Fakta Menarik: PalmCo Salurkan Rp721 Juta untuk 22 Pesantren, Wujud Nyata Dukungan PalmCo untuk Pesantren Berkelanjutan

Holding Perkebunan PTPN III melalui PalmCo menegaskan komitmennya dalam Dukungan PalmCo untuk Pesantren berkelanjutan, menyalurkan Rp721 juta untuk 22 lembaga. Bagaimana dampaknya terhadap pendidikan dan karakter santri?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Menarik: PalmCo Salurkan Rp721 Juta untuk 22 Pesantren, Wujud Nyata Dukungan PalmCo untuk Pesantren Berkelanjutan
Holding Perkebunan PTPN III melalui PalmCo menegaskan komitmennya dalam Dukungan PalmCo untuk Pesantren berkelanjutan, menyalurkan Rp721 juta untuk 22 lembaga. Bagaimana dampaknya terhadap pendidikan dan karakter santri? (AntaraNews)

Jakarta, 25 Oktober 2023 – Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui sub holding PTPN IV PalmCo berkomitmen kuat untuk terus mendukung pembangunan pesantren secara berkelanjutan. Komitmen ini ditegaskan bertepatan dengan momen peringatan Hari Santri Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober setiap tahunnya.

Dukungan ini merupakan bagian integral dari upaya perusahaan untuk memperkuat hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar, khususnya melalui pendidikan yang berbasis nilai-nilai keagamaan. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi pengembangan komunitas pesantren.

Jatmiko K. Santosa, selaku Direktur Utama PTPN IV PalmCo, menjelaskan bahwa santri adalah elemen vital dalam ekosistem sosial di sekitar area perkebunan. Mereka tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga aktif dalam membentuk karakter serta nilai-nilai moral yang menjadi fondasi kokoh bagi kemajuan bangsa.

Komitmen PalmCo dalam Membangun Ekosistem Sosial

Jatmiko K. Santosa menegaskan bahwa PalmCo ingin berperan aktif dalam memperkuat peran santri dengan cara yang bermanfaat dan berkelanjutan. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PalmCo telah menyalurkan bantuan signifikan.

Hingga akhir kuartal ketiga tahun ini, total bantuan yang telah disalurkan PalmCo kepada pondok pesantren mencapai angka Rp721,35 juta. Dana tersebut telah tersebar ke 22 lembaga pesantren yang berlokasi di berbagai wilayah.

Pesantren-pesantren penerima bantuan ini tersebar luas, mulai dari Sumatera Utara, Lampung, hingga Jambi. Bentuk dukungan yang diberikan juga sangat beragam, disesuaikan dengan kebutuhan spesifik dari masing-masing lembaga pendidikan tersebut.

Ragam Bantuan dan Dampak Nyata di Lapangan

Sebagian besar alokasi bantuan diarahkan untuk pembangunan dan rehabilitasi sarana pendidikan, termasuk perbaikan asrama santri. Selain itu, dana juga dimanfaatkan untuk mendukung operasional kegiatan keagamaan, penyediaan peralatan belajar, serta pembinaan dan pelaksanaan hari lahir pesantren.

Jatmiko menjelaskan, dari seluruh program yang telah terealisasi, nilai bantuan terbesar diberikan untuk Pembangunan Pondok Pesantren Al-Hikmah Istiqomah Buay Bahuga di Lampung Selatan. Bantuan ini mencapai senilai Rp500 juta, yang dimanfaatkan untuk memperluas fasilitas pendidikan dan memperbaiki ruang belajar bagi para santri di wilayah tersebut.

Di daerah lain, pesantren-pesantren dengan skala lebih kecil juga menerima bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Beberapa pesantren tahfiz dan pesantren modern di Medan, misalnya, mendapatkan dukungan untuk pembangunan asrama, perbaikan kamar mandi, serta bantuan untuk kegiatan keagamaan seperti pelatihan santri dan acara Ramadhan.

Mendorong Potensi Santri di Era Digital

Bagi para pengasuh pesantren, bantuan yang diberikan oleh PalmCo memiliki makna yang lebih dari sekadar pembangunan fisik. Muhammad Al-Fikri, pengasuh Pesantren Al-Hidayah di Jambi, mengungkapkan bahwa bantuan ini merupakan dorongan moral yang mampu menumbuhkan semangat baru di kalangan santri.

Menurut Al-Fikri, bantuan tersebut sangat berarti karena dapat menggali potensi dan skill para santri dalam menghadapi masa depan. Ia menyoroti bagaimana santri kini tidak hanya memiliki kemampuan berbasis keagamaan, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan teknologi digital.

Dalam rangkaian peringatan hari lahir ke-47 pesantrennya, Al-Fikri sengaja menggelar berbagai lomba untuk melihat potensi santri di berbagai bidang, termasuk teknologi digital. "Banyak santri yang memiliki kemampuan berbasis keagamaan, tapi juga mengikuti perkembangan teknologi digital. Nah, ini kita lihat dengan menggelar lomba pemanfaatan teknologi berbasis agama," katanya, menunjukkan adaptasi santri terhadap kemajuan zaman.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi