Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menyerukan peningkatan sinergi lintas sektor dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan di kawasan ASEAN. Desakan ini secara khusus menyoroti ancaman kejahatan lintas batas, termasuk kejahatan siber dan penipuan daring yang semakin merajalela. Pernyataan tersebut disampaikan Menlu Sugiono dalam Pertemuan ke-30 Dewan Komunitas Politik-Keamanan ASEAN (APSC) di Kuala Lumpur, Malaysia.
Pertemuan penting ini berlangsung pada Sabtu, 25 Oktober, sebagai bagian dari rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-47. Dalam kesempatan tersebut, Menlu Sugiono menekankan perlunya respons yang lebih terkoordinasi dan komprehensif dari seluruh anggota ASEAN. Hal ini bertujuan untuk menciptakan kawasan yang lebih aman dan stabil di tengah dinamika global yang terus berubah.
Menurut keterangan resmi Kementerian Luar Negeri RI, Menlu Sugiono menegaskan bahwa "Di saat wilayah kita semakin terhubung dan dinamis, kita harus menguatkan kemampuan dalam mengatasi tantangan multidimensi, termasuk kejahatan lintas batas." Oleh karena itu, penguatan sinergi menjadi kunci utama untuk menjaga ketahanan dan keamanan bersama.
Advertisement
Advertisement
Memperkuat Koordinasi Antar Komunitas ASEAN
Indonesia melalui Menlu Sugiono mendorong APSC untuk memperkuat koordinasi dengan Komunitas Ekonomi ASEAN (AEC) dan Komunitas Sosial-Budaya ASEAN (ASCC). Langkah ini dinilai krusial guna menghasilkan respons yang koheren dan komprehensif terhadap berbagai bentuk kejahatan lintas batas. Sinergi ini akan memastikan bahwa upaya keamanan tidak hanya bersifat parsial tetapi terintegrasi secara menyeluruh.
Untuk mewujudkan koordinasi yang lebih baik, Indonesia mengusulkan adanya pertemuan antarmuka antara badan-badan sektoral ASEAN terkait. Usulan ini bertujuan untuk memfasilitasi dialog dan kerja sama yang lebih erat di antara berbagai pilar komunitas ASEAN. Dengan demikian, setiap kebijakan dan program dapat saling mendukung dalam menghadapi ancaman bersama.
Penguatan kerja sama antar badan sektoral di dalam APSC juga menjadi fokus utama. Menlu Sugiono berharap inisiatif ini dapat meningkatkan efektivitas penanggulangan kejahatan siber dan penipuan daring yang saat ini menjadi ancaman serius. Kejahatan-kejahatan ini tidak hanya mengancam keamanan, tetapi juga stabilitas ekonomi dan ketahanan sosial di seluruh kawasan.
Advertisement
Advertisement
Inisiatif Indonesia untuk Keamanan Digital dan Warga Negara
Menanggapi urgensi tersebut, Indonesia telah menyiapkan dua inisiatif penting yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Inisiatif pertama adalah penyelenggaraan Forum Dialog Kerja Sama Kepolisian untuk Bantuan Timbal Balik dalam Masalah Pidana. Acara ini dijadwalkan pada 27-29 Oktober 2025.
Inisiatif kedua adalah diskusi berbasis simulasi mengenai Kesiapsiagaan ASEAN dalam Melindungi Warga Negara di Luar Negeri. Diskusi ini akan dilaksanakan pada 4-5 Desember 2025. Kedua acara penting ini direncanakan akan digelar di Bali, menunjukkan komitmen Indonesia dalam memimpin upaya regional.
Kedua inisiatif ini dirancang untuk meningkatkan kesiapan dan kerja sama negara-negara ASEAN dalam menanggulangi kejahatan siber dan penipuan daring. Ancaman ini memerlukan respons kolektif dan terkoordinasi untuk melindungi masyarakat dan infrastruktur digital kawasan.
Advertisement
Advertisement
Pencapaian dan Komitmen ASEAN dalam Keamanan Kawasan
Menlu Sugiono juga menyoroti keberhasilan Cetak Biru APSC 2025 yang telah berhasil mewujudkan kawasan damai, aman, dan stabil. Kajian akhir cetak biru tersebut menyimpulkan bahwa tingkat implementasi mencapai 99,6 persen dalam membina Komunitas APSC. Ini menunjukkan komitmen kuat ASEAN dalam mencapai tujuan keamanan bersama.
Indonesia menyambut baik adopsi Deklarasi ASEAN tentang Pemberantasan Kejahatan Siber dan Penipuan Daring pada September lalu. Deklarasi ini mencerminkan komitmen kuat ASEAN dalam melindungi ruang digital dan keamanan kawasan dari berbagai ancaman. Hal ini juga menjadi cerminan kesiapan ASEAN menjelang penandatanganan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa melawan Kejahatan Siber.
Penandatanganan konvensi tersebut akan dilakukan dalam Konvensi Hanoi di Vietnam pada 25-26 Oktober 2025. Pertemuan Dewan APSC sendiri merupakan bagian dari KTT ASEAN ke-47 yang mengusung tema "Masa Depan yang Tangguh dan Inklusif Bersama," menegaskan visi kolektif untuk masa depan yang lebih baik.
Advertisement
Sumber: AntaraNews