Tahukah Anda, HET Beras Premium di Morowali Hanya Rp14.900? Polres Morowali Tegaskan Penjualan Beras Wajib Patuhi HET

Polres Morowali bersama Pemda intensifkan pengawasan penjualan beras di wilayahnya. Penjual diimbau patuhi HET Beras Morowali demi stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Ada perbedaan harga yang signifikan!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda, HET Beras Premium di Morowali Hanya Rp14.900? Polres Morowali Tegaskan Penjualan Beras Wajib Patuhi HET
Polres Morowali bersama Pemda intensifkan pengawasan penjualan beras di wilayahnya. Penjual diimbau patuhi HET Beras Morowali demi stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Ada perbedaan harga yang signifikan! (AntaraNews)

Polres Morowali, Sulawesi Tengah, secara aktif mengimbau seluruh pelaku usaha agar tidak menjual beras di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas harga pangan dan menjaga daya beli masyarakat di wilayah tersebut. Pengecekan harga beras dilakukan secara langsung di berbagai titik penjualan.

Penegasan ini disampaikan oleh Kanit II Satreskrim Polres Morowali, Ipda Muhamad Rafid, saat ditemui awak media di Morowali pada Sabtu (25/10). Pihaknya bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat untuk memantau harga di distributor dan ritel. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi pelanggaran HET.

Pengecekan harga tersebut difokuskan pada distributor beras serta ritel modern yang berlokasi di Desa Matansala, Kecamatan Bungku Tengah. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian dan pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi. Mereka bertekad memastikan ketersediaan beras dengan harga yang wajar bagi konsumen.

Pengawasan Ketat untuk Kepatuhan HET Beras Morowali

Polres Morowali tidak bergerak sendiri dalam upaya menjaga kepatuhan terhadap HET beras Morowali. Mereka menggandeng Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat untuk melakukan inspeksi mendadak di berbagai lokasi penjualan. Kolaborasi ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mengawasi peredaran komoditas vital. Tujuannya adalah memastikan tidak ada pihak yang mengambil keuntungan berlebihan.

Ipda Muhamad Rafid menjelaskan bahwa pengecekan dilakukan di dua lokasi utama, yaitu distributor beras dan ritel modern. Kedua jenis tempat penjualan ini menjadi fokus karena memiliki peran krusial dalam rantai pasok beras. Salah satu lokasi yang disasar adalah Desa Matansala, Kecamatan Bungku Tengah.

Dari hasil pengecekan, ditemukan bahwa harga beras premium di pasaran mencapai Rp16.000 per kilogram. Sementara itu, beras jenis medium dijual seharga Rp15.000 per kilogram. Data ini menjadi perhatian serius bagi aparat penegak hukum dan dinas terkait. Mereka terus memantau dinamika harga di lapangan.

Padahal, HET beras premium yang berlaku di Kabupaten Morowali adalah Rp14.900 per kilogram. Untuk beras jenis medium, HET yang ditetapkan pemerintah adalah Rp12.500 per kilogram. Perbedaan harga ini menjadi dasar bagi imbauan keras dari Polres Morowali. Mereka meminta para pelaku usaha untuk segera menyesuaikan harga jual.

Ancaman Sanksi dan Harapan Stabilitas Harga Beras

Kepolisian Resor Morowali secara tegas mengingatkan seluruh pengusaha dan penjual beras di wilayahnya untuk mematuhi aturan HET beras Morowali yang berlaku. Kepatuhan ini sangat penting demi menjaga stabilitas harga pangan. Pelanggaran terhadap ketentuan HET dapat berujung pada konsekuensi hukum. Pemerintah tidak akan segan menindak pihak yang merugikan masyarakat.

"Kami ingatkan seluruh pengusaha penjual beras agar dapat mematuhi aturan yang berlaku, sesuai dengan harapan pemerintah untuk menjaga harga tetap stabil dan tidak memberatkan masyarakat," ujar Rafid. Pernyataan ini menegaskan komitmen aparat untuk melindungi konsumen. Mereka berupaya menciptakan iklim perdagangan yang adil.

Diharapkan, dengan adanya pengawasan intensif ini, distribusi dan harga beras di Morowali dapat terus terpantau dan terkendali. Tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya lonjakan harga yang signifikan. Lonjakan harga dapat berdampak negatif pada daya beli masyarakat, terutama kelompok rentan.

Stabilitas harga beras merupakan salah satu indikator penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Polres Morowali dan pemerintah daerah berkomitmen untuk terus berupaya mencapai tujuan ini. Mereka berharap masyarakat dapat mengakses beras dengan harga yang terjangkau. Ini adalah langkah konkret dalam mendukung kesejahteraan warga Morowali.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi