikan bahasa daerah melalui pendidikan formal.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi